Sebagaimana Tata Surya berada dalam lintasan rotasinya, demikianlah hidup seseorang berada dalam lintasan garis kehidupannya.
Diantara banyaknya garis kehidupan, yang paling sering menjadi perbincangan dan menarik untuk dikisahkan adalah :
*Garis Kehidupan Percintaan*
Karena di garis ini, ada banyak unsur dalam diri seseorang yang bisa mempengaruhi hidupnya dan hidup orang lain.
Sebagaimana garis kehidupan percintaan gadis bernama Kandara Suwendra, seorang Programmer dari Indonesia dengan Darel Kei, seorang member boyband yang terkenal dari Korea Selatan.
Mungkin menurut perspektif kita, Darel dan Kandara berada dalam lintasan garis kehidupan yang berbeda.
Tetapi bukankah ;
"Kehidupan ini, ada yang mengaturnya?"
*Ini karya pertamaku. Mohon dukungannya, ya.🙏🏻❤
*Selamat Membaca.*
🙏🏻Semoga terhibur dan tetap semangat.😊❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. MD Entertaiment.
...~•Happy Reading•~...
Sebelum sarapan dengan Mommynya, Darel sudah hubungi Managernya, agar segera ke Agency, karena dia akan datang.
Kemudian dia juga menghubungi Asistennya. "Hyun, tolong jemput saya di rumah, dan jangan lupa mampir ke studio ambil rekaman lagu saya." Ucap Darel.
"Baik, tuan muda." Hyun senang, karena Darel sudah menghubunginya dan mereka akan ke studio.
Mereka terakhir bertemu, hari Jumat Minggu lalu. Darel hanya mengatakan padanya : 'saya merasa sedang kurang sehat, jadi ingin sendiri.' Setelah itu, Darel tidak meresepon panggilannya lagi.
Padahal hari Sabtu, Darel ada schedule pertemuan dengan pihak Agency. Hal itu membuat dia dan manager kelabakan menjawab telpon dan pertanyaan dari pihak Agency. Sebab Darel tidak merespon panggilan atau pesan dari mereka juga.
Setelah tiba di gedung MD Entertaiment, managernya yang sudah menunggu, mendekatinya dengan wajah senang dan juga khawatir. "Tuan muda, anda baik-baik saja?" Tanya manager, ketika melihat mata Darel yang tidak cerah.
"Its, Ok." Ucap Darel sambil menepuk pelan pundak managernya.
Ketika Manager mau mengajaknya bicara, Hyun memberikan isyarat untuk tidak meneruskan ucapannya. Karena Hyun tahu, Manager Darel agak khawatir dengan situasi yang sedang terjadi di Agency dan akan menyampaikan itu kepada Darel.
Kemudian mereka bertiga masuk ke gedung MD Entertaiment. Para member Melo dan manegernya sudah berkumpul, karena manager Darel mengatakan kepada mereka bahwa hari ini Darel akan datang.
Darel di sambut dengan berbagai pertanyaan dan dengan berbagai macam mimik wajah dari para member Melo, juga manager Melo.
"Kak Darel, kemana saja. Aku telpon berkali-kali dan kirimi pesan, tapi tidak direspon." David member Melo berkata dengan wajah cemas, ketika melihat Darel telah datang bersama manager dan asistennya.
"Ada masalah sedikit." Ucap Darel lalu memberikan isyarat dengan kedua jari jempol dan telunjuk, sambil tersenyum tipis. David mengangguk mengerti.
Manager Melo langsung mengadakan pertemuan untuk membicarakan rencana comeback Melo. Para petinggi Agency juga berkumpul ketika mengetahui Darel telah datang.
Direktur menanyakan ketidak hadiran Darel beberapa hari yang lalu dalam penentuan lagu Melo, dan mengapa tidak memberi kabar. Kenapa tidak merespon panggilan dan pesan-pesan dari mereka.
"Sebelumnya, saya minta maaf." Ucap Darel sambil berdiri dan membungkuk. Dia menyadari akan kesalahannya, oleh sebab itu dia meminta maaf.
"Ada hal yang terjadi dengan kondisi dan kehidupan pribadi saya. Sehingga saya perlu waktu sendiri untuk menyelesaikan itu." Ucap Darel, pelan.
"Selama ini, saya tidak pernah mengabaikan semua hal yang berhubungan dengan Melo. Tetapi saya juga memiliki kehidupan pribadi yang harus saya jalani dan harus saya bereskan, jika ada persoalan." Ucap Darel lebih lanjut.
"Tetapi, bukankah kehidupan pribadi kita mempengaruhi grup?" Tanya Baek salah satu member Melo, sambil tersenyum sinis, tipis. Semua itu tidak luput dari penglihatan Darel.
"Iyaa Baek, aku tahu itu. Sehingga aku perlu membereskan hal pribadi yang menggangguku, agar tidak mempengaruhi Grup. Jadi kau tidak perlu khawatir akan hal itu." Ucap Darel sambil menatap Baek, tajam. Dia menyadari ada nada yang tidak mengenakan dalam ucapan Baek.
