Obsesi, satu kata yang tidak bisa dilepaskan dari seorang Marcus Torricelli, termasuk memiliki sang keponakan, Shannon.
walau dijuluki King Of World, namun dibalik itu Marcus menyimpan 1000 Rahasia.
Saat dia berkunjung ke Mansion salah satu kerabatnya, dia bertemu dengan anak perempuan kerabatnya itu, dia menyimpan rasa kagum terhadap Perempuan itu.
Dan dia ingin memiliki perempuan itu, walau perempuan itu masih berusia 20 Tahun.
Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, termasuk memiliki perempuan itu dengan cara apapun...
Dia juga sangat menghormati dan menyayangi Perempuan itu, karena jika dia sudah jatuh cinta, maka dunia bisa saja Kiamat. Rasanya dia akan menjadi manja dan sangat Posesif.
Bahkan Pria berusia 35 Tahun itu memiliki perusahaan yang sangat sukses dan mendunia. Sehingga Ia memiliki banyak musuh.
YOU ARE A WRITER SEASON 6 (Update Senin, Rabu, Jumat, Minggu 9.00 Malam)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qisyfi Azhra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11 (My Best Friends)
.....Happy Reading.....🙏🏻📖
H-9
Pagi Hari Kemudian.........
Kemarin Marcus dan Shannon tidak pulang ke rumah, Shannon menginap di hotel sedangkan Marcus menginap di apartementnya, mereka sama-sama menenangkan diri.
Jika Marcus menenangkan diri setelah berpisah dengan Tiara dan akan memulai perjalanan cinta yang baru dengan Shannon.
Shannon justru sebaliknya dia menenangkan diri atas kejadian yang terjadi pada dirinya saat ini. Yaitu atas paksaan dari Marcus untuk mencintainya, mengingat kembali sosok Alvin, pria baik yang selalu menjaganya.
MANSION TORRICELLI.
Ruang Makan.
Terlihat ada Tuan Alendro, Nyonya Shannin dan putri kembar mereka Shanni, mereka bertiga sedang duduk, terlihat wajah Nyonya Shannin mencari sesuatu.
"Mama cari apa?"Tanya Shanni, meminum coffenya.
"Uncle sama kakakmu mana?"Tanya Nyonya Shannin, tatapan bingung.
"Mmmm, Uncle Marcus di apartementnya dan kakak menginap di hotel..."Jawab Shanni, berbohong.
"Kamu yakin?"Tanya Nyonya Shannin, sekakan tidak percaya dengan ucapan anaknya.
"Ya, aku yakin, aku berangkat ya ma, sudah telat..."Ucap Shanni, berdiri dan pergi.
Nyonya Shannin menatap bingung putrinya, dia tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya, permainan macam apa ini, dia bahkan tidak tahu jika Putrinya berada dalam kukungan cinta dan obsesi dari seorang Marcus Torricelli.
"Pa, sebenarnya ada apa ini?"Tanya Nyonya Shannin, bingung.
"Sudahlah ma tidak usah difikirkan, ingat penyakitmu bisa kambuh, jaga kesehatan..."Ucap Tuan Alendro, mengelus kepala istrinya itu.
"Oh ya besok kita kembali ke Italia, papa ada beberapa pekerjaan, tidak masalahkan?"Tanya Tuan Alendro.
"Y-ya, mama tidak masalah..."Jawab Nyonya Shannin.
ROSES HOTEL'S.
Sweet Room No 120.
Shannon sedang duduk disofa sebari kakinya lurus kekursi depan, dia sedang membaca magazine fashion, dia juga sebari nyemil Snake dan Juice.
"Huft melelahkan, bukankah hari ini aku kuliah...."Ucap Shannon, menutup magazinenya.
"Ya aku kuliah, dan sudah telat, sudahlah lebih baik aku pulang saja..."Ucap Shannon, berdiri.
Shannon berjalan mengambil pakaian yang baru saja dia beli dari merek chanel secara online. Dia memakai pakaian itu dan sedikit berias.
Setelah rapih berpakaian, Shannon mulai merapikan rambut, menyisirnya dan menyemprotkan parfum rambut serta vitamin rambut.
**Potret si cantik Shannon pagi ini\, selalu cantik disetiap pagi..**
Setelah siap dia mengambil tas selempangnya dan pergi chekout.
Lobby Hotel'S.
Tetapi saat di lobby hotel, Setelah chekout Shannon baru ingat jika dia tidak membawa mobil ke hotel, dia harus memesan taxi online dulu.
