NovelToon NovelToon
Ascending The Goddess Peak

Ascending The Goddess Peak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: nona cacha

[ Karya pertama di NovelToon ]
[ Semua visual di dalam didapat dari apk pinterest ]

----------

Yu Lingxi adalah Nona Muda Sekte Naga Giok. Ia dipuja-puja sebagai dewi karena memiliki kemampuan diatas rata-rata para kultivator wanita luar. Namun, ada suatu masa Sekte Naga Giok runtuh, disebabkan oleh Sekte Iblis Guntur yang secara terang-terangan mendeklarasikan peperangan dadakan. Dan diakhir hanya menyisakan nyawa Yu Lingxi dan Kakek Naga—Yu Tianlong. Peristiwa itu mengakibatkan mereka terpaksa meninggalkan sekte demi keberlangsungan hidup.

Tapi, tanpa Sekte Iblis Guntur ketahui, akan ada masanya Yu Lingxi membalaskan ketidakadilan dan dosa besar yang sudah mereka lakukan terhadap Sekte Naga Giok. Yu Lingxi, akan segera datang. Tunggu saja ...

----------

[ Hasil ketik tangan sendiri ]
[ Segi dunia, kultivasi, profesi, tingkatan, kekuatan, dan lain sebagainya adalah sebuah rekayasa dari ide author sendiri. Jika ada kesalahan kalimat/typo, mohon beritahu author ]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona cacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peristiwa Enam Tahun Silam #02

^^^In the ruins of the Jade Dragon Sect^^^

Xingluo tidak memberikan kesempatan bagi Lingxi untuk sekadar menghirup udara. Dengan dengusan rendah penuh kebencian, ia menyentakkan lengannya—melempar tubuh gadis itu dengan kekuatan yang sanggup meruntuhkan tembok paviliun. Tubuh Lingxi melayang tak berdaya di udara, melesat cepat ke arah simbol agung Sekte Naga Giok yang terpahat megah di dinding utama.

Simbol itu menggambarkan tiga kepala naga yang perkasa, masing-masing memiliki tanda Teratai Suci yang berkilau di dahi mereka. Namun, Xingluo tidak sedang mengirim Lingxi untuk bersujud di sana. Mata liciknya mengincar bagian paling mematikan—sisik runcing dari ukiran naga tersebut yang menonjol keluar layaknya ujung tombak yang haus darah.

Lingxi terbelalak, melihat maut yang meruncing itu semakin dekat ke punggungnya. Oksigen masih sulit diraihnya, dan tubuhnya terlalu lemah untuk membalas gravitasi. Ia memejamkan mata, bersiap merasakan dinginnya baja atau batu yang akan menembus jantungnya.

"Mati kau, beban sekte!" desis Xingluo dengan tatapan haus darah.

Namun, tepat sebelum ujung sisik tajam itu mengoyak pakaian Lingxi, dari kejauhan terdengar suara pria familiar bagi gadis itu. "Teknik Ketiga, Teleportasi Void diaktifkan!"

Sebuah raungan suara yang berat dan berwibawa membelah keheningan. Dalam pecahan detik yang mustahil, udara di depan simbol naga itu berputar hebat, membentuk lubang hitam kecil yang menelan ruang. Dari sana, sesosok pria dengan jubah yang berkibar gagah muncul entah dari mana.

Itu adalah Yu Longxuan—pria yang kini menjabat sebagai Pemimpin Sekte Naga Giok. Dengan satu gerakan lengan yang kokoh, Yu Longxuan menangkap pinggang putri semata wayangnya di udara. Momentum lemparan Xingluo yang mematikan itu seketika terhenti, seolah waktu telah tunduk pada kehendaknya.

Tanpa menunggu sedetik pun, Yu Longxuan kembali menghilang dalam pusaran cahaya perak dan muncul kembali di tepi halaman, berdiri tegak dengan posisi protektif di depan Lingxi.

Yu Longxuan menapak bumi dengan getaran yang membuat tanah di bawahnya retak sedikit. Matanya yang tajam kini terkunci pada Xingluo, memancarkan aura membunuh yang jauh lebih pekat.

"Kau menyentuh putriku," suara Yu Longxuan rendah, namun membawa getaran amarah yang sanggup membuat seluruh kediaman bergetar.

