NovelToon NovelToon
Takdir Sang Penanda Langit

Takdir Sang Penanda Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:727
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.

Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.

Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.

Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.

Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi

penjahat keji.

Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.

Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2

Bandit Perampok

"Tuan Raja apa yang kita lakukan sekarang? Apa kita akan langsung memeriksa hutan sebelah timur"? tanya Hong Li penasaran

Raja kota yang ditanya langsung menaiki kuda nya. "Mari kita lihat pemberian dari Tabib muda." ucapnya dengan langsung memacu kuda kearah yang diberitahukan oleh Feng Yan sebelumnya.

Walau semua orang memiliki rasa cemas di hati, tapi mereka tetap harus pergi ke sana. Karena Raja Kota sudah memacu kudanya lebih dulu. Tidak berapa lama rombongan itu sampai di puncak bukit yang membatasi daerah Batu Besi dan hutan binatang iblis.

"Tuan tunggulah disini sebentar, saya akan membawa dua orang untuk memeriksa ke bawah bukit" pinta Hong

Li. Qing Si dan Liang 'An kalian berdua ikut aku ke bawah".

"Baik tuan " jawab dua orang itu serentak. Tiga orang itu menuruni bukit dengan hati-hati, tapi tidak terlalu pelan juga.

Beberapa waktu menunggu akhirnya ada satu orang yang kembali. "Tuan, sepertinya itu senior Qing Si" kata salah satu prajurit memberitahukan pada Raja Kota. Para prajurit yang tinggal bersama raja terlihat saling pandang dan sangat cemas. Salah satunya berkata "kenapa hanya satu orang yang kembali?"

"Kalian tenanglah, kita tunggu saja laporannya. Aku yakin mereka tidak dalam bahaya," kata raja kota menenangkan bawahannya.

Setelah tiba di atas bukit Qing Si langsung memberi hormat tanpa turun dari kudanya. "Tuan. Anda harus segera turun ke bawah dan melihatnya langsung. Sungguh aku belum pernah

Melihat hal seperti ini seumur hidupku". lapor Qing Si pada raja kota. Ia terlihat sangat antusias dan sangat gembira.

Apa sebenarnya di tinggalkan oleh tabib muda Feng?" tanya raja dengan penasaran.

"Anda harus melihatnya sendiri, saya tidak tahu bagaimana harus menceritakannya. Demi surga, anda mendapat berkah dewa. Mari tuan. Senior Hong Li sudah menunggu anda di bawah."

Qing Si langsung memutar kudanya dan berjalan lebih dulu sebagai penunjuk jalan." Sebenarnya raja Yuan Kong masih ingin mendapat informasi, karena dia sangat penasaran dengan apa yang ditinggalkan oleh Feng Yan. Para pengawal pun terdengar gaduh karena rasa penasaran. Hanya saja hanya saja Qing Si terlihat tidak sabar untuk sampai di bawah.

Mendekati lembah hutan binatang

Para prajurit pun mulai heboh dan ada yang saling cubit atau tampar wajah rekan yang disampingnya. "Aww, aaddduuuh" seperti itulah situasi mereka saat ini. Semuanya saling mengaduh karena merasa kesakitan yang menandakan mereka tidak sedang bermimpi.

Sedangkan Yuan Kong segera melompat dari tebing yang tidak terlalu tinggi itu. Langsung menuju sesuatu mereka anggap seperti sebuah khayalan.

Tuan... Tuan... ini pasti berkah dari langit, hadiah surga untuk anda karena memimpin kota dengan penuh kebaikan." Hong Li bersorak sambil berlari mendekati Yuan Kong.

"Lihatlah ada banyak sekali tumbuhan spiritual disini. Bahkan beberapa adalah tumbuhan langka."

"Hong Li, bagaimana hal seperti ini nyata? Ini terlihat seperti sebuah kebun bagiku. Sementara tumbuhan spiritual

Hanya tumbuh secara alami dari esensi alam. "Yuan Kong mengutarakan kebingungan yang ada dalam pikirannya.

66 Tuan, yang lebih membingungkan lagi bagaimana mungkin Tuang Feng Yan meninggalkan semua harta ini. Serta bagaimana binatang iblis di tempat ini mati. Liang 'An sudah memeriksa tempat ini. Dia melaporkan ada tumpukan tulang belulang binatang di pinggir sungai sepertinya sudah sangat lama ada di sana". Hong Li menjelaskan situasi di sekitar lembah.