"Yaampun kenapa aku bisa lupa jika aku tidak membawa mobil kesini..."Ucap Shannon, menepuk keningnya.
Shannon mengotak-atik ponselnya memesan taxi online, sebari menunggu Shannon duduk disalah satu kursi yang disediakan untuk pengunjung.
"Shannon...."Ucap Seorang pria yang pasti dikenal oleh Shannon, Shannon mendongakkan kepalanya dan bertatapan dengan pria itu.
"Alvin..."Ucap Shannon, berdiri.
Wajah Shannon terlihat begitu terkejut dan tidak menyangkan, Alvin tersenyum manis menatap Mantan kekasihnya itu, dia sudah bisa merelakan Shannon untuk Marcus. Namun rasa sayang masih ada lah ya.
"Apa kabar?"Tanya Alvin.
"Aku baik, kamu bagaimana..."Tanya Shannon, tersenyum ramah.
"Aku juga baik, oh ya kamu disini sama siapa..."Tanya Alvin.
"Eh duduk dulu..."Ucap Shannon, mereka pun duduk bersebelahan.
"Aku disini sendiri, kebetulan lagi mau sendiri saja..."Ucap Shannon, tersenyum.
Tiba-tiba seorang wanita dengan rok selutut dan kaos berwarna navy juga rambut yang diikat berjalan mendekat ke mereka dengan membawa tas tenteng.
"Alvin, kamu jahat ya nggak nungguin aku..."Ucap Wanita itu manja.
Shannon menoleh dan menatap wanita itu.
"Shannon kenalin ini Kiki, dan Kiki kenalin ini Shannon..."Ucap Alvin, berdiri diikuti Shannon.
"Oh, Hello mba saya Kiki pacarnya Alvin..."Ucap Kiki, mengulurkan tangan namun tidak dibalas oleh Shannon.
"Saya Shannon...."Ucap Shannon, datar.
Tiba-tiba lewatlah didepan mereka sekumpulan orang, didepan sekali ada Marcus, dibelakangnya ada Levi dan Leo dibelakang Levi dan Leo ada 4 orang dari klan mafia dan dibelakang sekali ada 5 orang, dewan kelompok keuangan Mafia.
Shannon mematung melihat sosok Marcus yang begitu gagah dan tampan, bahkan senyum tersungging dari bibir manisnya itu, sedangkan Marcus menatapnya datar.
"Uncle!"Ucap Shannon.
"Kenapa kamu disini?"Tanya Marcus, datar.
"Mmmm, Uncle pulang yuk..."Ucap Shannon, berjalan mendekat ke Marcus dan menggandeng tangan Marcus.
Akhirnya mereka semua pergi keluar dari hotel itu, Alvin dan Kiki menatap Marcus dan Shannon, Kiki menatap kagum Marcus karena ketampanannya, sedangkan Alvin menatap bingung karena Shannon yang tidak pernah berpegangan tangan dengan dirinya, tiba-tiba menggandeng tangan seorang pria.
TC UNIVERSITY.
Saat ini adalah jam istirahat mahasiswa dan mahasiswi, Shanni keluar dari kelasnya menuju kantin, dia cukup merasa kesepian karena tidak ada kakaknya, yang ada hanyalah Bodygurd yang selalu mengikutinya kemana-mana.
Bruukkk......
Tubuh Shanni tidak sengaja menabrak seseorang, Orang itu adalah mahasiswi wanita yang popular dan terkenal di University karena kecantikan dan kecerdasannya.
Dia juga berasal dari keluarga kaya keturunan bangsawan spain.
"Sorry..."Ucap Shanni, merapikan pakainnya.
"Iya tidak apa-apa..."Jawab Wanita itu.
"Hei kenalin Aku Layla, namamu siapa?"Tanya Layla, mengulurkan tangan.
"Hi too, namaku Shanni..."Ucap Shanni, membalas uluran tangan Layla.
"Kita berteman sekarang..."Ucap Layla, merangkul Shanni.
Shanni terkejut dan menatap Layla, ternyata ekspetasinya salah, dia berfikir jika Layla adalah bad girl yang sombong karena terkenal di University, ternyata Layla manis dan ramah.
"Okay, kita berteman..."Ucap Shanni, tersenyum.
Mereka berdua pun berjalan kekantin bersama diikuti para bodygurd, Saat sampai dikantin mereka berbincang mengenai tugas kuliah, usia mereka, jurusan apa, dan dari keluarga apa.
