Persahabatan antara Icha dan Azkara harus kandas ditengah jalan? dengan satu kesalahan yang Icha buat hingga membuat hubungan mereka renggang.
Icha memendam rasa sayang dan cinta kepada sang sahabat tapi dia tidak berani mengatakannya itu? dia sadar siapa dirinya dan siapa azkara.
akankan Icha berhasil mengungkapkannya kepada sang sahabat?
akankah Icha akan mundur dan merelakan sang sahabat bahagia! dengan seorang wanita yang menjadi kekasihnya saat ini.
saksikan terus kisah cinta Icha kepada Azkara dan jangan lupa like,coment and subscribe ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwah ( AliMar ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Keesokan paginya di kediaman milik icha.
subuh dini hari sang bunda sudah bangun dari tidur, untuk bersiap siap shalat subuh berjamaah dan tidak lupa juga sang bunda membangunkan sang suami serta sang putri tercinta.
bunda camelia berjalan keluar dari kamar menuju kamar sang putri tercinta yaitu icha, bunda terus berjalan sampai langkah kakinya berhenti didepan pintu kamar sang putri, tidak lupa juga bunda camelia mengetuk pintu kamar sang putri. sampai sang putri bangun dari tidurnya itu.
tokk.....
tokk....
tokk...
" sayang, ayo bangun sudah mau adzan subuh ini, ayah sudah menunggu kita buat shalat berjamaah bersama." ucap bunda camelia kepada putrinya itu.
icha yang mendengar ada suara pintu yang diketuk, dibarengi dengan suara memanggil dirinya, tidak lebih dan tidak kurang, siapa lagi kalau bukan sang bunda yang membangunkan dirinya itu.
icha menggeliatkan badannya sambil menjawab ucapan sang bunda tercinta.
" iya bun, icha udah bangun kok? icha mau siap siap dulu dan nanti icha menyusul ke tempat ayah dan bunda buat shalat berjamaah bersama." jawab icha kepada sang bunda.
" baiklah, kalau begitu bunda duluan ya, ingat cepatlah menyusul dan jgn tidur lagi kamu. " ucap bunda camelia kepada sang putri.
" iya bunda, ini juga icha mau ke kamar mandi dulu buat siap siap shalat berjamaah." jawab icha kepada sang ibunda.
setelah mendapat jawaban dari sang putri, bunda camelia pergi meninggalkan kamar sang putri menuju kamar sendiri, buat mengajak sang suami terlebih dahulu ketempat beribadah.
icha yang sudah tidak mendengar lagi suara sang bunda,bergegas bangun dari tempat tidur dan merapihkan tempat tidur yg bekas dia pakai itu.
setelah semuanya rapih,icha bergegas berjalan menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandi paginya sebelum suara sang bunda kembali bergema ditelinga indahnya itu.
setelah selesai mandi, icha buru buru keluar dari kamar menuju kedua orang tuanya yg sudah menunggu dirinya buat shalat berjamaah bersama.
berbeda dengan di kediaman azkara saat ini.
dimana sang tokoh pria utama kita masih saja terlelap di alam mimpinya itu,azkara tidak akan bangun jika sang mamah tercinta tidak membangunkan dia dengan suara yang indah dan merdunya itu,diiringi dengan suara ketuk pintu yang terus bergema diluar kamarnya di barengi dengan suara memanggil dirinya.
tokkkk......
tokkk......
tokkk .......
" azkara bangun nak,ini sudah subuh,apakah kamu tidak akan shalat subuh berjamaah dulu dengan mamah dan papah." ucap sang mamah yang terus memanggil putranya yang saat ini masih nyenyak tidur.
sang mamah yang dari tadi memanggil dan mengetuk kamar sang putra,tidak ada sahutan sedikit pun di dalam sana,yang menandakan bahwa sang putra sudah bangun dari tidurnya.dan sang mamah pun mencoba kembali memanggil sang putra,sehingga suara sang putra terdengar di gendang telinganya itu.
" azkara ayo bangun,jangan buat mamah mendobrak pintu kamar kamu,jika kamu tidak bangun juga.mau mamah suruh papah kamu yang membangunkan kamu begitu." ucap sang mamah dengan suara tegas,mengancam dan kerasnya itu.
sehingga membuat azkara langsung membuka kedua matanya,setelah mendengar suara ancaman dan keras dari mamah tercintanya itu.
