Mempunyai otak yang pintar sungguh keberuntungan bagi Ayna, Bea siswa yang ia dapat menjadikan kesempatan baginya untuk mencari keberadaan sang Ayah yang telah tega menelantarkan dia dan ibunya.
Bertemu dengan bocil bernama Abishek, pria keturunan india , membuat hidupnya lebih berwarna.
Apalagi Abi yang selalu mengganggu kehidupannya.
Membuat ia jatuh cinta secara perlahan pada lelaki tersebut.
Namun ada dinding tertinggi yang susah ditembus untuk cinta mereka.
Ibunda Abishek menghalalkan segala cara untuk memisahkan keduanya.
Akankah perjuangan Ayna dan Abhisek akan berbuah manis......ikuti kisahnya.
" Aku akan memperjuangkanmu...karena kamu adalah cinta pertamaku, I LOVE YOU". ucap Abishek.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Happy Reading ya 😊
***
Reyhan mematung ketika lagi - lagi melihat sang Papa menangis sendirian , meski hanya papa sambung tapi Reyhan begitu menyayangi pak Hasan. Karena Pak Hasanlah ia dan ibunya bisa berdiri tegak sampai sekarang ini.
Hari ini ia pulang agak siang...karena merasakan tubuhnya yang kurang fit. Ia malah mendapati pak Hasan yang menangis sambil memegang sebuah foto usang.
Bukan pertama kalinya Reyhan melihat papanya seperti itu, tapi kali ini ia harus tuntaskan rasa penasarannya.
" Pa , kenapa sendirian disini ?".
Reyhan mengusap punggung Pak Hasan.
" Mama mana Pa ?".
Pak Hasan menyeka air mata yang sudah terlanjur mengalir itu.
" Eh Rey , kamu sudah pulang ....Mama tadi pamit pergi keluar sebentar ".
" Iya Pa , Rey tidak enak badan....boleh Rey lihat fotonya Pa ?".
Dengan ragu Pak Hasan memberikan foto tersebut...disana terlihat sepasang suami istri dengan seorang putrinya yang umurnya berkisar tiga tahun.
Dan Reyhan tau itu foto Pak Hasan muda.
" Ini keluarga Papa ?".
tanya Reyhan hati- hati.
" Iya Rey , itu istri Papa dan itu putri Papa satu - satunya ". jelas Pak Hasan.
Mata Reyhan fokus kepada gadis kecil di foto itu ...Semakin memandang gadis kecil itu , di otak Reyhan terlintas wajah Ayna karyawan barunya itu.
Apa mungkin dia ya...gumam Reyhan yang terdengar pak Hasan.
" Dia siapa Rey?".
" Bukan siapa - siapa Pa , oh ya Papa tidak mau menemui istri dan putri Papa ?".
" Papa tak punya nyali untuk itu , Papa malu Rey , Papa orang paling pengecut yang dengan tega melantarkan istri dan anak Papa ".
Pak Hasan merasa dirinya tak pantas untuk kembali ke istri dan anaknya.
" Tapi Papa kan juga tidak sepenuhnya bersalah disini ".
Reyhan tau bagaimana ceritanya Pak Hasan menjadi Ayah sambungnya..
Saat itu Reyhan masih berumur 7 tahun.
Pak Hasan adalah orang yang ditolong kedua orang tuanya saat Pak Hasan tertabrak hingga hilang ingatannya.
Akhirnya dengan hati terbuka kedua orangtua Reyhan menerima Pak Hasan bekerja di rumahnya .
Pak Hasan orang yang rajin dan jujur , Papanya Reyhan pun sangat mempercayai nya, Pak Hasan menjadi tangan kanan Papanya Reyhan , bekerja di restoran yang kini dilanjutkan oleh Reyhan.
Hingga suatu hari ketika Papanya Reyhan terbaring lemah dan menyerah terhadap penyakitnya , dihadapan Reyhan dan Mama Lina ia meminta Pak Hasan untuk menikahi istrinya dan sekaligus menitipkan Reyhan agar dijaga Pak Hasan.
Pak Hasan dengan berat hati menerimanya, Reyhan sendiri sudah dekat dengan Pak Hasan , ia mendapatkan kasih sayang seorang ayah dari Pak Hasan yang begitu baik dan penyabar.
Lambat laun pun Mama Lina menerima Pak Hasan sebagi suaminya.
Hingga suatu hari Papa Hasan menolong seseorang yang hampir tertabrak, tapi malah dirinya yang hampir sekarat.