"Shanni kamu kuliah disini baru ya?"Tanya Layla, minum juice.
"Iya baru 2 hari hahahahah..."Ucap Shanni, diiringi tawa.
"Dari mana?"Tanya Layla lagi.
"I'm from Itally, and aku baru 1 minggu mungkin di Indonesian..."Ucap Shanni, membuka ponselnya.
"Benarkah?berarti kau bukan orang sini dong..."Ucap Layla.
"Iya..."Jawab Shanni.
"Kamu dari keluarga mana?"Tanya Layla.
"Mmmm sorry private..."Ucap Shanni, merasa tidak enak.
Didalam keluarganya tidak diajarkan memberi tahu marga mereka, apalagi Keluarga Torricelli, Marga Torricelli tidak bisa sembarangan diumbar.
DI DALAM MOBIL.
Di dalam mobil Shannon duduk diujung sebari melihat ke luar lewat jendela, Sedangkan Marcus duduk dengan elegan sebari melihat IPAD-Nya.
Di dalam mobil sunyi tidak ada perbincangan bahkan tidak sedikitpun Ada suara jika mobil itu berpenghuni.
"Ehhemm, dimana kamu semalam?"Tanya Marcus, suara berat.
Shannon menoleh dan menatap wajah sangar dan datar Marcus yang menatap IPAD-Nya, Shannon membenarkan posisi duduknya.
"Hotel."Jawab Shannon, datar.
"Untuk yang kemarin Uncle minta maaf karena memintamu pergi, Uncle cuman mau berbicara serius dengan Wanita itu...."Ucap Marcus, serius.
"Ya, no problem, itu bukan masalah untukku, aku hanya ingin sendiri saja kemarin.."Ucap Shannon, tersenyum tipis.
"Ya aku mengerti, kau sudah sarapan?"Tanya Marcus, melirik Shannon.
Dia tertegun karena tampilan Shannon yang begitu cantik dengan balutan sederhana, melihat bibir Shannon yang begitu menggoda.
'Oh Damn It'
Dia begitu menggoda, membuat iman goyah.
"Sudah, Uncle sudah?kalau belum kita mampir ke restaurant beli sarapan dulu..."Ucap Shannon, raut khawatir.
"Tidak aku sudah..."Ucap Marcus, tersenyum tipis.
"Tuan kita akan kemana?"Tanya Leo, yang menyetir.
"Kita ke Mansion mengantarkan Shannon pulang.."Ucap Marcus, datar.
"Tidak, aku mau bertemu temanku dari American yang baru saja datang ke Indonesian, kita ke Mall saja.."Ucap Shannon pada Leo.
"Mall mana Nona?"Tanya Leo, memberhentikan mobil.
"Pacific Place Mall..."Ucap Shannon.
"Baik...."Jawab Leo, mulai menjalankan mobil kembali.
PACIFIC PLACE MALL.
Saat sampai di Mall, Shannon berpamitan dengan Marcus dan Leo lalu keluar dari mobil mewah itu, kemudian mobil meninggalkan area mall.
Shannon berjalan memasuki Mall, Pada saat ini Mall tidak terlalu ramai, sehingga Shannon tidak terlalu merasa risih, Shannon mencari restaurant yang dimaksud oleh sahabatnya itu.
Kemudian memasuki Restaurant.
Parada Stila Restaurant.
Shannon mencari meja no 20 tempat sahabatnya duduk, kemudian dia melihat sahabatnya yang dari American dia berteriak kecil.
"Jenifer I miss you..."Teriak Shannon, berlari menghampiri sahabatnya itu.
Jenifer menatap sahabatnya dan berteriak sebari berlari memeluk Shannon.
"Shannon I miss you too..."Teriak Jenifer.
Mereka berdua berpelukan melepaskan rindu, mereka sahabat dekat bahkan kedua orang tua mereka juga bersahabat, Jenifer cantik dan Genius.
"Ayo kita duduk..."Ajak Jenifer, mereka berdua pun duduk.
"Yaampun Jenif kamu makin cantik saja sih..."Puji Shannon, meletakan tasnya.
"Hahahahahah Kamu bisa saja sih Sha, kamu tuh yang selalu cantik dari dulu..."Ucap Jenifer.
"Eh Jenif, Bagaimana kehidupanmu di American?"Tanya Shannon.
"Ya I'm so happy, namun aku masih belum bisa melupakan Erick, dia selalu ada didalam hatikku, jiwaku bahkan ragaku..."Ucap Jenifer, menunduk.