" ja-ja-ngan dilaporin sama papah mah,ini azkara sudah bangun kok." jawab azkara dengan wajah linglung bangun tidur dan takutnya itu.
" bagus kalau kamu sudah bangun,cepatan bersiap siap buat shalat subuh,mamah dan papah tunggu kamu ditempat beribadah." ucap sang mamah kepada putranya itu.
" iya,mamah duluan saja nanti azkara menyusul kesana." jawab azkara dengan tubuh masih berbaring ditempat tidur.
sang mamah yang sudah mendengar suara sang putra,langsung bergegas pergi meninggalkan kamar sang putra untuk menemui sang suami yang sudah lebih dahulu ada ditempat beribadah itu.
azkara yang sudah tidak mendengar suara sang mamah diluar sana,berdecak kesal sebab waktu tidur dan mimpi indahnya harus terganggu oleh suara maha dahsyat dari sang mamah tercinta dan tersayang itu.
demi tidak ingin membuat sang mamah dan papahnya menunggu,azkara segera bergegas menuju kamar mandi untuk melakukan ritual mandi pagi dan bersiap siap buat shalat berjamaah bareng.
setelah selesai mandi dan bersiap siap, azkara buru buru langsung menuju kedua orang tuanya yang sudah menunggu dirinua daritadi.
setelah selesai shalat subuh berjamaah,icha membantu sang bunda memasak didapur untuk sarapan pagi mereka bertiga.
" bunda, ada yang bisa icha bantu. " ucap icha kepada sang bunda yang tengah mengiris sayuran itu.
" ada sayang,coba kamu aduk itu masakan yang ada didalam wajan,supaya semua bumbunya tercampur dan meresap,tapi kamu juga harus hati hati ya bila mengaduknya." jawab bunda camelia kepada putrinya itu.
icha yang mendengar ucapan dan petuah dari sang bunda, hanya menganggukan kepalanya saja tanda mengerti dengan apa yang sang bunda katakan.tanpa menunggu lama lagi icha langsung mengerjakan tugasnya itu, mengaduk masakan yang ada didalam wajan dengan hati hati, sebab takut terkena cipratan air dari sayuran yang sedang dimasak itu.
sang ayah cakra hanya memerhatikan kedua wanita kesayangannya dari arah meja makan saja,sambil meminum kopi hitam dan roti bakar yang sudah sang istri siapkan tadi, sebelum bertempur dan berkutat dengan alat masaknya itu.
tidak jauh berbeda dengan kediaman azkara yang dimana sang mamah sedang sibuk memasak didapur, yang ditemani sang suami meminum kopi sambil membaca berita di koran, sedangkan sang putra langsung kembali menuju kamar buat siap siap berangkat sekolah dan menyiapkan buku apa saja yang harus dibawa kesekolah.
tidak butuh waktu lama lagi, masakan yang di masak oleh sang bunda dan icha sudah matang dan siap disajikan didalam wadah dan ditata rapih diatas meja makan.
setelah semua masakan tertata rapih, icha dan kedua orang tuanya, langsung saja menyantap makanan yang sudah dimasak tadi, mereka makan dengan khidmat tidak ada satu pun suara yang keluar, hanya ada suara dentingan sendok yang beradu dengan piring saja.
setelah selesai sarapan, icha berpamitan kepada kedua orang tuanya, untuk berangkat sekolah duluan sebelum kejebak macet di jalannya nanti.
" ayah bunda, icha berangkat duluan ya? takut jalanan keburu ramai dan kejebak macet, yang menyebabkan icha terlambat datang kesekolahnya nanti. " ucap icha kepada kedua orang tuanya itu.
" iya sayang, kamu hati hati di jalannya ya,semangat ya kamu belajarnya sayang, " jawab sang bunda camelia kepada putrinya itu.
icha hanya menganggukan kepalanya saja, sambil salim takzim kepada kedua orang tuanya sebelum pergi meninggalkan rumah.
" Assalamu'alaikum." ucap icha berpamitan sambil berlaku dari hadapan kedua orang tuanya.
" Wa'alaikumussalam." jawab kedua orang tua icha, berbarengan.
aku sengaja gak buat,selalu berfokus ke Icha dan azkara,tapi kesemuanya.
para kelima Anak demit,raja dan ratu Kunti demit dan kisah cinta antara Icha dan pak rangga,agar sedikit berbeda aja