kisah tentang berbagi cinta antara seorang gadis belia berusia 16 tahun bernama dinda kanaya yang terpaksa menjadi dirinya madu sementara kakak tirinya yang sedang koma hampir dua tahun lamanya. ia terpaksa mengikuti keinginan ayahnya demi pengobatan ibunya. menikah karena terpaksa mengatasnamakan bakti kepada orang tua tanpa membawa cinta dan berharap ini segera berakhir.
apakah dia akan bahagia selama menjalani lakonnya sebagai madu sementara kakak tirinya atau ini awal dari penderitaannya.
apakah kontrak pernikahan yang diberikan suaminya menjadi neraka sendiri bagi dirinya sedangkan senyum merendahkan selalu diberikan suaminya.
akankah Reno abraham seorang CEO Garment terbesar di negeri ini yang terkenal dingin dan keras hati akan luluh dan menerima dinda.
IG : titeue_keumalasaringl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon titeue keumala sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terima kasih mama
setelah selesai mendaftarkan dinda, nyonya ivanka melanjutkan perjalanan mereka menuju kampung dinda untuk mengambil berkas-berkas milik dinda yang masih tertinggal disana. hampir enam jam waktu yang mereka habiskan untuk sampai dikampung dinda. setelah sampai dinda membuka pintu rumahnya untuk sejenak mereka beristirahat disini. seorang tetangga dekat dinda menyadari kedatangan dinda.
"eh, Kak dinda sudah pulang dinas ibu" ucap ibu ema
"ibu dinda sudah meninggal buk saat operasi" ucap dinda dengan wajah sedihnya
"innalillahi maaf ya nak ibu tidak tau" ucap ibu ema
"tidak mengapa bu" ucap dinda
"kamu sekarang sekolah dikota ya" ucap ibu ema
"ia buk, hari ini dinda pulang untuk mengambil keperluan dinda dan mau kesekolah yang dulu" ucap dinda
"ibu permisi dulu ya, ibu doain kamu jadi orang sukses dikota" ucap ibu ema
"amin" ucap dinda
kemudian dinda masuk kerumahnya, yang beberapa hari ini ia tinggalkan dan mama teko melihat begitu memprihatinkan keadaan dinda dan ibunya berbanding terbalik dengan kehidupan sang besan yang begitu berkecukupan.
"Ma dinda buatkan mama teh dulu" ucap dinda
"tidak usah repot sayang, Mama rasa lebih baik kita kerumah kepala sekolahmu saja" ucap nyonya ivanka
"tapi apakah mama tidak lelah" ucap dinda
"demi anak mama mana mungkin mama merasa lelah" ucap nyonya
"ya sudah ayo Ma, sebelum hari gelap" ucap dinda.
dinda mengajak mama reno ke rumah kepala sekolah yang jaraknya lumayan jauh tetapi karena menggunakan mobil mereka tidak terlalu lama sampai. sesampai disapa dinda mengetuk pintu depan rumah kepala sekolahnya tersebut.
"assalamualaikum" ucap dinda
"walaikumsalam, siapa" ucap pak rustam dari dalam rumah
"selamat sore pak" sapa dinda saat kepala sekolahnya membuka pintu
"nak dinda ada apa, ayo silakan masuk dulu " ucap pak rustam
"terima kasih pak" ucap dinda sambil masuk bersama mama reno
"ada apa ya nak, dan kenapa kamu tidak masuk sekolah beberapa hari ini" ucap pak Rustam.
"begini pak dinda mau mengurus surat pindah sekolah dinda pak" ucap dinda
"lho kenapa pindah dan kamu kan sedang ujian kenaikan kelas" ucap pak rustam
"jadi begini pak, ibunya Dinda sudah meninggal jadi saya mengambil tanggung jawab untuk menyekolahkannya dikota agar saya dapat memantaunya" ucap nyonya ivanka
"oh begitu bapak turut berduka ya nak, kalau kamu mau kamu selesaikanlah ujianmu dihuni dulu setelah itu kamu pindah nanti sudah masuk kekelas tiga" ucap pak rustam
"bener itu sayang, kamu ujian saja dulu disini, mama akan temani kamu biar kita tidak bolak balik" ucap nyonya ivanka
"baik pak saya akan ikut ujian mulai besok" ucap dinda
"semangat ya nak bapak yakin kamu pasti bisa"!ucap pak rustam
"mama akan mendukungnya sayang" ucap nyonya ivanka.
setelah mendengar penjelasan pak rustam dinda dan mama merasa legah dan memutuskan untuk pulang. ditengah perjalanan mama meminta dinda mencari tempat makan untuk mereka makan. dinda mengiyakan permintaan mama reno. setelah makan selesai mereka melanjutkan langsung pulang keruma dinda. diperjalanan mama teko mengabari suaminya perihal dinda dan suaminya tidak keberatan asal urusan sekolah dinda lancar dan tidak terkendala.
sesampai dirumahnya dinda membersihkan kamar untuk mama teko beristirahat dan juga untuk supir keluarga abraham yang membantu mengantarnya sampai dikampung. setelah selesai membersihkan diri dan mengunci pintu rumah. dinda ikut berbaring disamping mama reno.
