NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Hukuman

Sistem Kekayaan Hukuman

Status: tamat
Genre:Teen / Action / System / Sistem / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: dee hwang

Seorang ketua mafia yang terkenal kejam dan berdarah dingin serta banyak membunuh manusia dibangkitkan kembali di tubuh seorang pemuda tampan tapi culun, miskin dan lemah. Dia diberi kesempatan kedua karena pesan dari ibunya agar ia menjadi orang yang baik.
Demi memenuhi permintaan ibunya dia menyanggupi kesempatan kedua tersebut, akan tetapi dia dibekali sebuah sistem yang akan mengawasinya.

Dia bisa mendapatkan kekayaan dan kejayaan apabila dapat menahan diri dari perbuatan jahat namun, sedikit saja dia berbuat kejahatan maka ia akan medapatkan hukuman yang berat saat itu juga.

Tubuh yang ia dapatkan adalah tubuh pemuda malang yang mendapat perlakuan buruk dari keluarga pamannya.. tidak hanya itu, dia juga mendapatkan perundungan dari preman-preman sekolah.
Selain mendapatkan misi untuk berubah menjadi orang yang baik, dia pun harus membalaskan dendam dari pemilik tubuh aslinya.

Baca juga:
sistem pemburu penjinak monster
reinkarnasi Menjadi Pangeran Terbuang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee hwang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau jadi temanku?

.

.

Senyuman lebar tidak berhenti tersungging di wajah Fano, bagaimana tidak? Hadiah motor dan mobil dari sistem benar-benar datang, ada di parkiran khusus yang memang disediakan apartemen untuknya.

Motornya warna hitam dengan aksen merah sedangkan mobilnya berwarna merah, Fano merasa puas karena hadiahnya sesuai keinginannya malah melebihi ekspektasi.

Mana dia tau jika hadiahnya sungguhan begini? Mungkin dia terlalu meremehkan sistem.

[Untuk surat ijin dan keahlian mengemudi bisa kau dapatkan juga]

“Oh sungguh? Kalau begitu aku mau” sahut Fano antusias

[150 koin dikeluarkan untuk membeli surat-surat ijin mengemudi dan keahlian mengemudi]

[Sekarang sisa koinmu ada 1100 koin]

“150 banyak banget!”

[Kau bilang kau mau tadi]

Fano berdecak malas, lalu dia berbalik untuk kembali ke apartemennya, sistemnya sangat menyebalkan, sudah seperti ibu tiri.

[Hah?]

‘Jangan intip pikiranku juga!’

[Hmm]

Fano keluar dari lift, dia tinggal berjalan beberapa langkah lagi untuk menuju apartemennya, tapi perhatiannya teralihkan pada seorang wanita yang sedang bertengkar hebat dengan seorang pria.

Bukan urusannya sih, Fano tidak peduli juga.

[Hei]

‘Tidak tidak! Jangan beri aku misi lagi’

[Hanya membantu wanita itu saja kok, aku akan memberi 400 koin, jadi koinmu nanti akan jadi 1500 bagaimana?]

‘Gak mau’

[Hukumannya adalah membebaskan diri dari kolam penuh buaya]

Fano berhenti berjalan, kemudian menoleh pada pria dan wanita yang bertengkar itu. Mau tidak mau dia harus ikut campur urusan orang dan membantu wanita itu.

Entah apa yang mereka pertengkarkan, tapi saat Fano sudah dekat pria itu mengangkat tangannya hendak memukul kepala wanita itu. Dengan sigap Fano menangkapnya lalu menahan lengan pria itu sambil mencengkramnya kuat.

“Siapa kau kenapa ikut campur hah?!” teriak pria itu

“Aku penghuni apartemen sini dan aku terganggu dengan kelakuanmu, kau ini pria macam apa mau memukul wanita?!” kata Fano sekenanya.

“Kau tidak tau apa-apa!” sahut pria itu, dia ingin melepaskan tangannya dari cengkraman Fano tapi dia tidak bisa, Fano sangat kuat saat ini.

“Mantan suamiku ingin membawa putraku pergi bersamanya.. aku tidak sudi anakku diasuh oleh wanita jal*ng itu!” sahut si wanita.

“KAU! Hei! Lepaskan aku!” pria itu masih berusaha melepaskan diri tapi Fano tetap lebih kuat tak tergoyahkan.

“Siapa yang memenangkan hak mengasuh anak, nyonya?” tanya Fano

“Tentu saja aku, kita saja cerai karena dia selingkuh!” kata wanita itu

“Dimana anak anda?” tanya Fano “Kita harus menghargai pendapat anak juga”  lanjut Fano

[Oh, kau boleh juga]

‘Ssstt!’

Fano melepas tangan pria itu, lalu si wanita pergi ke dalam untuk menemui putranya.

Fano pikir putra yang dimaksud itu masih kecil, paling bear SMP lah.. eh, ternyata sudah besar. Fano yakin pernah melihat wajahnya itu di sekolah, dia juga masih mengenakan seragam yang sama dengan yang Fano kenakan.