"Sabar ya Je, aku yakin jika kamu sama Erick berjodoh kalian pasti dipersatukan oleh Tuhan..."Ucap Shannon.
"Oh kalau aku boleh tahu Erick itu bagaimana?"Tanya Shannon, dia memang tidak mengenal dan tidak pernah bertemu dengan sosok Erick.
"Erick itu tampan, baik and berkharisma, namun Papa dan Mama selalu melarang diriku untuk bertemu dengannya karena status keluarganya yang tidak jelas, walau begitu Aku tetap mencintai Erick..."Ucap Jenifer, meminum coffe.
"Sabar ya Je, Aku doain semoga kamu sama Erick itu berjodoh..."Ucap Shannon, tersenyum.
"Thank you, You are my best friend..."Ucap Jenifer, memeluk Shannon.
**Visual Jenifer Laurencia**
MARKAS MAFIA FROM INDONESIAN.
Mobil mewah Marcus telah memasuki area markas, Banyak Malfioso diberbagai sisi Markas besar itu.
Leo membukakan pintu untuk Marcus, Marcus berjalan memasuki Markas, terlihat Levi menyambut Marcus dipintu Markas.
"Selamat datang Tuan Torricelli..."Sambut Levi, formal.
"Heemmm....."Jawab Marcus, berjalan masuk.
Ruang Khusus Boss.
Marcus duduk dikursi kebesarannya, didepan mejanya ada 2 kursi tempat Leo dan Levi duduk, mereka bertiga duduk bersama.
"Bagaimana rencananya Levi?"Tanya Marcus, datar.
"Rencananya sudah matang Tuan\, misi bisa dilaksanakan 2 hari lagi dikawasan *****\, saya juga sudah menyiapkan 5.000 Malfioso\, 2.000 bodygurd\, dan saya juga akan ikut dengan anda dalam misi ini..."Ucap Levi\, serius.
Marcus mengangguk-nganggukan kepalanya dan menatap sangar kedua orang didepannya.
"Misi ini sudah kau siapkan dengan sangat matang bukan?aku tidak ingin banyak korban jiwa lagi..."Ucap Marcus, dingin.
"Ya Tuan, misi kali ini sudah saya siapkan dengan sangat-sangat matang, mengingat resiko dari misi ini jauh lebih berat dari misi-misi lainnya..."Jawab Levi, tegas.
"Okay, kita berangkat 2 hari lagi, aku mau menghabiskan waktu bersama Shannon sebelum bertaruh nyawa..."Ucap Marcus, datar.
"Baik...."Jawab Levi, sopan.
"Dan untuk Leo, aku serahkan kepemimpinan perusahaan kepada kau, jaga perusahaan dengan baik, dan aku titipkan Shannon dan Shanni padamu, jangan sampai si kembar terluka dan kenapa-kenapa karena musuh..."Perintah Marcus, tegas.
"Baik Tuan..."Jawab Leo, sopan.
"Tuan saya permisi..."Ucap Levi, berdiri.
"Heeemmm...."Jawab Marcus.
"Saya Juga..."Ucap Leo, pergi.
Marcus berdiam diri, bergulat dengan fikirannya, dia memikirkan akan pergi untuk menyelesaikan misi meninggalkan Shannon yang bahkan tidak tahu sudah mencintainya atau belum.
Rasanya tidak rela harus meninggalkan si cantik Shannon, namun ini sudah menjadi tanggung jawabnya.
"Aku harap setelah aku pulang dari ***** kau sudah mencintaiku..."Ucap Marcus.
Siang Hari Kemudian..........
Setelah berbincang bersama sang sahabat sampai waktu makan siang, Shannon mengajak Jenifer untuk pulang ke Mansion Torricelli menemui Kedua orang tuanya, Jenifer pun menyetujui ajakan sahabatnya itu.
MANSION TORRICELLI.
Saat sampai di Mansion, mereka menuruni taxi, memasuki gerbang dengan berjalan kaki, lalu menaiki mobil seperti mobil dibandara, Jarak antar tempat di Mansion sangatlah jauh, sehingga Marcus membeli 1 mobil golf.
Saat sampai didepan pintu megah nan mewah Mansion, Jenifer terkagum dia benar-benar terkagum, bahkan Mansion keluarganya tidak semewah ini, padahal keluarga orang terkaya di American saat ini.
"Papa, Mama, Shannon pulang..."Ucap Shannon, memasuki Mansion.