"Artinya kau telah memilih cara kematianmu sendiri, anak muda," ujar Yu Longxuan dengan hati menggebu-gebu.

Melihat Yu Longxuan berdiri tegak melindungi putrinya, rahang Xingluo mengeras. Ada kilatan kejengkelan yang nyata di matanya—seperti seorang predator yang baru saja kehilangan mangsa tepat di depan mulutnya. Otot di pelipisnya berdenyut pelan, menahan luapan emosi karena rencananya untuk menghabisi Lingxi digagalkan secara telak oleh sang Master.

Namun, Xingluo adalah orang yang tahu cara membaca angin. Dalam hitungan detik, aura membunuh yang tadi meluap dari tubuhnya lenyap tanpa bekas—digantikan oleh ketenangan yang dipaksakan. Ia menarik napas dalam, menelan bulat-bulat kekesalannya, dan secara ajaib mengubah ekspresi wajahnya menjadi lembut. Seolah-olah niat membunuh tadi hanyalah kesalahpahaman belaka.

Dengan gerakan yang anggun dan tampak tulus, ia melangkah maju beberapa tindak. Xingluo kemudian membungkukkan tubuhnya dalam-dalam, menangkupkan kedua tangan di depan dada untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada Yu Longxuan.

"Salam hormat, Pemimpin Sekte Naga Giok, Yu Longxuan," sapanya dengan nada suara yang kini terdengar tenang dan penuh takzim, seolah tidak ada satu pun dosa yang baru saja ia perbuat.

Ia mendongak sedikit, memberikan senyum tipis yang tampak sopan namun tetap dingin di mata. "Mohon maafkan kelancangan saya. Saya hanya sedang mencoba menguji sejauh mana kemajuan kultivasi Nona Muda Lingxi."

"Saya tidak menyangka hal itu akan membuat Anda harus turun tangan secara langsung." Sikapnya begitu sempurna, sebuah akting luar biasa yang membuat kejengkelannya terkubur rapat di balik topeng kepatuhan.

"Sungguh, sebuah kehormatan bisa melihat Teknik Ketiga, Teleportasi Void Tahap Puncak Anda yang legendaris dari jarak sedekat ini." Xingluo tersenyum tipis, tapi tanpa ia ketahui bahwasanya aktingnya itu tidak akan mempan di hadapan Pemimpin Sekte Naga Giok—Yu Longxuan.

"Berhenti bersandiwara, wajahmu membuat ku muak, kepingan sampah," sahut Yu Longxuan seraya merotasikan kedua bola mata.

Mendengar cemoohan dingin yang keluar dari mulut Yu Longxuan, topeng kesopanan Xingluo retak seketika. Harga dirinya seolah diinjak-injak di hadapan orang yang paling ia benci. Wajahnya yang semula tenang berubah menjadi merah padam, dan urat-urat di lehernya menegang saat amarahnya mencapai titik didih.

"Cukup," kata Xingluo, suaranya parau oleh kebencian.

Tanpa basa-basi lagi, ia mengambil langkah mundur yang eksplosif. Tangannya bergerak ke arah udara hampa, memanggil senjata andalannya. Dalam sekejap, sebilah pedang dengan bilah berwarna hitam pekat yang memancarkan aura dingin muncul—Pedang Pemutus Langit.

"Teknik Pertama, Kilat Hitam Pemecah Sukma!" Xingluo mengayunkan lengannya dengan tenaga penuh, melemparkan pedang tersebut ke arah Yu Longxuan.

Pedang itu melesat layaknya garis hitam yang membelah ruang, menciptakan bunyi siulan tajam yang menyakitkan telinga seiring ia membelah udara menuju jantung sang Pemimpin Sekte. Namun, Yu Longxuan tidak bergeming. Ia tidak menghindar, tidak pula gentar. Dengan tatapan yang setajam silet, ia justru menggeser posisi berdirinya, menempatkan tubuh gagahnya tepat di depan Lingxi, menjadikannya tameng hidup bagi putri semata wayangnya.

Meski napasnya masih sedikit berat akibat penggunaan energi sebelumnya, Yu Longxuan menyilangkan tangan di depan dada. Energi spiritual berwarna emas keunguan meledak dari tubuhnya, membentuk kubah cahaya yang kokoh dan transparan yang menyelimuti dirinya dan Lingxi.

