Terjerumus dalam geng motor adalah pilihan terbaik bagi Marvel untuk menghilangkan rasa tertekan pada hidupnya, masalah kedua orang tua menyebabkan dirinya menjadi sosok yang liar dan ditakuti banyak orang.
Siapa sangka seorang gadis pengamen yang bernama Meisie membuat hati seorang Marvel terketuk, pertemuan yang diawali dari sebuah kebencian, berakhir dengan kisah yang mengharu biru. Meisie berhasil menguak rahasia besar yang tersimpan bertahun-tahun dari seorang Marvel. Lantas, siapakah sebenarnya Marvel?
Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia?
Yuk ikuti kisah romantis mereka 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak mau pulang
"Bagus! Ya sudah silakan dimakan!" seru Mei sambil menyuruh Marvel untuk memakan makanan yang sudah berada di tangannya. Kemudian Mei beranjak pergi dari ruangan itu.
Marvel pun hanya memperhatikan kepergian Mei. Namun, tiba-tiba Marvel memanggil gadis itu lagi.
"Tunggu!" suara Marvel yang memanggilnya memaksa Mei untuk menghentikan langkahnya. Mei menoleh ke arah Marvel yang saat itu sedang memegang piring di tangannya.
"Ada apa?" tanya gadis itu sembari menyilangkan kedua tangannya.
"Terimakasih banyak atas bantuannya, aku minta maaf kepadamu atas apa yang pernah aku lakukan padamu. Jika dibolehkan aku akan membayar semua kesalahanku yang pernah membuat gerobak dorong milik kalian rusak. Katakan! Apa yang bisa aku lakukan untuk membayar semua kesalahanku?"
Ucapan Marvel rupanya membuat Mei tersenyum kecil. Akhirnya, pemuda itu meminta maaf juga kepadanya.
"Hmm ... iya aku memang sangat kesal sama kakak. Sudah beberapa hari ini kami tidak mengamen gara-gara Kakak. Tentu saja pemasukan untuk panti menjadi sedikit dan kami tidak bisa menggalang donasi lagi. Tapi ya sudahlah, nanti kami akan mengumpulkannya lagi setelah sound system nya diperbaiki," ucap Mei menjelaskan.
Mendengar keluhan Mei, Marvel pun berinisiatif untuk membayar kesalahannya kepada Mei tempo hari. "Aku akan tetap membayar kesalahanku, kamu jangan khawatir!" sahut Marvel.
"Hah ?? Kakak mau membayar pakai apa? Udah deh nggak usah aneh-aneh. Kakak udah minta maaf aja aku udah lega. Mendingan kakak istirahat saja, kakak masih sakit. Setelah itu nanti aku akan antar Kakak pulang. Karena motor kakak rusak parah tuh." Ucap Mei sambil menunjuk ke arah luar di mana motor Marvell ringsek karena dirusak oleh geng motor lainnya.
"Sudah kubilang aku tidak mau pulang, aku tidak akan pernah pulang!" sahut Marvel sambil meletakkan piringnya di meja.
"Hah? Kakak nggak mau pulang? Terus maunya di sini terus gitu? Ya nggak bisa gitu dong, rumah Kakek bukanlah hotel, seenaknya kakak tinggal di sini gratisan. Eh hotel aja bayar loh semalamnya, emangnya kakak bisa bayar untuk tinggal di rumah ini?" sahut Mei sambil menyilangkan kedua tangannya.
Sementara itu Pak Surya dan Bu Lani tampak geleng-geleng kepala melihat tingkah sang cucu.
"Mei, jangan bicara seperti itu! Nak Marvel sedang butuh bantuan, kamu sendiri yang bawa dia kemari, merengek-rengek minta kakek tolong, sekarang kamu bilang seperti itu padanya. Kalau niat nolong itu yang iklhas, Kakek tidak suka kamu bersikap seperti itu. Kakek dan Nenek iklhas membantu Nak Marvel. Kamunya yang aneh!" sahut Pak Surya.
Mei hanya menundukkan wajahnya sementara itu Marvel terlihat tertawa kecil sambil melirik ke arah Mei.
"Dihhh ketawa lagi, awas lu!" batin Mei ketika ia melihat wajah Marvel yang sedang tersenyum kepadanya.
"Lama-lama manis juga nih anak, cakepan pas marah. Sukurin dimarahi!" batin Marvel.
"Iya maaf, Kek. Habisnya Mei masih kesel sama dia, kalau ingat-ingat pas nabrak gerobak dorong kami. Sumpah masih geregetan, Kek!" balas Mei sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kesal boleh-boleh saja, tapi Nak Marvel kan udah minta maaf. Ya udah maafkan saja, nggak baik lama-lama berantem terus." ucap sang kakek.
Mei masih terdiam. Kemudian Bu Lani pun menyuruh Marvel untuk segera makan. Karena tadi Marvel sempat meletakkan kembali piringnya di meja.
"Loh Nak Marvel, kenapa nggak dimakan? Apa makanannya tidak enak?" seru Bu Lani.
"Oh iya, Bu. Tapi saya sedang tidak ingin makan, kepala saya masih sangat pusing dan masih cenut-cenut! Perut saya agak mual, mungkin efek kepala saya masih sakit!" balas Marvel sambil memegangi kepalanya.
Di saat yang bersamaan, tiba-tiba Pak Surya kedatangan tamu. Bu Lani membukakan pintu rumah dan tak berselang lama ia memanggil suaminya.
"Pak, di luar ada Pak Sholeh, mau ketemu Bapak!"
"Pak Sholeh? Oh iya bapak ada janji dengan beliau mau membicarakan tentang ronda malam ini!" ucap pak Surya.
Akhirnya, Pak Surya dan Bu Lani keluar dari ruangan di mana Marvel sedang beristirahat. Sebelum mereka berdua pergi, Bu Lani menyuruh sang cucu untuk menyuapi Marvel.
"Mei, kamu bantu Nak Marvel untuk makan, kasihan kepalanya masih sakit. Jika nggak makan nanti kondisinya lama pulihnya. Nenek mau buatkan minum untuk kakek dan pak Sholeh sebentar!" seru sang nenek.
"Hah? Menyuapi dia, Nek?" sahut Mei sambil membulatkan matanya. Sementara itu, Marvel tampak menarik ujung bibirnya, pemuda itu seolah gembira ketika Bu Lani meminta Mei untuk menyuapinya.
...BERSAMBUNG ...