Alisya adalah seorang gadis berhati lembut yang disukai oleh banyak orang. Dia adalah pemeran utama dalam sebuah novel yang mengisahkan tentang cinta yang berawal dari dare atau tepatnya tantangan.
Sedangkan Risa adalah gadis tertutup dan hidup dengan menyendiri. Bukan, bukan berarti dia bodoh dan miskin, tapi dia adalah seorang hackers terkenal diperkalangan Ahli IT..
Maka kenapa dia bisa masuk kedalam tubuh gadis bernama Alisya itu?
Kenzie lardfiez :"kau membuat aku tergila-gila kepadamu"ucapnya dengan seringai yang menjengkelkan
Yak!. itu bukan dialoqnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oreno
Kenzie menurunkan ponselnya. Matanya melirik kesamping tempat Arann dan Zean berada. “Arann, kita harus kerumah ayahku”
Arann mengangguk “bisa. Tapi bagaimana dengan Ulangan disekolah?”
“aku tidak peduli”ucap Kenzie malas. Matanya melirik kearah sepion mobil “gadis itu menghilang?. Arze, kau Sekarang tidak pandai mengalahkan seorang gadis?”
Arze tersenyum “Aku lengah saat kau tadi berbicara kenzie” jadi maksudnya adalah.itu salahmu oke?!
“sepertinya dia memang sangaaat misterius. Lihatlah, wajahnya yang cantik itu aaahk. Bagaimana bisa balapan seperti itu?”pikir Allan melayang keatas ubun-ubun kepalanya.
Kemudian Allan melanjutkan “jika kau berhasil mendapatkan cintanya. Aku akan memberimu Apartemen yang ada di pelabuhan itu!”
Kenzie mengunyah permen karetnya lalu berkata “jangan menarik ucapanmu kawan”
“tentu saja!”
Sesampainya dipintu gerbang sekolah. Zean, Allan, dan Arze turun. Sebaliknya Kenzie dan Arann melaju menuju Rumah Kenzie.
Ayah Kenzie telah menunggu diruang kerjanya. Matanya yang tajam melihat pintu terbuka. Ada anaknya beserta Asistennya. “kenzie”
“ya...” Kenzie menghempaskan tubuhnya disofa ruangan. Matanya melirik Ayahnya itu dingin “Aku memang ingin hadiah. Apa kau sudah menyiapkannya?”
Ayah Kenzie.Lardfiez arendello meluruskan bibirnya. Matanya yang tajam tampak mengerikan. Jari-jarinya memiliki cincin-cincin Aneh yang berisi berlian-berlian kecil maupun besar. Serta aura yang sangat tajam darinya. Memperlihatkan wajah iblisnya, bibirnya yang hitam karena sering merokok membuka suara “hadiah apa yang kau inginkan?”
Kenzie mengangkat kakinya kemeja. Dia sedikit mencibir sebelum berkata “kau pasti tau”
“hm?.. maksudmu Anak sialan itu?..” Fiez tertawa. Tawanya mirip dengan Kenzie, Kenzie mengerut tidak senang. Mata Fiez meredup “Dia itu bukan adikmu Kenzie Anakku”
“dasar bodoh!”tawa Fiez menggelegar sepanjang ruangan. Dia memutar pulpennya dengan seringai tipis “yayaya.. kau sudah lama menantikan ini. Jadi aku tak akan menghentikan mu. Tapi kau harus mengurus Penghianat itu”
Penghianat yang dia maksud Adalah Sosok yang ingin membawa kabur adik Kenzie. Sayang sekali dia harus tertangkap oleh pengejaran profesional yang dimiliki keluarga Lardfiez.
Kenzie tak banyak bicara. Dia turun bersama Arann. Rumah yang terang itu terasa gelap setiap Kenzie datang. Dia biasanya akan terus berada dirumah kakeknya. Tapi dia belumlah cukup bisa melepaskan tangannya dari cengkraman Ayahnya itu.
Arann sebagai asisten Kenzie menekan sebuah tombol dibalik rak buku itu. Dan terbukalah ruangan yang sangat gelap dan gelap. Kenzie masuk kedalam diikuti Arann. Arann Akhirnya membuka suaranya “kenzie.. apa kau yakin membunuh teman Adikmu?”
Kenzie tanpa ragu menjawab “dia rela berkorban untuk Zyna maka harapan terakhir agar Zyna keluar dari perangkap Fiez adalah pengorbanannya . Dia harusnya mengerti. Dari pada diam dan menunggu Zyna kehilangan suaranya sampai mati. Diapun Akan mati sia-sia”
Alasan yang dimiliki Kenzie cukup masuk akal. Arann mengangguk, dia membuka pintu besi dengan tinggi mencapai langit-langit ruangan itu. Mereka melangkah sampai ketempat sosok yang dirantai. Menyedihkan
Kenzie masuk. Dia berjongkok untuk mengamati wajah babak belur yang dimiliki oreno nama itu yang selalu disebutkan oleh Adiknya Zyna. Sayang sekali dia harus berakhir hari ini.
“Oreno..”
Oreno tau seseorang datang dari langkah kakinya yang menggema sepanjang koridor penjara besi ini. Tapi dia sudah pasrah kalau-kalau ingin dipukul lagi. Tapi suara maskulin yang memikat itu membuat oreno mengangkat kepalanya perlahan.
Itu kenzie. Dia selalu terlihat mirip iblis itu!. Setiap oreno melihat wajah Kenzie, dia selalu ingin mencekiknya. Tapi dia masi waras untuk melihat siapa yang lebih jahat dan siapa yang tidak “k..enziihh”
“kau bersedia berkorban untuk adikku?”