"Teknik Keempat, Perisai Absolut Naga Keabadian!"

DUUMMM!

Pedang Pemutus Langit menghantam perisai cahaya itu dengan kekuatan yang sanggup meruntuhkan gunung. Percikan energi spiritual menyambar ke segala arah, menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan debu dan bebatuan di sekitar mereka. Namun, di balik perisai yang tak tergoyahkan itu, Yu Longxuan tetap berdiri tegak bak karang di tengah badai, memastikan tak satu pun percikan energi menyentuh sehelai rambut pun milik Lingxi.

Melihat sosok pria yang diakui sebagai Papa oleh Lingxi, isak tangis itu tak lagi tertahan. Di belakang, Yun Xi duduk bersimpuh dengan menunduk dalam diam seolah ingin menghilang dari muka bumi. Bahunya berguncang hebat, dibarengi suara napas yang putus-putus dan berat—rasa sesak yang menghimpit dada membuatnya sulit mengambil napas tenang. Setiap tetes air mata yang jatuh terasa seperti beban kegagalan. Pikiran-pikiran jahat mulai berbisik di kepalanya.

Kau hanya beban ...

Lihat betapa banyak kekacauan yang kau perbuat ...

Tanpamu, mereka akan jauh lebih sempurna ...

Gadis rapuh sepertimu hanya akan mendatangkan malapetaka bagi sekte ...

Suara-suara itu berputar liar, menciptakan badai yang mengaburkan akal sehatnya. Ia merasa begitu kerdil, begitu tidak berdaya, seperti selembar daun kering yang hanya bisa merepotkan angin yang membawanya.

"Kenapa ... kenapa Lingxi selalu begini?" bisiknya lirih di sela isak, suaranya parau karena tenggorokan yang tercekat.

Sebelum Lingxi sempat menyembunyikan wajah sembapnya, sebuah dekapan hangat dan kokoh melingkupinya. Aroma bunga Teratai yang familiar—aroma khas papa—langsung menyeruak, menembus pikiran liar yang perlahan menggerogotinya.

Yu Longxuan menarik putrinya Yu Lingxi ke dalam pelukan erat, membiarkan kepala Yun Xi bersandar di dadanya yang bidang. "Sshhh ... Papa di sini, Sayang. Menangislah sepuasmu."

"Papa, Lingxi ... Lingxi hanya menyusahkan semua orang ..." Isak Lingxi, suaranya teredam di hanfu Yu Longxuan. Tangannya meremas kain baju pria itu dengan sisa tenaga yang ia miliki. "Lingxi lemah sekali."

Yu Longxuan tidak membantah dengan logika, ia justru mempererat dekapannya, mengusap punggung Lingxi dengan gerakan melingkar yang menenangkan. Ajaibnya, saat kulit mereka bersentuhan dan kehangatan itu mengalir, kegaduhan di kepala Lingxi perlahan surut. Pikiran-pikiran liar yang tadi mencabik-cabiknya mendadak lenyap tanpa jejak, seolah sirna tersapu oleh kehadiran Yu Longxuan.

"Kau tidak pernah menjadi beban, Lingxi," bisik Yu Longxuan sambil mengecup puncak kepala putrinya. "Seorang anak tidak akan pernah menjadi beban bagi keluarganya. Kau hanya sedang lelah, dan Papa adalah tempatmu untuk beristirahat."

Pelukan itu terasa begitu tenang. Di tengah isak tangis Lingxi yang mulai mereda, Yu Longxuan terus mendekap putrinya dengan erat, seolah-olah ia sedang menyalurkan seluruh sisa hidupnya ke dalam raga gadis itu. Lingxi memejamkan mata, merasa dunianya kembali utuh. Tanpa menyadari bahwa mata Yu Longxuan justru menatap tajam ke arah kegelapan di belakang punggung mereka.

Di sana, di antara bayang-bayang, Xingluo telah melesat. Ujung pedangnya berkilat dingin, membawa aura kematian yang tidak mungkin dihindari. Yu Longxuan tahu—ia sangat tahu—bahwa dengan luka-lukanya saat ini, Teknik Keempat tidaklah dapat bertahan lama. Satu-satunya perisai yang tersisa setelahnya hanyalah tubuhnya sendiri.

"Papa ...?" Lingxi berbisik pelan, merasakan otot-otot ayahnya menegang.

