"Mas, malam ini kamu tidur di rumah ku kan?" tanya Kania istri pertama Agam wicaksana.
"Maaf sayang, malam ini Mas harus tidur di rumah Naura," jawab Agam.
Telepon genggam Agam tiba-tiba berdering, ada panggilan dari Louisiana istri ketiga. Ia meminta Agam pulang ke rumahnya karena perutnya sakit.
Baru saja hendak melangkahkan kaki, telepon genggam Agam berdering lagi. Naura sudah tidak sabar menunggu kedatangan Agam, dan meminta untuk cepat-cepat pulang ke rumah.
***
Agam wicaksana seorang pengusaha muda, yang mempunyai tiga istri. Mereka sudah dibelikan rumah sendiri-sendiri agar adil. Namun, kenyataannya justru merepotkan dirinya harus bolak-balik ke rumah ketiga istrinya. Sebagai suami yang bertanggung jawab Agam berusaha berlaku adil, hingga suatu ketika ia memutuskan membeli rumah besar untuk ditempati bersama ketiga istrinya.
Akankah ketiga istri Agam akur? Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Mari kita simak🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belum Siap
Agam meminta Kania untuk mengganti bajunya, ia takut khilaf. Selama ini dia cukup menahan hasrat yang terpendam, agar tidak melukai salah satu istrinya.
"Mas, aku tidak menarik ya? Sepertinya Mas, jijik melihat ku," ungkap Kania dengan wajah sedihnya.
"Bukan begitu, Sayang. Mas belum siap untuk melakukan semuanya," kata Agam otaknya mulai travelling karena Kania masih mematung di depannya.
"Aku tidur duluan, Mas," pamit Kania. Namun, Agam memegang tangan Kania, seakan menahannya agar wanita itu tidak pergi.
"Temani Mas makan dulu, tadi di kantor lupa belum makan," pinta Agam.
Kania menganggukkan kepalanya, entah lupa atau sengaja tidak berganti baju. Ia menyiapkan makanan untuk Agam, masih menggunakan baju transparan.
"Kania, kamu benar-benar mengujiku," ucap Agam dalam hati.
Setelah semua siap, Kania menyuruh Agam untuk makan. Tak lupa ia membuatkan kopi untuk suaminya itu.
Selesai makan, Agam mengajak Kania ke kamarnya. Dalam hati Kania sangat bahagia, karena laki-laki yang sangat dia cintai akan memilikinya seutuhnya. Ini pertama kali Kania masuk ke dalam kamar Agam, yang begitu luas dengan suasana nyaman. Kasur yang besar, dan ada sofa serta televisi.
Di dalam kamar Agam menatap dalam Kania, seperti hendak memakannya. Tapi Agam berusaha mengontrol gejolak yang ada dalam dirinya. "Sayang, kamu tidak malu berpakaian seperti ini di depan ku?" tanyanya.
Karena baru pertama kali menggunakan, dan tidak tau fungsinya untuk apa Kania mengatakan tidak. "Kata Louisiana kalau menyambut suami pakai baju seperti ini, Mas," ujarnya.
"Apa!" kaget Agam.
Agam kemudian hendak pergi ke kamar Louisiana, ia ingin menegur gadis bar-bar itu. Kania segera mencegah Agam, karena menurutnya tujuan Louisiana juga baik. Ia menyesal sudah mengatakan pada Agam, kalau yang menyuruhnya memakai pakaian kurang bahan Louisiana.
"Mas, kita suami istri bukan? Kenapa Mas, tidak memberikan nafkah batin untuk kita. Sebenarnya tujuan Mas, menikah itu apa?" tanya Kania sambil memegang tangan Agam.
"Sayang, tolong mengertilah! Pernikahan kita terjadi karena terpaksa kan? Mas sudah pernah menjelaskan sama kamu," terang Agam.
Kania tidak mau melanjutkan perdebatan dengan Agam, ia meminta Agam untuk menceraikannya saja kalau tidak bisa memberikan nafkah batin. Harapan Kania untuk membina rumah tangga dengan Agam sangatlah besar, walaupun ada dua istri lainnya ia berusaha tidak mempermasalahkan. Kadang rasa cemburu muncul begitu saja, dan membuatnya merasa iri jika Agam memperhatikan istri lainnya.
Keesokan harinya Kania merasa sangat malu, dengan apa yang terjadi tadi malam. Apalagi Louisiana selalu meledeknya, karena mengira sudah terjadi sesuatu.
"Naura, next time giliran lo," ucap Louisiana tersenyum melirik ke arah Agam. Saat ini mereka sedang sarapan, di meja makan.
"Aku menginginkan kamu, Louisiana. Gunakan baju seperti yang Kania pakai tadi malam," sahut Agam.
"Gue masih bocah Mas, gak ngerti apa-apa," tolak Louisiana.
"Aku tidak terima penolakan! Nanti malam ingat jangan lupa," ujar Agam lalu mengambil tasnya kemudian berangkat ke kantor.
Louisiana berlari mengejar Agam, dia mengatakan tidak akan pulang dan akan menginap di rumah Mamahnya.
Agam tidak mendengarkan ucapan Louisiana, ia langsung masuk ke dalam mobil lalu melajukan dengan kencang.
Louisiana kembali masuk ke dalam rumah dengan wajah kesalnya, permintaan Agam membuatnya menjadi cemas.
"Naura, bagaimana ini?" tanya Louisiana.
"Ikuti saja permintaan Mas Agam, lagian cuma pakai kan? Bukan berarti dia melakukan sesuatu," kata Naura.
Kania masih terdiam, dan tidak mau ikut bicara dengan mereka. Ia masih merasa malu, dengan kejadian tadi malam.
lou 👍🌹
dan mempunyai suami yang lebih sayang sama Kania
semangat Agam