Ternyata Nyonya Shannin sedang berada di ruang tengah sedang perawatan ada 5 orang dari salon kecantikkan untuk mempercantik dirinya.
"Masuk saja nak..."Jawab Nyonya Shannin.
"Mama, Shannon pulang sama Jenifer loh..."Ucap Shannon, tersenyum.
Nyonya Shannin memperhatikan Jenifer yang berdiri disebelah putrinya, Nyonya Shannin tersenyum hangat menatap Si cantik Jenifer.
"Sayang, kamu kapan datang kesini..."Tanya Nyonya Shannin, berdiri.
"Baru saja Aunty...."Jawab Jenifer, sopan.
"Mmmm kamu tumbuh semakin cantik nak..."Ucap Nyonya Shannin, memeluk Jenifer.
"Hahahahah terimakasih aunty..."Jawab Jenifer, membalas pelukan.
"Uuuuuhhh ikut pelukan dong...."Ucap Shannon ikut berpelukan.
"Mmmmm cantiknya mama..."Ucap Nyonya Shannin, memeluk sang putri.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki memasuki Mansion, ya dia adalah Shanni, Shanni menatap bingung 3 orang yang sedang berpelukan.
"Hello kalian sedang apa?"Tanya Shanni.
"Oh putri mama yang satu lagi sudah pulang sini..."Ucap Nyonya Shannin mengulurkan tangannya, Shanni pun ikut berpelukan.
Setelah berpelukan cukup lama, mereka melepaskan pelukan, Shanni menatap Jenifer sebari tersenyum....
"Sejak kapan kak Jenifer disini?"Tanya Shanni, tersenyum.
"Baru saja, kamu apa kabar Shanni?"Tanya Jenifer.
"Aku baik..."Jawab Shanni.
Mereka pun duduk disofa, Shannon duduk disofa bersama sang mama, sedangkan Shanni duduk disofa bersebelahan dengan Jenifer.
"Jeni bagaimana keluargamu di American?"Tanya Nyonya Shannin, penasaran.
"Papa, Mama seperti biasa aunty, selalu bertengkar, dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing..."Ucap Jenifer, tatapan sendu.
"Yang sabar ya kak Jeni...."Ucap Shanni, memeluk Jenifer dari samping kanan.
"Iya yang sabar ya Je, aku yakin kamu kuat..."Ucap Shannon, memberikan semangat untuk Sahabatnya itu.
"Yang sabar ya sayang, ada Aunty dan si kembar, anggap saja kami ini keluargamu..."Ucap Nyonya Shannin.
Jenifer tersenyum manis, dia begitu terharu dengan Keluarga sahabat orang tuanya, yang sangat baik kepadanya, bahkan menganggapnya seperti keluarga.
"Terimakasih semua, Jeni berasa beruntung memiliki kalian, walau kedua orang tua Jeni tidak terlalu mengharapkan Jeni..."Ucap Jeni.
"Iya, kalian sudah makan siang?kalau belum kita makan siang bersama.."Ucap Nyonya Shannin, yang dibalas anggukan oleh ketiganya.
Ruang Makan.
Di meja makan sudah banyak jenis makanan mewah untuk makan siang, ada Roti isi Caviar Almas ada sekitar 25 roti, Anggur beralkohol, Nasi dan lauk pauk, Sup, spahegetti, dll.
Shannon duduk dikursinya seperti biasa, Shanni juga duduk dikursinya, Jeni duduk disebelah Shannon.
Mereka memulai makan siang mewah mereka dengan hangat, Tuan Alendro belum pulang dari cabang perusahaannya yang ada di Indonesia, dia sedang menyiapkan beberapa proposal untuk dibawa ke Italia.
"Nak, Besok Papa sama Mama bakal balik ke Italia, papa kalian sibuk dengan urusan perusahaannya disana, karena Shannon dan Shanni kuliah disini, kalian akan tinggal disini bersama Uncle Marcus..."Ucap Nyonya Shannin.
"Secepat itu ma, Shanni kan masih rindu sama mama..."Ucap Shanni, cemberut.
"Iya nak, mama juga tidak rela berpisah dengan kalian bertiga, cuman mau bagaimana lagi.."Ucap Nyonya Shannin.
"Dan untuk Jenifer, kamu tinggal disini saja bersama Shannon dan Shanni, nanti biar aunty izinkan ke Uncle Marcus, Jeni akan lamakan di Indonesian?"Tanya Nyonya Shannin.