Manager Melo langsung memotong pembicaraan Darel dan Baek, sebelum berlanjut lebih jauh. "Baiklah, karena sekarang semua member Melo dan penulis lagu sudah berkumpul, kita akan membicarakan rencana comeback Melo dan juga tentang lagu-lagu di Mini Album Melo." Manager Melo berusaha melerai mereka.
"Untuk Mini Album Comeback Melo, semua lagu sudah terkumpul. Semua lagu sudah dipilih dan sudah diputuskan. Ini lagu-lagunya, bisa kau lihat." Maneger Melo menyerahkan kumpulan lagu-lagu yang akan dinyanyikan Melo kepada Darel.
Mendengar apa yang dikatakan manager Melo, Darel merasa tidak nyaman dengan nada bicaranya. Tetapi dia berusaha untuk menerima dan tetap tenang.
...°-° Terkadang nada bicara dapat menunjukan suasana hati seseorang °-°...
Namun Darel terkejut, ketika mengetahui bahwa semua lagu sudah diputuskan. Tetapi dengan cepat dia mengendalikan dirinya. Dia menerima kumpulan lagu yang diberikan kepadanya, lalu buka dan periksa satu persatu.
"Jadi dengan demikian, tidak perlu lagi lagu dari saya, bukan?" Tanya Darel, sambil melihat lagu-lagu yang ada di tangannya.
"Iyaa, Darel. Karena sampai kemaren kau tidak bisa di hubungi, jadi para member sudah sepakat memilih lagu-lagu itu. Mereka juga sudah setuju, lagu utama dalam Mini Album Melo, adalah lagu yang di tulis oleh Baek." Ucap manager Melo lagi.
"Ok, kalau itu sudah diputuskan dan semua sudah setuju. Sekarang mari kita bicarakan dengan para penulis lagunya, agar kita bisa mulai berlatih." Darel langsung menutup kumpulan lagu di depannya.
Para penulis lagu yang ada di dalam pertemuan tersebut terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh Darel.
"Maaf sebelumnya, kalau Darel sudah menulis lagu untuk Melo, alangkah baiknya kita dengarkan lagunya juga." Ucap Pak Yoon, salah satu penulis senior yang sering bekerja sama dengan Darel. Beliau memang sangat menganggumi Darel sebagai pencipta lagu dan juga komposer yang jenius.
"Tidak usah, Pak Yoon. Ini sudah kesepakatan kami, bahwa lagu yang dipilih dengan suara terbanyak itulah yang dipakai. Saya yang salah, karena tidak hadir pada saat penentuan lagu." Ucap Darel, sambil melihat Pak Yoon dan mengharapkan pengertiannya.
"Iyaa, saya setuju dengan Pak Yoon. Tidak ada salahnya kita dengarkan lagu yang ditulis Darel. Kan sayang, kalau Darel sudah buat dan tidak didengar." Ucap Baek sambil tersenyum tipis. Namun semua ucapan, reaksi dan senyum Baek tidak luput dari perhatian Darel.
"Ooh... Tidak usah, Baek. Sebuah lagu yang sudah jadi, tidak akan lapuk dimakan rayap. Jadi mari konsentrasi untuk lagu-lagu ini." Darel mengangkat kembali lembaran lagu di atas meja.
Melihat ketegasan Darel sebagai Leader Melo, mereka menutup pertemuannya. Para petinggi Agency segera meninggalkan ruangan. Member Melo segera menuju ruangan latihan untuk berbicara dengan para penulis lagu.
Darel kembali didekati oleh David salah seorang member Melo dan meminta maaf kepadanya. "Its ok." Darel menepuk pelan lengannya untuk menenangkan.
Darel mendekati maneger dan Asistennya. "Hyun, kau kembali saja ke studio dan tunggu saya di sana. Nanti kita berbicara lagi." Ucap Darel kepada Asistennya. Sedangkan managernya diminta tetap tinggal bersamanya.
Beberapa saat kemudian, semua member Melo dan para penulis lagu berkumpul untuk membicarakan lagu yang akan di nyanyikan oleh Melo. Darel merasa tidak puas dengan beberapa lagu. Terutama lagu utama yang akan dinyanyikan oleh Melo saat comeback.
Saat mendengar lagu utama Melo, Darel menjadi khawatir. Karena warna musiknya sangat berbeda dengan warna musik Melo.
Darel menatap empat member lainnya dengan prihatin. Begitu juga dengan para penulisnya. "Mari kita lihat dan mengenal lagu-lagu ini, sebelum kita latihan." Darel berkata kepada member Melo lainnya.
Setelah Pak Yoon selesai memperkenalkan lagunya kepada member Melo, beliau mendekati Darel dan berbicara kepadanya. "Darel, nanti kalau tidak sibuk, tolong hubungi saya." Ucap Pak Yoon sebelum meninggalkan ruangan.
"Baik, Pak Yoon." Ucap Darel sambil membungkukan badannya.
Baek sejak tadi diam-diam tersenyum dalam hati, karena dia berpikir sudah mengalahkan Darel. Lagu ciptaannya sudah dipilih sebagai lagu utama dalam Mini Album Melo. Tetapi ketika melihat keakraban Pak Yoon dan Darel, serta mendengar ucapan Pak Yoon kepada Darel, hati Baek menjadi gusar dan kesal.
...°-° Iri hati dapat merusak orang lain, dan terutama diri sendiri °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...