leyria yg rela harus menerima sebuah perjodohan yg diatur oleh kedua orang tuanya. leyria selalu sabar menerima perlakuan suaminya yg tak lain Arkan, pria yg tidak pernah mencintainya. pernikahan yg diatur untuk mempererat hubungan persahabatan diantara dua keluarga dan mengabulkan permintaan ibu Arkan yg ingin segera memiliki cucu. Arkan yg dingin sedingin es balok, Akankah mencair oleh kelembutan hati istri cantiknya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
Rumah Arkan sangat minimalis, terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga dan dapur dengan ruang makan. Serta ada 3 kamar, 2 kamar dilantai atas untuk kamar tidurnya dan ruang kerja, sedangkan yg satu dilantai bawah, Arkan sengaja mempersiapkan itu bila ada tamu yang menginap.
Leyriapun segera menyiapkan makanan didapur bersama ibu mertuanya. Papa Arkan sendiri membantu menurunkan barang-barang yang masih ada didalam mobil. Sedangkan Arkan membawa kopernya dan barang-barang kedalam kamar.
Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 leyria serta mama mertunya sudah siap menghidangkan masakan mereka di meja makan. Bu ayu segera mengajak suaminya untuk makan bersama, dan leyria pun berjalan ke lantai atas untuk memanggil suaminya yang masih di ada kamar.
"Tok.. tok... Tok " leyria mengetuk kamar itu
"Masuklah.. " ucap Arkan
Dilihatnya Arkan baru selesai mandi sedang mengenakan kaos namun masih memperlihatkan tubuhnya yang penuh otot kekar. Leyria yang melihatnya merasa malu kemudian langsung membalikan badan.
"Ada apa.. ? " Tanya Arkan melirik ke arah istrinya yang gugup
"Makanannya sudah siap, ayo kita ke bawah.. mama dan papa sudah menunggu kita di meja makan.. " ucap leyria
"kamu duluan saja nanti aku menyusul, Oh iya.. tolong buatkan aku secangkir teh hangat" ucap Arkan
"Iya mas.. " jawab leyria kemudian buru-buru berjalan menuruni tangga.
Mama Arkan sedang menyiapkan makanan dipiring untuk suaminya lalu melihat kearah leyria yang datang menghampiri mereka.
"Mana suamimu nak..? Tanya mama Arkan
"Masih dikamar mah.. nanti sebentar lagi juga turun ko.. " ucap leyria
Leyria kemudian berjalan kedapur,
"Loh mau kemana kamu.. ayo makan dulu nak.. " ucap papa Arkan
"Ria mau membuatkan mas Arkan teh hangat dulu pah.. "
"Mamamu mungkin lupa membuat kan teh juga untuk Arkan. Dia kan sangat suka dengan teh.. mirip seperti papa.. " ucap papa Arkan
"Papa gimana si.. kan Arkan sekarang sudah menikah, ini adalah tugas leyria untuk melayani suaminya. Iya kan nak.. ? " Ucap mama Arkan
"Iya mah.. "
Arkan menuruni tangga menuju ke ruang makan
Kemudian dia duduk disamping leyria. Didepannya sudah tersedia secangkir teh hangat. Kemudian dia menyesapnya..
Leyria menggambilkan nasi untuk arkan dan bertanya
"Mau lauk yang mana mas ?"
Arkan diam sejenak, sebenarnya dia ingin sekali menolak dilayani oleh istrinya. namun karena dirumah ada mama dan papanya akhirnya dia harus bersandiwara lagi
"Yang mana saja.. asal jangan udang itu" Ucap arkan
Leyria lalu mengambilkan tumisan brokoli, gurame asam manis itu ke piring suaminya.
Mereka berempat Mulai menyantap makan itu. Papa arkan terlihat sangat lahap memakan masakan menantunya. Terlihat dari nafsu makannya yang sudah 2 kali menambah nasi.
Arkan melihat itu menggeleng kan kepalanya.
"Masakanmu memang sangat lezat nak.. kalau mama tidak sedang mengurangi makanan mungkin juga ikut menghabiskan semuanya.. heheh " ucap mama Arkan dan leyria hanya tersenyum mananggapi.
"Arkan, kamu mau nambah lagi.. ?" Tanya Bu ayu kepada arkan
"Ngga mah.. Arkan sudah kenyang.. " ucap Arkan sambil memainkan ponselnya
"Masakan istrimu ini seperti masakan dari restoran ternama.. bumbunya sangat pas di lidah" puji papa Arkan
"Papa terlalu berlebihan.. mungkin karena leyria sudah biasa masak jadi bumbunya bisa pas.. " ucap Arkan cuek
"Iya pah... yang dikatakan mas Arkan memang benar karena aku juga suka memasak dari dulu sudah menjadi bagian dari hobi ku" kata leyria
Setelah makan malam itu, leyria membereskan dapur. Mencuci peralatan memasak dan piring kotor.