"Iya Aunty, sekalian pindah kuliah kesini juga..."Ucap Jenifer.
"Benarkah?kakak daftar kuliah dimana?"Tanya Shanni, penasaran dan bahagia.
"Di TC University, disitu adalah University terbaik bukan, agar aku juga menjadi lebih cerdas..."Ucap Jenifer, nada bercanda.
"Really?kita satu University dong Jen, ahhhh senang..."Ucap Shannon, tersenyum bahagia.
"Jurusan apa kak?"Tanya Shanni lagi.
"Mmmm, Kedokteran..."Jawab Jenifer.
"Oaaaawww, satu jurusan dong, semoga saja satu ruang kelas..."Ucap Shanni, tersenyum.
"Semoga..."Ucap Shannon.
Mereka pun makan, setelah mereka selesai makan siang, Nyonya Shannin memutuskan untuk pergi jalan-jalan ketaman padahal dia kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi penyakitnya.
Shannon dan Jenifer mengobrol bertukar cerita dikamar Shannon, sedangkan Shanni dia pergi tidur dikamarnya, dia cukup kelelahan.
Sore Hari Kemudian.
Saat ini Waktu menunjukan Pukul 4.00, Nyonya Shannin belum kunjung pulang, Shanni sudah bangun dari tidurnya dia sedang perawatan sebari membaca Novel, Sedangkan Shannon sedang belajar dan mengerjakan PR, Jenifer sedang mandi dikamar barunya yang berada disebelah kamar Shanni.
Tiba-tiba terdengar suara mobil memasuki Mansion, Jenifer sedikit mengintiip dari jendela kamar dan melihat ada seorang pria paruh baya ya dia adalah Marcus, Marcus berjalan memasuki Mansion dan langsung pergi kekamarnya.
Di Kamar Marcus And Shannon.
Marcus membuka pintu perlahan, masuk dan langsung memeluk Shannon yang sedang belajar, Shannon melotot terkejut melihat tubuhnya dipeluk Marcus.
"Uncle lepasin..."Ucap Shannon, risih.
"Kenapa heeemm..."Ucap Marcus, menciumi leher Shannon.
Shannon merasa tubuhnya bak disengat listrik, dia menatap Marcus yang masih menciptakan tanda kepemilikan dilehernya dengan sangat banyak tanpa jeda.
"Euuuuhhh, S-top Uncle..."Ucap Shannon.
Marcus tersenyum puas dan melanjutkan aksinya dengan cinta dan nafsu, Shannon hanya mampu diam tanpa melakukan perlawanan karena dia juga merasa senang dengan sentuhan Marcus.
Namun Marcus tidak sampai jebol gawang, karena dia akan menunggu Shannon menjadi istrinya.
Setelah melakukannya kurang lebih 3 Jam, Shannon dan Marcus sama-sama tertidur, untung saja pintu kamar sudah dikunci oleh Marcus, sehingga semua aman terkendali.
Note : Assalamu'alaykun Wr. Wb
Hi readers semua, apa kabar kalian?Author kembali menyapa kalian, Sebelumnya author mau mengucapkan Maaf yang sebesar-besarnya karena kemarin tidak Up, sebenarnya kemarin itu author sibuk dengan sekolah, jadi tidak sempat Up, Hari ini author sangat-sangat lebihkan kata-katanya jadi mohon maaf sekali lagi. And author mau bilang bahwa Author akan hiatus dulu selama Maybe 1 Minggu atau lebih, karena author mau ulangan semester awal, jadi butuh konsentrasi yang penuh, Mohon doanya teman-teman sekalian supaya author bisa lulus and ranking 1, Terimakasih...
To be continue.
Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers🙏🏻😊
Terimakasih🙏🏻
kok gitu sih
pemeran lakix gampangan anget celup² sana sini is menjijikan😡😤
Kurang suka sih Thor sama sifatnya Marcus, mulai dari hobby sex bebas terus kasar, obsessi,dan pemaksa...
Semangat kerjanya author sayang😊💞
And Menurutku Ya Thor Makin hari masalah semakin banyak bermunculan dan itu sebenarnya membuat kesan misteri cuman Banyak Konfik juga gak baik Ya...
Cuman ya terserah kakak author saja, Semangat Thor kerjanya!💪🏻🤭
Kakak Author buat dong Shanni jangan sampai meninggal, buat Lucas dan Shanni bersatu dong....
Semangat kerjanya Thor💪🏻😊...