"Bocah itu sepertinya memiliki banyak rahasia. Seorang Grandmaster tak mungkin melakukan semua ini. Hong Li dan kalian semua rahasiakan tentang ini, terutama perihal Tabib muda Feng Yan." Perintah Raja Kota pada bawahannya.

"Kami mengerti Tuan," ucap mereka serentak dengan suara terdengar sangat bahagia.

Yuan Kong menengadahkan wajah memandang langit yang sudah mulai gelap sambil berkata, "Klan itu sungguh tidak tahu apa yang telah mereka buang. Mereka pasti akan menyesal pada akhirnya".

Hari sudah mulai gelap dan Feng Yan terus memacu kuda nya ke arah Kota Awan Salju. Sambil mengusap tengkuk kuda itu Feng Yan berkata pelan. "Qiangfeng apa kau sudah lelah? Bertahanlah sebentar lagi. Kita akan segera sampai di padang rumput Lembah Dewa. Disana kau bisa istirahat dan makan sepuasmu."

Kuda itu meringkik seolah mengerti apa yang pemilik barunya ucapkan.

Terus melaju hingga tidak terasa kuda itu telah membawa Feng Yan ke padang rumput Lembah Dewa. Padang Rumput ini memanjang dan di kiri kanan hanya tebing perbukitan. Saat akan mengistirahatkan kudanya, di kejauhan

Feng Yan melihat percikan percikan api saat pedang beradu. Kemudian terdengar beberapa kali suara ledakan terdengar.

"Hmmm... sepertinya ada pedagang yang nekad melintasi jalur ini malam hari. Apa sebenarnya mereka pikirkan? Mereka tidak mungkin tidak tahu jalur ini sangat berbahaya di malam hari. Yah, bagaimanapun jalur ini mempersingkat waktu hampir satu hari dari pada lewat jalur pegunungan". Feng Yan hanya bisa bergeleng tak berdaya memikirkan kecerobohan para pedagang tersebut."

Akhirnya Feng Yan memutuskan untuk melihat keadaan di sana, mendekati medan pertarungan, Feng Yan turun dari kuda dan memperhatikan situasi dari dalam kegelapan.

Tampaknya situasi tidak begitu baik bagi rombongan pedagang, empat orang pengawal sudah meregang nyawa. Sementara tiga orang lainnya sudah terluka cukup parah.

Menyisakan tiga orang yang terlihat masih kuat untuk bertarung. Hanya satu orang dari pengawal yang berada di ranah master, dua orang lainnya hanya berada di ranah Ksatria. Sementara delapan orang bandit memiliki dua orang di ranah master, dan enam orang sisanya di ranah Ksatria. Dilihat dari sini sudah jelas mereka tidak ada harapan untuk menang.

66 Jangan kira kalian sudah menang, aku Bai Guo tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya". Setelah orang yang mungkin pemimpin pengawalan dagang itu menyebut namanya, mendadak tubuhnya diselimuti energi cahaya keemasan. Energi itu biasa disebut Berkah Nama.

66 Hahaha, jangan kira karena kau memiliki Berkah Nama kau bisa mengalahkan kami. Kami kelompok Serigala Buas sudah membunuh banyak orang yang bahkan lebih kuat darimu." Balas ketua perampok dengan diiringi

Tawa liar anak buahnya.

"Bai Guo aku sendiri yang akan menemaninya bermain kali ini. kalian habisi yang lain!". Perintah pemimpin bandit Serigala Buas tersebut pada anak buahnya. "Kita akan berpesta malam ini.

"Selagi masih hidup kau harus tahu aku Gao Jihen yang akan mengambil namamu". Pemimpin bandit dengan jumawa mengacungkan goloknya ke arah Bai Guo.

Mendengar nama Gao Jihen nyali Bai Guo sedikit bergetar. Ia tidak menyangka akan berhadapan langsung dengan pemimpin bandit yang terkenal tidak memiliki belas kasihan. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah mencoba yang terbaik agar bisa kembali hidup ke rumah dan karavan dagang bisa diselamatkan.