Tapi, anak itu adalah tipe-tipe anak manis polos dan culun.

Iya, ada ingatan Fano asli tentang anak ini... mereka pernah dibully secara bersamaan. Anak itu juga terkejut melihat Fano ada disana.

“Kau memilih ibumu atau ayahmu” tanya Fano to the point

“Eh? It.. itu... mama..” ucap anak itu.

“Kau harus ikut denganku Yoshi!” sambar si pria.

“Hak asuh dimenangkan nyonya ini, dan putra anda juga tidak ingin mengikuti anda, sebaiknya anda menyerah dan pergi dari sini sebelum saya laporkan pad –”

BUGH

“PAPA HENTIKAN!!”

Ucapan Fano tidak selesai karena pria itu tiba-tiba memukul Fano dengan keras hingga Fano yang tidak siap terhuyung ke belakang.

‘Sial! Ijinkan aku memukul balik!’

[Satu pukulan untuk satu pukulan]

Fano menyeringai, sistem yang pengertian.

Fano tanpa pikir panjang memukul balik tepat diperutnya hingga pria itu tidak berkutik.

“Maaf telah memukul ayah dan mantan suami anda, cepat lapor satpam untuk mengusirnya” kata Fano

“Baik.. tapi, kamu gak apa-apa nak?”

Fano mencoba untuk tersenyum “Tidak apa nyonya, saya baik-baik saja”

***

Menurut Fano berbuat baik itu akan berdampak, seperti jika kau berbuat buruk.. itu akan mengantar kita pada perbuatan buruk yang lainnya.

Berbuat baik juga begitu, akan mengantar kita pada perbuatan baik berikutnya, juga akan membuat orang yang ditolong jadi beralih baik pada kita.

Tapi.. bukankah itu bagus?

Bagi orang lain mungkin bagus, tapi berbuat baik dan beramah-tamah dengan orang lain sejujurnya mengganggu bagi Fano. Itu hanya... eum – merepotkan?

Tidak apa jika itu dengan orang yang sekali-kali Fano lihat.. tapi ini tetangganya, satu gedung apartemen pula.

Apalagi, Fano tidak bisa berbuat seenaknya, dia harus baik, ramah, sopan santun, berbicara dengan baik, murah senyum... itu adalah hal paling merepotkan bagi Fano.

Iya, dia memang tidak tulus melakukan semua ini.

Kenapa?

Kalian mau protes?

“Apa makanannya tidak enak?” tanya wanita yang Fano tolong, namanya Nia. Nia sangat berterima kasih karena Fano membantunya mengusir mantan suaminya. Setelah satpam datang untuk mengusir pria keturunan Jepang itu, Nia mengundang Fano untuk makan malam dengan mereka.

Apalagi.. Yoshi, anak dari Nia yang seumuran dengan Fano, mengenal Fano. Nia sudah berpikir mereka berdua teman. Nia senang sekali karena putranya punya teman.

Fano? Dia hanya senyum-senyum saja padahal dalam hati dia sudah berteriak kesal.

Sudahlah Fano, terima takdirmu.. kau harus menjadi baik demi ibumu, ingat itu! Jadilah anak baik dan berteman dengan anak baik seperti Yoshi.

[Haha]

‘Diam kau!’

“Bukan begitu bu Nia, saya baru kali ini memakan masakan Jepang, ternyata enak sekali” kata Fano asal, tapi dia memang tidak pernah memakan masakan Jepang.

“Yoshi sangat menyukai masakan Jepang, karena kami dulunya tinggal di Jepang sampai Yoshi berumur 13 tahun, tapi kemudian mantan suamiku selingkuh, kami pun bercerai dan kami pindah ke tempat asalku.. disini” cerita Nia.

Di atas meja makan terdapat banyak sekali makanan khas Jepang, seperti nabe, udang goreng tepung, lalu... sashimi? Fano tidak tau itu daging ikan apa, yang pasti itu sashimi dan rasanya enak.

“Pasti berat ya harus berpisah” kata Fano, lagi-lagi asal, tapi karena Fano yang asli pandai berbicara jadi ya nyambung saja.

“Iya sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi... kebahagiaan putraku lebih utama”

Fano menoleh pada Yoshi yang hanya makan sambil diam, dia tidak banyak bicara, dia sesekali juga menoleh pada Fano seakan ada yang ingin dia bicarakan tapi tidak berani.

“Apa kalian teman baik di sekolah?” tanya Nia lagi.

Fano menggeleng pelan “Tidak juga bu, saya anak yang pendiam dan penyendiri jadi ya... tidak bisa akrab dengan teman lain” kata Fano

“Sama kalau begitu dengan Yoshi, kalian berteman dengan baik ya” pinta Nia.

[Kalau kau berteman dengan Yoshi –]

‘Apalagi?’

[Aku hanya ingin bilang dia anak yang baik, kau mungkin bisa ketularan baik jika bersama orang baik juga!]

