NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Sikap Yang Berbeda

(Karin kita sebut Nan Wei)

Nan Wei menatap mereka bergantian dengan campur aduk. Dia hanya bisa memulai semuanya dengan perlahan, karena mereka tidak akan mungkin percaya jika dirinya bukan Nan Wei yang asli.

"Aku akan menghukum kalian bertiga!" Katanya dengan nada tegas.

"Ibu! Hukum aku saja! Aku yang akan menerima semua hukumannya!" Kata Kakak pertama yang bernama Zhao Xu.

"Tidak! Semua dapat hukuman! Kamu pergi ambil bawang di kebun belakang!" pinta Nan Wei kepada anak pertamanya.

"Dan kamu, nyalakan api di tungku!" Pinta Nan Wei kepada anak kedua dengan wajahnya yang masih datar.

"Zhao Yu. Atur alat makan!" Setelah mengatakan itu, Nan Wei mengambil semua nasi dingin yang masih berada di panci.

Nan Wei melihat guci tempat menyimpan beras sudah kosong, yang artinya, nasi itu adalah makanan terakhir yang ada di rumah mereka.

Ketiga anak itu saling pandang dengan tatapan bingung, mereka sudah siap untuk menerima hukuman cambuk seperti biasanya, tapi kenapa sang Ibu malah meminta mereka melakukan hal yang sangat mudah?

Tidak ingin membuat Nan Wei marah, mereka bertiga langsung mengerjakan tugas masing-masing dengan tubuh yang sudah sangat lemah karena seharian belum makan apa-apa dan sekarang sudah menjelang malam.

Zhao Xu menggali bawang dengan melamun, dia sedang memikirkan sikap Ibunya yang sedikit aneh setelah terbentur tadi pagi.

Ya. Nan Wei tidak sengaja terpeleset dan terjatuh, sehingga kepalanya terbentur batu. Dari situlah Jiwa karin masuk di dalam raga yang sudah kosong.

Sedangkan di cerita aslinya, Nan Wei tidak sadarkan diri selama beberapa hari. Dan ketiga anaknya dirawat oleh Nenek yang tinggal tidak jauh dari rumah mereka.

"Mungkin kepala Ibu masih sakit! Jadi tidak ada tenaga untuk menghukum kami." Pikirnya sambil berjalan masuk.

Dia melihat api yang dinyalakan Zhou Xi sudah menyalah dengan api sedang. Dan adik perempuannya duduk sambil memandangi sang Ibu.

"Ibu ini bawangnya!" Zhou Xu menyodorkan bawang yang sudah dia cucu bersih.

Nan Wei mengambil dan bersiap untuk memasak. Dia juga sudah sangat lapar, dan hanya ada nasih putih yang tersisa, dan memutuskan membuat nasi goreng dengan dua telur ayam yang anaknya temukan di hutan.

"Ibu apa yang harus aku lakukan?" tanya Zhao Xu dengan sedikit heran. Karena Ibunya sudah tidak pernah memasak lagi.

"Duduk saja! Aku yang akan melakukannya!" tolak Nan Wei.

"Tapi Bu Adik...!" perkataannya terhenti melihat tatapan Nan Wei yang dingin.

Zhao Xu hanya ingin membantu, agar adiknya bisa makan. Selama ini dia yang memasak apa adanya, jadi dia bisa menyisihkan sedikit untuk Zhao Yu.

Zhao Xu dan kedua adiknya hanya bisa memandang Ibunya yang sedang memasak semua nasi dan mencampurkan kedua telur yang mereka temukan.

Mereka menghela nafas panjang, tidak ada lagi yang tersisa, dan perut mereka serempak berbunyi saat mencium aroma yang sangat lezat.

"Kakak aku lapar!" Kata Zhao Yu dengan pelan sambil meringis menahan lapar.

"Yuyu! Jangan keras-keras, nanti Kakak mencari makanan untukmu!" Bujuk Kakak kedua.

"Kakak akan coba meminta sedikit!" Kata Kakak pertama sambil menatap nasi yang diaduk Ibunya di atas wajan. Dia baru melihat cara memasak seperti itu.

"Kakak jangan! Nanti Ibu marah dan menghukum kita semua!" Zhao Yu tidak ingin kedua Kakanya dihukum karena dirinya yang tidak patuh.