"Ternyata kau sendiri yang turun tangan Gao Jihen, malam ini akhir dari kelompok Serigala darah," teriak Bai

Guo sambil mempersiapkan teknik terbaiknya. Mendengar ucapannya para bandit tertawa terbahak-bahak.

Sebuah lingkaran rune sihir muncul di tanah dan berpusat pada kaki Bai Guo.

Tekanan tenaganya cukup untuk membuat para bandit dan anggota pengawal lain mundur.

Lalu Bai Guo mengacungkan pedangnya ke atas dan muncullah energi pada ujung bilah pedang yang di genggamnya. Dari energi itu terbentuklah sebuah pedang sihir besar berwarna kehijauan, yang menandakan bahwa pengguna tekniknya memiliki elemen kayu.

Melihat hal itu Gao Jihen tentu tidak tinggal diam, sebelum Bai Guo menyelesaikan tekniknya. Gao Jihen telah menyiapkan teknik balasan, sebagai bandit perampok tentulah ia memiliki beberapa teknik yang cukup kuat.

Keberuntungan yang didapat dari hasil rampokan. Sebuah lingkaran rune sihir muncul di atas kepala bos bandit itu, dari dalam lingkaran rune tersebut keluar seekor serigala dengan taring besar dan satu tanduk besar di kepalanya.

Dua orang itu secara bersamaan mengarahkan pedang dan serigala itu hingga berbenturan. Angin dari dua benturan kekuatan itu membuat kuda-kuda penarik gerobak meringkik ketakutan.

Orang-orang yang berada di dekat pertarungan hanya bisa merendahkan badan agar tidak terhempas ke belakang. Beberapa mayat yang ada di dekat sana terhempas cukup jauh.

Sementara para pedagang yang berada dalam gerobak hanya bisa meringkuk berharap para pengawal berhasil mengalahkan para bandit Serigala Buas yang terkenal tidak kenal ampun. Beberapa dari mereka bahkan menyesal lewat padang rumput Lembah

Dewa.

Feng Yan yang mengamati sedari tadi menilai kalau teknik yang dimiliki oleh kepala pengawal lebih kuat dari teknik lawannya, hanya saja ranah kekuatannya satu tingkat berada dibawah bos bandit.

Tidak seperti bos bandit yang baru mulai bertarung, kepala pengawal itu sudah banyak menghabiskan tenaga untuk melawan anak buah bandit sebelumnya. Jika saja mereka sama-sama memiliki tenaga penuh mungkin ada harapan bagi kepala pengawal untuk menang.

Benar saja bertahan cukup lama akhirnya esensi alam Bai Guo mulai menipis sehingga melemahkan serangannya. Pedang energi itu akhirnya hancur oleh tanduk serigala dari teknik bos bandit.

Serigala itu terus menderu kearah Bai Guo. Melihat hal itu Bai Guo hanya

Bisa pasrah menyambut kematiannya. Ia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk menghindar sementara darah terlihat mengalir dari mulutnya. Sementara para bandit sudah merasa gembira akan kemenangan yang sudah di depan mata. Sebaliknya para pengawal karavan yang tersisa jatuh terduduk lemas memikirkan nasib yang akan menimpa mereka.

Akan tetapi, tepat saat serigala itu berada di depan Bai Guo serigala itu hancur dan meledak dan tekanannya membuat Bai Guo terlempar beberapa langkah ke belakang. Ia terlihat terbatuk-batuk dan menumpahkan cairan merah. Sepertinya luka dalamnya cukup parah dan sesaat kemudian ia pun kehilangan kesadaran.

Debu dan rumput beterbangan di bekas tempat benturan serigala yang meledak dengan kekuatan yang belum diketahui. " Siapa?! Bentak bos bandit Serigala Buas. Sementara anak buahnya

Mulai berkumpul di dekatnya.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor .. walau sayang ada perjodohan
azizan zizan
alur yang membingungkan blok blak blok blak blok blak blok blak tak ada hujung pangkal tau2 cerita beralih ke padang dewa...lah 🤔🤔🤔 ini orang gila ka hapa yang buat novel Nih..
azizan zizan
ini cerita undur kembali kebelakang kah...pantasan like nol...
Nanik S
Kenapa mesti ada perjodohan masih kecil .. kadang cerita seperti ini amat membosankan
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!