‘Oh, aku pikir kau akan memberiku koin jika mau berteman dengannya’

[Tidak mau!]

‘Pelit!’

[Tapi kau bisa cepat naik level jika berteman dengannya]

‘Oh, level sistem?’

[Iya]

‘Hehe’

[Dasar!]

‘Apa?’

Yoshi mengernyitkan dahi melihat Fano yang diam saja tapi terlihat sedang membayangkan sesuatu yang aneh.

Fano jadi sangat aneh sejak jatuh dari atap gedung.. tapi lebih aneh lagi karena dia bisa selamat seperti itu dan tidak mati.

Kemudian Fano juga menatap Yoshi, melihat Yoshi yang menatapnya dengan tatapan aneh Fano jadi merasa... aneh?

Oh iya, Yoshi laki-laki ya, kalian jangan berpikiran aneh.

Setelah makan malam, Nia meminta Yoshi untuk menemani Fano.

Jadilah mereka berdua bersama mengerjakan PR, tapi di apartemen Fano kali ini.

Rasa canggung mendadak terasa memenuhi seluruh apartemen ini.

Fano tidak suka ini.

Baiklah dia akan berteman dengan Yoshi.. ini akan jadi sangat sulit, karena Yoshi sangat pendiam.

“Hei.. Yo.. Yoshi?” panggil Fano

Yoshi menoleh pada Fano, menatap Fano dengan mata bulat kecilnya yang lucu. Sebenarnya Yoshi ini tampan, tapi lebih dominan manis dan imut.. seperti adik laki-laki yang menggemaskan dan manja tapi juga merepotkan. Hanya saja Yoshi sangat pendiam.

Menurut Fano, Yoshi mirip anak kucing.

Fano tidak suka sesuatu yang terlihat baik seperti ini, ingin ia hancurkan dan rusak...

Tapi tentu saja dia tidak bisa, apalagi Yoshi bukan boneka tapi makhluk hidup. Kalau boneka mungkin sudah dari tadi Fano pukuli hingga puas.

“Kenapa?” tanya Yoshi, dia terlihat agak was-was dan sedikit menjaga jarak dengan Fano.

“Tidak, itu.. mau jadi temanku?”

“Hah?”

.

.

1
Junior Ian
absurd but good
hbb
kebanyakan pemeran nya maka nya yg baca puyeng🤭
Sugab
apakah ini ciri khas penulis ini? di novel yg lain mcnya dibikin naif. di novel ini pembatasannya terlalu banyak. kan tinggal bikin aturan "boleh bertarung, selama tidak membunuh". trys gunanya skill bertarung apaan kalau dibatasi?
Sugab
yang udah baca novel ini lebih dari bab ini, tolong dong kasih info. apakah mc dilarang bertarung membela diri? sebelumnya saat ada yg coba main tangan, sistemnya jg ngasih peringatan. sepertinya sistemnya gak bisa bedain benar/salah
Abdul Fikri Alim
di epa 137 fano udah lv 17 kok turun jadi lv 16????
johan pratama windra
penyamaran yang menantang🤣🤣
masjidi rjr
taro itu talas.
Aldy Pramudya
klo kelewat ya tak bantay
YANTO BIRAHI 🅥
,
Aspian Samsu
Luar biasa
kakek sholeh
sama tanaman pun gak ada akhlak nya kau memang penjahat kau
Ghiets'Enay
1.naif ituu polos nya kebangetan hingga bikin muak.
2.naif itu satu sifat manusia yg pikiran nya bilang semua manusia itu baik gada yg jahat, gaada niatan buruk satu sama Laen,,
Itu bukaaaaaan????
Ghiets'Enay
terinspirasi kali yaa,, pecinta Drakor kayaknya author cantik ini...
weeeei a aku baca lagiiiiidari awal
(IG:@dee_hwang_author): bukan Drakor, aku terinspirasi dr film Korea, bukan drama.

nggak sama kan? 😂
total 1 replies
goresan curahan keluh kesah
boleh ga sih benci queen 😭 sumpah licik bngt mentang" keluarga angel dibawah mereka jadi lah seenaknya mempermainkan hidup orang. keluarga kalian yg bermasalah kok malah keluarga orang yg ada di bawah kalian yg harus menanggung semua resikonya. benci deh era fano😭 pdhl era Felix si Felix terus yg mempertaruhkan dirinya di era lino juga gitu tp knpa di era fano lino jd begini 😭 cuma demi anaknya yg jd perusak😭
(IG:@dee_hwang_author): sabar ya... 🥺
total 1 replies
Oka Derza
mana kelanjutannya Thor????

yahhhhh😮‍💨
Oka Derza
apa ada masa kelam di waktu kecil kahhh
Mananza Dekorasi
Luar biasa
Oka Derza
aku jg mau utk wajahku ini😭😭😭
Oka Derza
apa maksudnya sih????
DigiDaw
Hanya uang saja hadiah-nya?
Bagaimana dengan kekuatan??!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!