"kenapa mama belum tidur" ucap dinda
"belum ngantuk sayang" ucap nyonya ivanka
"maaf ya Ma dengan keadaan rumah dinda" ucap dinda
"hei, Nak apa yang kau katakan" ucap mama reno
"maaf ya Ma dinda selalu buat mama repot" ucap dinda
"itulah tugas seorang ibu senantiasa mendampingi anaknya" ucap mama reno
"terima kasih ya Ma, Mama sudah mau menyayangi dinda" ucap dinda
"sayang, Mama boleh bertanya sesuatu padamu" ucap mama
"tentu boleh ma"ucap dinda
"sewaktu kau dan teko satu kamar apa teko melakukan sesuatu pada dirimu sayang" ucap nyonya ivanka
"ia ma" ucap dinda
"apa, teko melakukan hal itu nak" ucap nyonya ivanka
"ia dia menyuruhku tidur disofa dan mengatakan aku pelayannya dan dia tuannya" ucap dinda
"maksud mama bukan itu sayang, maksud mama m•lam p•rtama kalian, Mama takut kamu hamil saat nanti masuk sekolah" ucap nyonya ivanka
"hahaha, maksud mama h•bungan suami istri begitu, tidak Ma dinda masih p•rawan mana selera tuan reno dengan dinda sigadis kampung ini " ucap dinda
"syukurlah nak kalau memang begitu, Mama doakan suatu hari nanti kau menemukan jodoh terbaik tapi sekarang tugasmu belajar dan membanggakan papa, mama dan ibumu" ucap nyonya ivanka
"siap buk bos" ucap dinda sambil memberi hormat pada mama reno.
setelah mendengar penjelasan dinda.mama reno menghembuskan nafas leganya. ia kini sudah tidak was-was atau pun khawatir bahwa Dinda akan hamil saat nanti sekolah. dinda pun menyetel jam diponsel jadulnya. ia berencana belajar sebelum subuh untuk persiapan ujiannya besok.
tepat pukul empat alamnya berbunyi setelah melaksanakan solat tahajud dinda belajar dan menghafal beberapa materi ujian untuk hari ini. setelah belajar hampir satu jam ia pergi kedapur untuk memasak nasi dan air. dan berencana ketilang sayur didekati rumahnya setelah solat subuh.
kini Dinda sudah ditukang sayur dan membeli beberapa bahan untuk membuat nasi goreng dan membeli beberapa butir telur untuk membuat telur dadar. setelah itu ia langsung pulang dan memasak menu nasi goreng seadanya. setelah selesai masak ia kemudian mandi dan bersiap lalu ia membangunkan mama reno untuk sarapan bersama. karena hari ini ia akan kesekolah sendiri dengan sepedanya seperti biasanya. kemudian ia mencium tangan mama reno untuk berpamitan.
"doain dinda ya ma" ucap dinda
"tentu sayang, doa mama selalu untukmu" ucap mama reno
"dinda pergi dulu ya ma" ucap dinda
"mau diantar" ucap nyonya ivanka
"tidak Ma dinda naik sepeda seperti biasa saja" ucap Dinda
"hati-hati dijalan ya sayang" ucap n nyonya ivanka
"ya Ma, dadada mama" ucap dinda kemudian berlalu dengan sepedanya
"gadis yang baik, sederhana dan cantik, kau akan menyesal teko melepaskan gadis seperti dinda" batin nyonya ivanka.
dinda sampai disekolah dan beberapa temannya menanyakan kemana ia pergi beberapa hari ini. dinda menjelaskan bahwa ibunya dibawa ke rumah sakit dikota dan saat operasi meninggal. saat dinda asik mengobrol
dengan temannya bel pun berbunyi pertanda sudah saatnya ujian dimulai.
dinda duduk dibangun paling depan sebelum ujian dimulai seluruh siswa melakukan doa. setelah itu mereka mengerjakan ujian mereka masing-masing.
"kamu pasti bisa dinda, semangat diriku, ingat dinda dimana perempuan berhasil disitu ada mantan yang menyesal" batin nyonya ivanka
nanti kalau sudah timbul fitnah dan salah paham, dinda selalu berlindung dengan asas kepercayaan tapi faktanya dinda tidak pernah menjaga kepercayaan yang diberikan padanya, dan dia buka merasa salah tapi malah merasa korban dan malah balik menyalahkan pasangannya, dan parah dinda akan membuat masalah seolah masalah paling besar, dan dia mau pasangan bersujud dan mengemis maaf padanya
wanita kayak dinda kalau dijadi kan istri, niscaya suaki pasti akan makan hati dan faktanya istri2 bersifat kayak dinda ini pasti rumah tangganya tidak bertahan lama