Di sisi Nan Wei, dia membuat nasi goreng dengan nasi dingin, hanya itu yang ada saat ini. Dia juga mendengar semua obrolan ketiga bocah itu.

"Semoga kau masuk neraka!" Kata Nan Wei dengan pelan, dia sedang mengutuk pemilik tubuh.

"Jika kau mendengarku, maka dengarkan baik-baik! Aku akan merawat dan membesar mereka sampai sukses. Dan setelah itu, aku akan hidup dengan nyaman dan damai. Jadi aku harap, kau jangan merasa iri, jika ketiga anakmu lebih menyayangiku!"

Wuuusss

Nan Wei menyeringai saat meresakan angin yang tiba-tiba lewat di samping telinganya. "Heh. Selamat menonton!" Nan Wei yakin, jika pemilik tubuh sedang berkeliaran didekat mereka, tapi tidak ada yang bisa melihatnya.

Nan Wei menyajikan nasi gorengnya ke atas meja. Dan membagikan secara merata, porsinya tidak banyak, tapi cukup untuk mereka yang sudah lama menahan lapar.

"Hemm enak!" gumam Nan Wei dengan pelan setelah suapan pertamanya.

"Ibu ini untukku?" tanya Zhao Yu sambil menelan ludah.

Nan Wei baru sadar, jika anak-anaknya tidak ada yang berani menyentuh makanan yang sudah dia bagi. Karena pemilik tubuh tidak pernah melakukan hal seperti itu, dia akan makan enak sendiri, dan anak-anak makan sisanya jika masih ada yang tersisa.

"Ya. Makanlah!"

"Benarkah?" tanya mereka dengan serempak. Ketiganya menatap Nan Wei dengan bingung.

"Makan!" pintanya sambil melanjutkan makannya. Dia sengaja mengabaikan mereka, agar mereka bisa makan dengan tenang.

Zhao Yu mengambil sendok dan mengambil suapan pertamanya dengan ragu. Kedua Kakaknya berusaha melarangnya, mereka takut, jika makanan itu habis sang Ibu akan menghukumnya.

"Kakak makanannya sangat enak!" kata Zhao Yu dengan mata berbinar.

"Husst Jangan berisik, makanlah dengan pelan!" pinta Zhao Xu, dia akhirnya mengizinkan Adiknya untuk makan.

"Kakak! Bagaimana jika Ibu menghukum kita lagi?" tanya Zhao Xi dengan kesal.

"Makanlah! Setidaknya kita punya tenaga untuk menerima hukuman!" kata Zhao Xu dengan bijak.

Keduanya akhirnya memakan makanan yang ada di depan mereka. Dan rasanya sangat enak seperti yang dikatan Zhao Yu.

Zhao Xi terdiam, benar juga. Lebih baik dihukum dengan kondisi perut sudah kenyang. Daripada harus menahan lapar, dan ujung-ujungnya tetap dihukum.

Nan Wei mendengar semua obrolan mereka, sehingga makanan yang tadinya lezat tiba-tiba terasa biasa saja.

***

"Ada apa?" tanya Nan Wei dengan bingung melihat mereka berdiri di depannya dengan takut.

"Ibu kami sudah membersihkan dapur!" kata Zhao Xu sambil menatap Nan Wei, dia sudah siap menerima hukuman.

"Ibu! Aku membantu Kakak kedua cuci piring!" sela Zhao Yu dengan semangat. Dia hanya seorang gadis kecil yang dipaksa untuk mengerti keadaan yang begitu suram.

"Bagus!" Puji Nan Wei. "Lalu apa yang kalian inginkan?" tanyanya.

Ketiga anak itu terdiam, mereka menatap Nan Wei dengan tatapan bingung. Karena bisanya mereka akan selalu mendapat hukuman jika mendapat banyak jatah makan.

"Ibu tidak menghukum kami?" tanya Zhao Yu dengan polos.

Hati Nan Wei langsung sakit mendengar pertanyaan itu, seolah-olah hukuman sudah jadi makanan mereka setiap hari.

"Tidak. Mulai sekarang, ibu hanya akan menghukum kalian jika membuat kesalahan. Apa kalian mengerti?"

Ketiga anak itu menunduk, mereka sedang berperang dengan kenengan di masa lalu. Di mana mereka tetap dihukum meski tidak melakukan kesalahan. Jadi bisa dikatakan, mereka tidak tahu mana perbuatan yang tidak salah.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!