NovelToon NovelToon
Suamiku Berwajah Cacat

Suamiku Berwajah Cacat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:42.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: popyani

Dalam imajinasiku, wajah Henri yang bagian kiri sangatlah buruk, jadi dia memakai topeng.

Rania POV

Aku tulus mencintaimu Tuanmuda, walaupun orang menganggap mu hanya seorang monster.

Cintaku tanpa syarat, itulah yang aku rasakan dengan suamiku.Disaat orang - orang menatapnya dengan tatapan takut.

Tapi aku justru,selalu ingin dekat dengannya.Karena aku sangat mencintainya, walaupun ia selalu meragukan perasaanku padanya.
Karena ia mengira perasaan cintaku, hanya rasa kasian ku padanya, akibat wajahnya yang buruk rupa.


Henri pov.

Apakah dia betul-betul mencintaiku, atau rasa kasian,karena kami menikah atas dasar paksaan dariku, sebab orang tuanya mempunyai banyak hutang padaku.

Tapi aku tidak pernah berharap dia mencintaiku, karena aku menyadari kekuranganku,dengan wajahku yang bak monsther, tidak mungkin ada wanita yang mau mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep.11.Takut jatuh cinta.

🏚️ Kediaman Wilson🏚️

Melihat Rania yang terus menangis, membuat Henri melepaskan cengkeramannya.

" Ingat jangan berbuat macam.- macam, kalau kau tidak ingin membuat aku betul - betul membunuhmu" Serunya dengan nada penuh penekanan, dan tatapan matanya begitu menghunus.

Mengusap cairan bening sebelum, sembari mengangguk.

" Baik Tuan, aku mengerti." Jawabnya, dengan mata berkaca - kaca.

Henri bangun duduknya, dan dan berlalu keluar dari kamarnya, tapi seketika langkah kakinya, terhenti, begitu mendengar pertanyaan Rania.

" Anda mau kemana Tuan?" Tanya Rania, yang bangun dari duduknya, dengan tatapan nanarnya.

" Itu bukan urusan mu, apa kau lupa kalau kau disini, hanya sebagai penebus hutang orang tuamu, dan kalau aku mau, aku bisa menidurimu kapan saja" Serunya, berlalu dari kamar itu.

Rania menjatuhkan diri disebuah kursi, dan menangis, meratapi nasipnya.

" Apakah aku sudah jatuh cinta padanya, hingga membuat aku sangat tersiksa seperti ini, kenapa ini sangat menyakitkan disaat dia mengabaikanku, padahal dia selalu bertindak kasar kepadaku" Seru Rania, dengan terus meneteskan air mata.

******

Henri duduk di kursi kebesarannya, sembari menyandarkan kepalanya.

Rasa gundah, gelisah, takut , tengah di rasakan pria tampan itu.

" Kenapa aku seperti ini, kenapa aku begitu marah saat melihat dia, berbicara dengan laki - laki lain, kau tidak boleh jatuh cinta padanya Henri, tidak boleh, dia pasti akan meninggalkanku sama seperti Tanti, kau tidak lebih dari seorang monsther Henri, buktinya secara terang - terangan dia lebih memilih berbincang dengan dengan pria lain, dari pada pria buruk rupa sepertimu" Serunya, dengan memikirkan hidupnya, sembari menjambak rambutnya frustasi.

" Tidaak....."Teriak Henri, dengan mengeluarkan segala beban dihati yang begitu mengganjal.

Waktu terus berjapan, dan sekarang angka jarum jam, telah menunjukkan pukul 24.00 tengah malam, didalam kamar, Rania sangat terkejut, saat terjaga dari tidurnya, dia tidak mendapati keberadaan Henri

" Dimana Tuan muda Henri? Bertanya pada diri sendiri.

Rania yang sedari tadi memakai lingeria yang begitu seksi, kembali memakai blazer, yang panjangnya mencapai lutut, untuk menutupi penampilannya yang sangat menggoda.

Dia tengah suasana rumah yang sudah sepi, dia menuruni anak tangga menuju lantai bawah, di tengah lampu yang telah padam, saat di lantai bawah, ia mendapati keberadaan sekretaris Suaminya.

" Sekretaris Jhon, dimana Tuan muda?"

" Tuan muda sedang berada di ruang kerja Nyonya, tapi anda di larang masuk sesuai permintaannya." Timpal Jhon.

" Aku ingin menemuinya" Seru Rania yang ingin menghampiri suaminya, tapi langsung dicekal oleh Jhon.

" Anda tidak boleh menemuinya , Nyonya" Titah Jhon, dengan nada tegas.

" Sekretaris Jhon aku istrinya, aku punya hak untuk menemui suamiku." Pinta Rania, dan langsung menerobos masuk kedalam.