"Diamlah sebentar lagi, Lingxi," gumam Yu Longxuan. Suaranya tenang, namun ada getaran getir yang ia sembunyikan. "Tenanglah, Papa akan selalu berada di sampingmu, Lingxi. Jadi, tidak perlu khawatir. Dan Ingat, kau adalah kebanggaanku, selamanya."

Tepat saat itu, pedang Xingluo menghujam udara dengan kecepatan suara.

PRANGG!

Bunyi pecahan kaca yang memekakkan telinga meledak di sekitar mereka—efek dari benturan energi atau penghalang sihir yang hancur. Suasana yang tadinya sunyi berubah menjadi kekacauan kristal yang beterbangan.

Sebelum Lingxi sempat menoleh, Yu Longxuan melakukan gerakan yang tak terduga. Dengan satu hentakan kuat, ia mendorong tubuh putrinya menjauh hingga Lingxi terjerembap ke tanah yang aman.

"Papa! Apa yang—"

Yu Longxuan tidak menjawab. Wajahnya yang pucat tersenyum tipis untuk terakhir kalinya. Sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di punggungnya. Ia menengadahkan kepala dan melepaskan sebuah siulan panjang yang melengking tinggi, memecah langit malam.

FIUUUUUTT!

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

...…To Be Continued…...

1
T28J
banyak kali monsternya kak, gak terlalu OP apa tuh
T28J
semangat kak ✍️
Noona
Semangat berkarya thor /Curse//Curse//Curse/
Manusia Ikan 🫪
kasiaaan
Elsa Sefia
semangat kak 😊
钙Chaa: thankyouu udh mampirrr kakaa~ /Smile//Smile/ kakaaa jg semangatt yyaaa /Kiss//Rose/
total 1 replies
Dinorawr
Sejauh ini ceritanya lumayan menarik dengan nyelipin bumbu romance + action. But harapan aku kedepannya adegan fight diperbanyak ya kak/bang
钙Chaa: thank you for ur 5 stars, maniss. aku usahain ceritanya bagus yya, nantikan aja chapter selanjutnya /Smirk//Coffee/
total 1 replies
Fitri Zee
/Sob/
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hadir thor
钙Chaa: thankyou udh mampirrr /Smile/
total 1 replies
zoedrazit212
mantap banget ceritanya👍, suka banget ini
钙Chaa: thankyouuu udh mampirrr~ /Smile//Rose/
total 1 replies
Chen Wuji
kak mau nanya buat art novelnya dimana yak?😁😄
Manusia Ikan 🫪: kalau mau bagus coba pake APK "PixAI" tapi harus di pelajari dulu sih makenya
total 1 replies
cloudia
aw cantik banget 😍😍
钙Chaa: tentuu ajaa hruss tampil cntiii and mempesonaa sisss biar ditaksirr /Chuckle/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
bro ingin, baru bab 1 udah tragis banget ya/Hammer/
钙Chaa: wajibbbb, biar kuattt /Tongue/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
muka nya
Marie
Visualnya mantep banget!/Drool//Good/
Nggak sia-sia bacanya, harap-harap alurnya juga semantep visualnya/Kiss//Rose/
钙Chaa: hayyieee kakkk, thankyou udh mampirr and meninggalkan 5 bintang nya /Smile//Smile/
total 1 replies
Marie
Next dong kakak, minimal sehari up 5 chapter lah /Tongue/
钙Chaa: otakkk authorr nda mampuu kakaaa /Sweat/
total 1 replies
Marie
Wkwk yang sabar ya neng Lingxi /Sweat//Sweat/
Marie
MAKAN RIBUAN ORANG? ITU BANYAK LOH, JAHAD BANGET 😭
Manusia Ikan 🫪: 🧐lebih tepatnya dua ribu dua ratus empat puluh delapan
total 1 replies
Marie
Baru juga awal udah disuguhkan kematian dua karakter 😭
钙Chaa: derita jdi mc di tangankuu yya gni takdirnya /Sneer/
total 1 replies
Marie
Detail banget mendeskripsikan fisik karakternya, bakal betah banget sih bacanya 🤭🤭
钙Chaa: aww thankyouuu bebbb~ harap' ceritanya pas di kamu yyaaa /Smile/
total 1 replies
Anone
makin di panasin ma si Xingluo /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!