Kisah remaja Dea yang tenang mulai berubah ketika dia bertemu dengan Andre, siswa baru di sekolahnya dan juga salah satu anggota Scorpio. Dia sempat tenang karena sosoknya sekarang sebagai Dea, gadis tomboi dan merupakan ketua osis. Namun tidak diduga, kalau cowok itu sangat mengenalnya sebagai Dion. Bukan itu saja, dia mengancam bahwa dia akan membongkar identitasnya sebagai pemenang drumer terbaik Kompetisi Berbakat Musik.
Dengan terpaksa, Dea setuju untuk bergabung menjadi anggota Scorpio. Setelah bergabung dengan band itu, Dea mulai menemukan prahara-prahara kehidupan kisah seragam putih abu-abunya. Dia dan anggota Scorpio bertemu dengan Five Lions, musuh mereka, dan Andika, salah satu dari anggota band itu yang menyukai dirinya. Andika juga mengetahui sosok lain dari Dea, sosok sebagai Dion. Dan saat itupula terjadi persaingan untuk mendapatkan cinta dan kepandaiannya.
#SelamatMembaca #Alsaeida
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alsaeida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3.3
Tit… tit… tit… bunyi klason mobil sudah berulang kali berbunyi.
Malam ini adalah malam pertandingan The Battle of Band. Dari lima belas menit yang lalu, anggota Scorpio sudah nangkring di depan rumah Dea. Mereka menunggu gadis itu. Dan sampai sekarang, gadis itu belum juga keluar dari rumah bercat biru tersebut.
“Dea, cepat!” teriak Rian dari luar rumah.
Dea belum juga selesai dengan penampilannya sebagai Dion. Dia baru saja pulang dari sekolah. Ada rapat osis untuk pensi yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Dan akibatnya, dia pulang ke rumah pada sore hari. Dan sekarang, dia harus pontang-panting untuk menggunakan pakaian ala Dion.
“Sorry!” mohon Dea.
Dea segera masuk ke dalam mobil. Andre, Rio, Rian, dan Bian sudah menunggu dengan style-style yang keren. Dan Dea sempat terpukau dengan penampilan mereka. Berbeda daripada yang biasanya. Dan kamu tahu? Dea sempat berdebar-debar ketika memandang Andre. Dia terlihat sangat keren BUANGET.
Perlahan, mobil sedan hitam itu meninggalkan rumah Dea. Dan pertanyaan itu datang kembali dalam benaknya. Bian masih tidak mau pergi dengan mobil Rian walaupun masih cukup untuk beberapa orang. Dia masih setia dengan sepeda motor hijaunya. Padahahl lebih baik Bian pergi bareng dengan mereka. Lebih cepat dan lebih kelihatan kebersamaanya. Perlahan, Dea membuyaran pertanyaan-pertanyaan itu. Bukan saatnya untuk memikir hal itu. Lalu, mereka segera menuju ke tempat kompetisi yang berada di Mall terbesar daerahnya.
Malam itu penuh bintang. Cerah dan bercahaya dengan di temani rembulan yang indah. Sekali-kali, awan gelap menutup keindahan rembulan itu namun benda bulat itu tetap cantik. Dan itulah perasaan yang di rasakan Dea sekarang. Sangat bahagia.
“Akhirnya sampai juga,” kata Dea lega.
Angota Scorpio segera keluar dari mobil. Mereka segera masuk ke dalam Mall itu. Kompetisi telah di mulai. Dan sekarang adalah penampilan dari band Five Lions. Permainan mereka benar-benar sangat hebat. Dea terpesona. Apalagi dengan pemuda yang bermain alat musik yang ada di ujung pentas. Permainan drum yang sangat memukau.
“Selanjutnya, kita saksikan penampilan dari Scorpio,” kata MC mempersilahkan.
Anggota Scorpio segera naik ke atas penggung. Mereka menuju posisi masing-masing. Dea sudah siap utnuk bermain drum dan memukau para juri. Dan begitupula dengan anggota Scorpio yang lain.
“Huh… kenapa sih kita harus menjadi juara dua. Padahal penampilan kita lebih bagus daripada penampilan Five Lions,” keluh Dea.
“Sudah…,” kata Bian singkat untuk menenangkan Dea sembari mengusap kepala Dea.
Dea tertegun. Wajahnya mendadak memerah. Ada apa ini? Mengapa Bian melakukan itu kepadanya? Dia tidak pernah membayangkan kalau Bian akan melakukan itu. Dan lagi, Bian melakukan di depan Andre. Apaan sih? Kok bawa-bawa Andre, pikir Dea.
Dea memandang Andre. Dia curi-curi pandang. Tiba-tiba, mata mereka beradu. Dea menjadi berdebar-debar. Dengan cepat, Dea mengalihkan pandangannya. Dan lagi, wajah Tari mendadak datang. Tari menangis. Wajahnya memerah menahan amarah. Kata ‘penghianat’ terucap dari mulut. Argh… Dea tidak menginginkan itu.
“Pulang, Yuk!” ajak Rian. “Besok kita istirahat latihan, jadi selamat menikmati liburan,”
“Aku yang akan mengantar Dea,” kata Andre memberhentikan langkah Dea yang ingin masuk ke mobil.
“Kok begitu!” kata Dea heran.
“Memangnya tidak boleh?”
Dea diam saja, tidak menjawab perkataan Andre. Biarlah, tidak ada salahnya juga kan kalau pulang dengan Andre. Lagipul biasanya dia juga pulang bareng dengan Andre.
Kemudian Rian dan Rio masuk ke dalam mobil. Sedangkan Bian tetap setia dengan sepeda motor hijaunya. Perlahan, mereka meninggalkan Andre dan Dea yang melambai kepergian mereka.
“Yuk!” ajak Andre. “Berhubung aku tidak bawa motor, kita pakai taxi aja!”
LIKE!
COMMENT!
VOTE!
FAVORITE!
PLEEEEEEEEEEEEEEEAAAAAAAAAAAASSSSSSSSSSSSEEEEEEEE!!!!!
apa ngk ada visualx yaa kk aku jadi penasaran hehehe😅
Dramanya bagus,,,
Semangat thor,,,
Lanjuuuuttttt
Aku tunggu kedatangan kk di karya aku ya
"Kamu matahari dan aku bulan" Fighting 🥰
harusnya bereaksi dong saat perjanjian itu dibuat..bukan diem aja....
Mampir juga ya ke novelku ya
"Kekasih Sahabatku"
Terima Kasih
-Pengorbanan Cinta Arya dan Isyana
-Antara cinta dan misi
like,komen,rate 5, dan vote 😊
Jangan lupa singgah dicerita aku juga
"pretend lover"
Salingg support thor❤
apakah dia ada trauma ?
atau jangan"......