" Ya Tuhan, aku hanya takut Tuan muda akan menyakitimu Nona Rania" Bathin Jhon, yang terlihat mengkhawatirkan Rania.

" Tuan.." Panggil Rania pelan, sembari berjalan kearah suaminya.

" Buat apa kau kemari, siapa yang mengijinkan kau masuk, jangan buat aku betul - betul membunuhmu" Seru Henri dengan nada sedikit tinggi, dengan memegang sebuah pistol, dan mengarahkan kearah Rania.

Langkah kaki Rania seketika terhenti, dan ia hanya menitikkan air mata, melihat Henri menodongkan pistol kearahnya.

" Bunuhlah aku Tuan, tapi aku mohon jangan menghindari ku, aku mohon." Serunya, sambil mengusap air mata yang sudah menetes.

Mendengar perkataan istrinya, Henri langsung menurunkan senjata apinya, dan menyimpannya kembali di bawah laci meja kerjanya.

" Untuk apa kau datang menemuiku? "Tanya Henri, dengan posisinya membelakangi Rania, dan menatap keindahan taman dari kaca jendela transparant ruangkerjanya.

Dengan memberanikan diri, Rania berjalan mendekati suaminya, dan memeluk erat tubuh Henri dari belakang, yang membuat pria tampan itu sangat terkejut.

" Apa yang kau lakukan Rania..?" Tanya Henri dengan nada sedikit tinggi, sembari tangannya berusaha melepaskan pelukan Rania yang begitu erat.

" Jangan melepaskan pelukanku Tuan, aku mohon, sangat menyakitkan Tuan jika kau menghindariku." Serunya dengan meneteskan air matanya,hingga membuat punggung pria tampan itu sedikit basah oleh tetesan airmatanya.

Henri menghela nafas panjang, dan berusaha untuk tenang.

" Pergilah tidur, aku tau kau pasti lelah.Aku masih ingin disini" Serunya, dengan tatapan mata, terus menatap keindahan taman di malam itu.

" Aku tidak mau, Tuan aku ingin bersama mu." Tolak Rania.

" Kenapa kau sangat keras kepala Rania.." Serunya dengan nada, yang terdengar kesal

" Karena kau adalah suamiku Tuan."

Henri menyunggingkan senyuman disudut bibirnya yang nyaris tak terlihat, ketika mendengar perkataan wanita cantik itu.

Dia membalikkan badannya, hingga bertatapan dengan Rania.

Seketika Rania langsung menurunkan kepalanya, saat Henri sudah berhadapan dengannya, karena sesungguhnya dia masih takut.

" Kenapa kau sangat berani padaku Rania?"

" Maafkan aku Tuan." Serunya sambil menaikkan kepalanya, dan tersenyum penuh kelembutan.

" Tuan ayolah kita kekamar , ini sudah larut malam apakah kau tidak beristirahat. Apakah kau lupa ini malam pertama kita..?"

" Kenapa gadis ini sama sekali tidak takut padaku, walaupun aku sudah bertindak kasar padanya, aku takut akan jatuhcinta padanya" Bathin Henri, dengan kegelisahan tengah menyelimuti.

" Tuan ayolah " Pinta Rania, dengan nada sedikit merajuk.

" Baiklah" Jawabnya, sembari menghembuskan nafas dalam.

1
juwita
kan bnyk uang dia knpa g di oplas aj ke Korea selatan. tuh bnyk skrg artis " yg oplas ke Korea🤣🤣
juwita
mampir
yanah: Nnmn.mnjjoioojmmmmmmn ñbjjjjjnñnnnnnn
total 1 replies
Sri Hartati
Kecewa
Sri Hartati
Buruk
Sunny Kwok
Luar biasa
beruang
posesif bener bang nanti ditinggalin Rania baru tau deh
Tika Suartika
Ok
Tika Suartika
pasti lama lama bakal romantis banget
Ayu Nuraini
MK perjanjian nya melahirkan ank nya henri
Ayu Nuraini
MK nya jgn mengutamakan gengsi tuan Henri😂
Ayu Nuraini
biasa nya cwo yg nyosor😁😁😁
Ayu Nuraini
semoga saja
Ayu Nuraini
nekat jg di Rania
Haposan Parningotan
lanjutkan dengan karya menginspirasi
arfan
up
Ritamunir
untuk sesi ke dua. tolong diperbaiki kosa kata bahasa Indonesia yg baik dan benar.
sayang kan kalau cerita bagus, tapi bahasa ga enak dibaca, bikin males.
Achmad Elvino
bagus jln ceritanya aku sangat senang karna sampai tamat👍👍
indri elin
bagud suka banget
Lusiana Sinaga
Kecewa
Ananda Rezika
thor bikin riana hamil trs dua. ngidam marah marah sm henri gantian riana yg judes kan lucu itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!