Mata oreno melebar. Dia meronta-ronta dibalik lengan yang dirantai “zyna!.. Dimana dia!, Apa yang iblis itu lakukan!?”
Kenzie mengunyah permen karetnya “hei tenanglah.. Aku ingin bertanya. Kau ingin mati dan menyelamatkan Zyna atau Zyna kau biarkan mati dan kau mati juga membusuk dipenjara ini?”
Oreno mengerut “apa maksud...mu”
“aku tau kau mengerti apa yang aku katakan”
Oreno menunduk. Dia memang sudah terlalu sakit untuk berada didunia ini, tapi dia tidak menyerah karena Zyna lebih membutuhkan dirinya. Kenangan-kenangan masa kecilnya sampai beranjak dewasa Masi teringat jelas dibenaknya. Dialah sumber mataharinya. Bagaimana bisa dia membiarkannya mati?
“oreno.. sepertinya aku berubah pikiran..”
Oreno menatap Kenzie heran “apa maksudmu?”
Kenzie mengadahkan tangannya “Arann..” Arann menyerahkan sebuah benda seperti jarum kepada Kenzie. Kenzie menatap oreno dengan senyuman tipis..
“oreno. Aku berutang Budi kepadamu. Dan sekarang kau nikmatilah balas Budi ini”
_°_♔︎♔︎♔︎_°_
Chelsea memeluk leher Alisya dengan menangis tersedu-sedu “huwaaa.. Li, aku tidak yakin dengan hasil ulanganku. Aku merasa semuanya sangat sulit” sedihnya.
Alisya sedikit terenyuh. Dia mengusap kepala Chelsea dengan sedikit canggung “tenanglah. Lain kali jika kau ingin bertanya. Tanya saja”
Chelsea mengurucutkan bibirnya “itu kan ulangan. Tidak mungkin aku menyontek denganmu”
“aku bilangkan bertanya bukan menyontek celsi”
Chelsea semakin cemberut. Dia berdiri dan menarik tangan Alisya “ayo, kita harus membeli banyak jajanan. Aku sangat kesal hari ini”
“kau tidak takut gendut?” Alisya bertanya. Seingatnya gadis-gadis fenomenal saat ini lebih suka makan setengah dari biasanya orang normal makan. Demi kecantikan yang langsing.
Chelsea memeluk lengan Alisya. Mereka berjalan menuju kafetaria tempat biasanya makanan lengkap disediakan. Tangan kirinya mengusap air kecil yang berada diujung matanya “Tidak. Aku sedang kesal saat ini oke!”
Dia menendang botol.
Botol itu ditendang sangat keras. Dia memantul dari sisi dinding kekepala orang.
Tunggu!.. kepala!
“A-alisya.. bukankah itu sidosen sok kecakepan itu?”
Alisya ikut menatap dosen muda yang terlibat dalam hukuman Kenzie dulu. Dosen muda itu bernama Fyzah. Dosen yang mengajar dalam bidang ekonomi karena kepintarannya dalam mengurus hal-hal berbau penjualan.
Fyzah mengelus dahinya yang terkena lemparan. Dia melangkah dengan marah menghampiri dua mahasiswi itu. Setaunya salah satu dari keduanya adalah sibunga sekolah yang menolak seorang Kenzie pangeran sekolah.
Lihat!.. bagaimana dia akan menghukum gadis sia * lan itu!
“siapa yang melempar saya!”
Keduanya terdiam. Chelsea menatap Alisya dengan memelas. Meminta cara agar kabur dari amarah dosen itu. Alisya memeluk Chelsea. Dia langsung menatap tajam Fyzah.
Aura mengintimidasi yang membuat orang merasa tercekik dengan tak kasat mata. Matanya yang dingin menghunus tepat Dimata dosen itu yang melotot.
Fyzah menghentikan ocehannya. Dia merasa bulu kuduknya berdiri. Matanya masi tak menyerah untuk melotot kearah kedua mahasiswi itu “hei!.. lihat dengan wajahmu itu!, Kau berani menatap dosen!?. Minta maaf sekarang!, Atau saya lapor kam–”
“saya gak sengaja ms” cicit Chelsea mengintip dari celah pelukan Alisya.
“oh jadi kamu!.. ikut saya kekantor sekarang!” Fyzah hendak menarik tangan Chelsea. Tapi Alisya lebih dulu menarik tubuh chelsea menjauh.
“yak!”
“ms. Fyzah, perhatikan caramu sebagai dosen. Membuat dia ketakutan adalah caramu?. Jika aku turun tangan. Bagaimana kau akan disingkirkan hm?”ucap Alisya acuh tak acuh.
Fyzah mengerut. Dia memang tidak memeriksa dengan detail tentang Alisya. Tapi dia juga takut apa yang dia katakan benar akan terjadi hanya karena masalah lemparan botol saja.
Fyzah berbalik. Dia harus bertanya dulu sebelum membuat masalah. Itu akan berdampak kepadanya jika asal-asalan bertindak. Jika gadis itu membohonginya siap-siap untuk menerima akibatnya!.
Alisya menunduk untuk melihat wajah Chelsea. Selain hobinya yang pecicilan. Dia juga penakut. Dia semakin takut gadis ini menjauh sedetik saja akan dibully orang.
terimakasih telah membaca^^
si-ojal mencurigakan↑(๑¯◡¯๑)