seorang murid jantung cinta kepada sang guru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 11
Bryan menatap mobil yang dibawa tyara, bergegas masuk kedalam ruang kantor mengambil tas laptop..
menenteng tas, berjalan kearah parkir motor di sana masih terdapat para siswi menunggu Bryan datang..
"pak Bryan, hati hati ya dijalan" salah satu siswi
"pak boleh kan kita minta foto dulu" siswi lain mengedipkan matanya
"kenapa pak Bryan tampan sekali, boleh lah pak minta nomor ponselnya" dengan wajah melasnya
"follow back Instragram aku ya pak"
"astaga aku bisa stres menanggapi ABG ini" batin Bryan
Bryan tidak menjawab apapun,tetap memasang wajah kakunya memakai jaket helm menstater motor gedenya, tambah mempesona saja..
Bryan melewati para siswa yang kecentilan tadi, mereka tampak kecewa dengan sikap byan susah beberapa kali mereka pedekate tapi Bryan selalu dingin tidak menanggapi mereka..
"pak Bryan meskipun dingin kepada kami, tapi kami tetap padamu pak" teriak seorang siswi lainya
"Oh pak Bryan kenapa anda datang disekolah kami, anda sangat membuat aku gila ketampananmu membaut ku selalu ingin kesekolah"
mereka tetap akan mencobanya besok, kecentilan ke Bryan, resiko orang tampan hadir ditengah tengah abg banyak yang pedekate..
shiit !!
mobil tyara tiba tiba saja majet..
"sial !! kenapa harus macet si? masih jauh lagi , aaaagggghh sial !! teriak tyara didalam mobil
tyara mencoba menghubungi mamah
tut Tut Tut ..
mamah [ hallo, ada apa sayang ]
Tyara [ mah, mobilku macet bisakah mamah menjemputku? ]
mamah [ maaf sayang, mamah lagi ikut papah meeting maaf banget ya, coba telfon bengkel saja ]
Tyara [ aaah, mamah !! ]
panggilan diputus oleh tyara, memukul setir berulang kali,
tok tok tok !!
Tyata menoleh kearah suara..
"pak Bryan !!" membulatkan matanya
"buka tyara "
membuka pintu mobil,
"kamu kenapa di sini? kok belum pulang?" selidik Bryan
"anu itu mobil aku macet pak"
"ikut aku pulang" ketus Bryan
"beneran pak? pak Bryan lagi gak ngeprenk aku kan? "
"mau naik atau aku tinggal"
"bentar, aku ambil tas dulu, tapi pak mobil aku gimana?
"nanti bengkel kemari" dengan wajah kakunya
"yaelah, pak jangan kaku kaku gitu kenapa? nanti aku beneran suka Lo sama pak Bryan" tyara menutup mulut
"aku tinggal kalo kamu banyak bicara"
"iya pak !!" berdecak kesal
Tyara naik kejok belakang, wangi parfum Bryan membuat tyara terasa terhipnotis, memeluk Bryan dari belakang..
sebelum Bryan melajukkan motornya, dia menelfon bengkel untuk membawa mobil tyara yang macet..
Motor melaju dengan kecepatan sedang, Tyara beberapa kali menepuk nepuk kedua pipinya apakah dia sedang bermimpi, ternyata tidak ini nyata tyara dibonceng Bryan..
"Tuhan bisakah waktu ini berhenti" batin tyara
Tyata mengambil ponsel ada ide cemerlang, dia mau pamer kepada teman temanya..
cekrek !!
Poto dikirim ke group teman sejati
Tyara [ coba kalian tebak aku diboncengin siapa? ]
Renata [ paling juga ojek ]
Tyara [ ojek sangat tampan ]
Luna [ palingan juga ferel ]
Tyara [ tebakan anda salah nyonya Luna ]
"pegangan jangan main ponsel" teriak Bryan
tangan tyara dipegang Bryan, letakkan diperut rata Bryan..
"astaga, dia manis sekali" lirik tyara
ponsel tyara bergetar mungkin mereka lagi sibuk membalas pesan tyara, Bryan berhenti didepan warung makan sederhana tapi cukup rame..
membuka helm, turun dari motor gedenya
"aku mau makan, kamu mau nunggu di sini atau ikut" ketus Bryan
"baru saja dia sangat manis, semenit kemudian berubah dingin kutub Utara" batin tyara
"Tyara !! teriak Bryan
"iya pak, a-aku ikut makan" gugup tyara
Tyara berjalan disamping Bryan, pembeli yang sedang makan menoleh kearah Bryan, mereka pasti lagi terpesona akan ketampanan Bryan
"buk Risma, biasa ya?"
"Den Bryan, lama sekali tidak mampir kesini? saya kira den Bryan sudah tidak Sudi makan kesini" ucap Bu Risma
"tidak dong buk, ayam bakar Bu Risma sangat enak" tersenyum kearah Bu Risma
"Apa !! dia seramah itu sama ibu ini, kalo sama aku kenapa wajahnya tak pernah ramah, dasar aneh" batin tyara
"Den Bryan sama pacarnya ya? cantik sekali seperti artis Korea siapa ya itu, aah lupa kalian cocok sekali yang satu mirip oppa yang atunya mirip artis Korea" ucap buk Risma panjang lebar
Tyara mengamini ucapn ibuk Risma, sedangkan Bryan wajah merah seperti tomat..
"pak Bryan kenapa wajahnya kok merah begitu? "
"kepanasan, ayo duduk disana" menggandeng tangan tyara
"pak, anda menggandeng tangan aku"
"aku tidak sengaja" melepaskan tangan tyara
"beneran juga tidak apa apa loh pak"
"benar benar kamu anak nakal" mencubit lengan tyara
"astaga, aku mimpi apa semalam bisa digandeng dicubit sama pak Bryan" senyam senyum sendiri
pesanan mereka datang, tyara makan dengan lahapnya, sedangkan Bryan makan dengan mode santai..
"Tyara bisakah kamu makan pelan pelan saja" menatap kearah tyara
knapa sandra malah menghabiskan jus sirsak....
hayo author'a kurang fokus niiihhhh....
maaf hanya koreksi thor...
sekali lg maaf,,,soal'a bnyk bgt yg sering salah swbut nama...
Jujur saya KECEWA BANGETT SAMA ATHOR 😭😭😭😭😭😭