Tepat pukul 22.00 Bu ayu dan pak Hendra pamit pulang
"Jaga istrimu baik-baik.. jangn pernah menyakiti nya " ucap pak hendra kepada arkan
"Iya pah.. " jawab arkan
"Mama pulang dulu ya nak.. " ucap Bu ayu dengan disambut tangan menantunya dan mencium punggung tangannya.
"Iya mah hati-hati dijalan.. " ucap leyria
Leyria dan Arkan mengantarkan keduanya sampai depan pintu. Setelah mereka sudah tidak terlihat.
"Cepat bereskan barang-barang yang ada di kamarku.!! " Perintah arkan
"Aku diusir mas.. " ucap leyria dengan mata berkaca-kaca yang mengira bahwa dia harus angkat kaki dari rumah itu.
"Siapa yang bilang mau mengusir mu?.. aku hanya bilang bereskan barang-barang mu yang ada di kamarku! Lalu pindahkan kekamar tamu itu " ucap arkan sambil menunjuk kamar bawah yang berdekatan dengan dapur.
"Apa kamu tuli.. cepat bereskan. Aku ingin cepat beristirahat.. kenapa masih diam disitu"
"Ah.. iya mas.. aku akan bereskan sekarang juga" jawab leyria kecewa kemudian berlari ke lantai atas sebelum Arkan melihat air matanya jatuh.
'sehina inikah aku dimatamu mas?? Kapan kamu bisa menerima aku disisimu..!!' batin leyria dan menangis sambil membereskan barang-barang nya.
Setelah usai leyria bersusah payah menarik kopernya menuju lantai bawah, arkan yang berada di ruang keluarga hanya melirik sekilas tanpa ada maksud membantu.
'kenapa tadi diangkat keatas kalau memang aku akan tidur di bawah. Seharusnya tinggalkan saja disini.. menyebalkan' leyria membuka pintu kamar itu kemudian menutup kembali dengan keras.
Arkan langsung melirik tajam
"Apa maksudnya maksudnya membanting pintu seperti itu.. sudah mulai berani kamu ya.. " Arkan hanya bisa mendumal sendiri.
💞
Pagi hari tiba..
Arkan bangun dari tidurnya langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selagi suaminya sedang mandi leyria yang sedang sibuk didapur tak lupa kekamar suaminya untuk menyiapkan baju kerja. Setelah Arkan selesai dari rutinitas mandinya ia pun bersiap-siap dengan pakaian yang disiapkan istrinya.
Saat menuruni tangga ia mendengar suara orang yang sedang memasak. Dan diliatnya leyria sedang berkutat dengan peralatan dapur. Arkan segera pergi meninggalkan dapur, lebih baik ia sarapan di kantin kantornya saja. Dia pun buru-buru pergi kekantor tanpa berpamitan dengan istrinya.
Leyria yang tidak menyadari bahwa suaminya sudah tancap gas ke kantor. Berjalan menaiki tangga ke lantai atas.
"Tok.. tok.. tok... "
"Mas sarapannya sudah siap.. " ucapnya setengah berteriak
Masih tidak ada sautan dari dalam Kemudian dia langsung membuka pintu kamar itu untuk mengeceknya. Namun semuanya terlihat sepi. Leyria kemudian melihat kearah bawah melalui jendela kamar Arkan untuk memastikan mobil suaminya masih ada atau tidak.
Dan ternyata mobilnya sudah tidak ada
"Apa mas Arkan sudah berangkat ke kantor tanpa berpamitan denganku? " Ucapnya dengan kecewa
Leyria memandangi sarapan yang sudah susah payah ia siapkan 'mubazir sekali' batinnya
"Apa aku antarkan saja ke kantornya? Sayang sekali kalau masakan ini aku buang dengan percuma" ucapnya
"Tapi apakah mas Arkan mau menerimanya? " Ucapnya lagi
Leyria masih saja menimang-nimang sikap apa yang akan diberikan suaminya kalau dia mengantar kan makanan ini...
.
.
.
.
Bersambung...
💕💞💕💞💕💞
Ikutin terus ya novel ku. maaf kalo masih banyak typo bertebaran dimana - mana 🙏. maklumin aja ya karena author tergolong anak baru 😆 tapi tenang aja pelan - pelan auhor akan menulis rapi😅 dengan kosa kata yang baik juga. jangan lupa like jempolnya 👍😃
mampir ya author
lahh ini cerita nya nge gantung
gimaana cerita tamat nya