Setelah siuman ingatannya kembali , beruntung semua bawaan dari kampung yang berada dalam tas punggung itu tidak dibuang Mama Lina.
Disitulah ia menemukan foto masa lalunya dengan perempuan yang sangat dicintainya beserta sang putri yang sangat ia rindukan .
Papa Hasan merasa dilema, ia juga tidak tega meninggalkan Reyhan dan Mama Lina, ia banyak hutang budi pada keluarga itu dan juga Mama Lina yang sudah terlalu baik padanya, meski Mama Lina tak melarang jika Pak Hasan ingin bertemu dengan keluarganya . tetapi dirinya merasa tak pantas lagi jika ia mencari istri pertamanya.
" Tapi sudah terlambat Rey , sudah lima belas tahun Papa meninggalkan mereka,mungkin putriku itu sekarang sudah berumur 18 tahun, dan pasti sangat membenci Papa ".
" Reyhan akan bantu cari Pa....emm siapa nama putri Papa ?".
menanyakan nama putri Papanya tapi kenapa hati Reyhan berdebar , jangan - jangan tebakannya benar.
" Ayna , Ayna Prameswari Putri ".
ucap Pak Hasan mantap , ia dengan jelas mengingat nama putrinya sekarang.
Deg.....nafas Reyhan tercekat, bagaimana sekebetulan begini , ia begitu dekat dengan saudara tirinya.
" Kenapa Rey, apa kamu tau sesuatu ?".
" Pa , ada karyawan baru di restoran Reyhan , dia pekerja paruh waktu karena dia sedang kuliah , dia juga berasal dari desa kelahiran Papa , namanya Ayna , Pa ".
Pak Hasan begitu kaget bercampur bahagia...ia tak menyangka akan secepat ini bisa bertemu dengan putrinya.
" Apakah benar itu putri Papa , Rey ... bolehkah Papa melihatnya ?".
" Ini fotonya Pa ".
Reyhan menunjukan foto Ayna yang sengaja ia ambil waktu Ayna melamar kerja padanya.
Mata pak Hasan berbinar, tak terasa air matanya kembali mengalir.
" Putriku tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sekali....maafin Ayah nduk , kamu sampai harus bekerja sambil kuliah, pasti kamu dan ibumu sangat berat menjalani hidup tanpa aku di samping kalian ".
Besok paginya Pak Hasan begitu semangat untuk datang ke restoran Reyhan, begitupun Mama Lina , ia pun sangat antusias untuk bertemu putri dari suaminya ini.
Mama Lina terlalu senang setelah mendengar cerita dari Reyhan dan Pak Hasan.
Keinginannya dulu untuk memiliki anak lagi tidak terkabulkan.
" Mama sudah gak sabar Pa , duh senengnya , akhirnya keinginan Mama untuk punya seorang anak perempuan tercapai juga.".
" Iya Ma , Papa juga ".
Sampai di restoran Pak Hasan mengenakan masker dan juga kaca mata.
Ia masih sedikit takut jika Ayna tak mau menerimanya.
Mereka datang sebagai pelanggan , Rosa sengaja diarahkan oleh Reyhan supaya menyuruh Ayna untuk melayani kedua orang tuanya.
Ayna menyapa dengan ramah.
" Ada yang bisa saya bantu Pak , Bu ?
" Kami mau pesan menu terenak di restoran ini ya ". Mama Lina yang menjawab , sedang Pak Hasan lidahnya kelu tak mampu untuk mengucapkan satu patah katapun...dan Mama Lina mengetahui itu.
" Baik , tunggu sebentar ya !".
Ayna berlalu dari meja mereka.
Air mata Pak Hasan yang sedari tadi ia tahan akhirnya menetes juga.
Sejak Ayna berdiri di dekat mejanya tadi ia terus memandangi wajah sang putri yang begitu ia rindukan.
" Pa " Mama Lina mengusap tangan sang suami.
" Apa kita ke ruangan Reyhan saja ".
Pak Hasan menggelengkan kepalanya.
Ayna kembali untuk menghidangkan makanannya.
Pak Hasan tak tahu harus mulai dari mana , tak mungkin kan dia tiba - tiba bilang : anakku aku ayahmu...... ia kembali menatap nanar punggung Ayna yang kembali masuk ke dalam.
Bersambung 👍
lagian Pak Amar gimana sih ngurus kelakuan istri aja gak becus tuh istrinya bikin ulah masukin orang gila kerumah anakmu
yg satunya lagi cs nya Ay jaman sekolah gimana kabarnya?? yg ini belom nikah dong