NovelToon NovelToon
Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Aku Dipaksa Menjadi Pelakor

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Siti_1234

Raisa anak kedua dari keluarga dengan ibu tunggal bernama Sri, Sri telah lama menjadi tulang punggung keluarga setelah suami nya meninggal saat Raisa masih kecil.
Kakak nya yang lebih tua bernama Ratna menikah dengan Rio dari keluarga yang berada.
masalah muncuk ketika Ratna dan Rio yang sudah lima tahun menikah masih belum juga memiliki keturunan karna kesuburan Ratna kurang,, tekanan yang di berikan keluarga Rio membuat Ratna memiliki niat untuk membuat Raisa hamil anak suami nya ..
Niatan itu di ungkap kan Ratna kepada ibu dan adik nya walau pun tanpa sepengetahuan suami nya sendiri..

Apa yang harus di lakukan Raisa untuk bisa membantu kesulitan Ratna kakak nya,, Apa dia akan menerima nya dan setuju menjadi pelakor apa menolak nya..?

Jangan lewatkan cerita nya untuk mengetahui kelanjutan nya🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 2: "TEKANAN YANG MEMBENAMKAN"

*****

Matahari sudah mulai menyinari kota Semarang saat Raisa memasuki kantor tempat dia bekerja sebagai akuntan. Tubuhnya merasa sangat lelah setelah tiga malam tidak bisa tidur dengan nyenyak. Pikirannya masih terjebak pada permintaan kakaknya yang tidak bisa dia lupakan.

“Siang, Mas Rio,” sapanya dengan suara pelan saat dia harus melewati ruang kerja Rio untuk mengambil berkas dari departemen keuangan. Rio hanya mengangguk dengan wajah yang serius, tidak berkata apa-apa. Raisa merasakan bahwa dia tahu tentang pembicaraan malam itu, dan hal itu membuatnya semakin tidak nyaman.

Setelah sampai di mejanya, Raisa mencoba berkonsentrasi pada pekerjaannya, tetapi tidak berhasil. Dia sering kali melihat ke arah ruang Rio, yang pintunya sedikit terbuka. Di dalamnya, dia bisa melihat Rio sedang berbincang dengan seorang wanita muda yang cantik dengan rambut panjang pirang – sekertaris baru kantor, Jessica. Mereka tampak sangat akrab, bahkan terkadang tertawa bersama.

Hati Raisa tiba-tiba terasa sakit. Dia tidak tahu mengapa dia merasa seperti itu, tetapi melihat Rio dengan wanita lain membuatnya tidak nyaman. Padahal dia jelas tahu bahwa Rio adalah kakak iparnya dan istri nya adalah orang yang dia cintai.

Sore harinya, Ratna datang ke kantor Raisa tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dia membawa makanan yang sudah disiapkan dengan baik, seolah ingin menunjukkan bahwa dia masih adalah kakak yang peduli. Namun saat mereka duduk di taman kecil di belakang kantor, Ratna langsung membahas kembali topik yang sama.

“Sudah tiga hari, Raisa,” ucap Ratna dengan nada yang sedikit menyakitkan. “Aku tahu kamu perlu waktu untuk berpikir, tetapi waktu tidak berada di sisiku. Ibu mertuaku sudah mulai berbicara dengan orang lain tentang calon istri kedua untuk Rio.”

“Tapi Kak, ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan tergesa-gesa,” jawab Raisa dengan suara lemah. “Aku perlu memikirkan segala konsekuensinya.”

Ratna menarik napas dalam-dalam. “Aku sudah memikirkan semuanya. Kita akan membuat kesepakatan tertulis. Setelah anak lahir, kamu bisa kembali menjalani hidupmu seperti biasa. Anak itu akan menjadi milikku dan Rio sepenuhnya.”

“Tidak sesederhana itu, Kak!” teriak Raisa dengan sedikit marah. “Anak itu akan memiliki darahku juga. Bagaimana aku bisa tinggal diam dan melihat dia tumbuh tanpa tahu bahwa aku adalah ibunya kandung?”

Namun Ratna hanya menggeleng. “Itu adalah bagian dari pengorbanan yang harus kamu berikan. Seperti yang kulakukan untukmu dulu.”

Setelah kakaknya pergi, Raisa merasa sangat tertekan. Dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit tempat Ratna berobat untuk bertemu dengan dokter spesialis kandungan nya, Dokter Arif. Dia merasa perlu tahu dengan pasti tentang kondisi kakaknya dan apakah benar-benar tidak ada cara lain selain yang dia usulkan.

Dokter Arif adalah pria berusia sekitar 40 tahun dengan wajah yang ramah namun profesional. Setelah mendengar keluhan Raisa, dia mengundangnya masuk ke ruang konsultasinya.

“Kondisi Ratna memang cukup kompleks, Nona Raisa,” ucap Dokter Arif sambil melihat rekam medis istri Rio. “Kesuburannya sangat rendah karena masalah pada indung telur dan saluran tuba nya yang sebagian tersumbat. Meskipun ada beberapa alternatif perawatan, peluang keberhasilan memang tidak terlalu tinggi.”

“Apakah benar-benar tidak ada cara lain selain ibu pengganti?” tanya Raisa dengan suara gemetar.

Dokter Arif mengangguk perlahan. “Ada beberapa metode lain seperti bayi tabung dengan sel telur donor atau adopsi, tetapi tentu saja itu adalah keputusan yang harus dibuat oleh pasangan itu sendiri.” Dia melihat langsung ke mata Raisa. “Namun aku harus mengatakan bahwa ibu pengganti dengan cara yang diusulkan oleh Kakakmu bukanlah hal yang disarankan secara medis maupun etis. Ada banyak risiko yang terlibat, baik bagi kamu maupun bagi anak yang akan lahir nantinya.”

Raisa merasa sedikit lega mendengar kata-kata dokter itu. Mungkin dia bisa menggunakan alasan medis ini untuk menolak permintaan kakaknya. Namun saat dia keluar dari rumah sakit, dia melihat sebuah keluarga sedang berjalan bersama di halaman rumah sakit – ayah, ibu, dan dua anak kecil yang sedang bermain riang. Wajah Ratna yang menangis muncul kembali di benaknya.

Di kantor, Rio melihat Jessica sedang merapikan mejanya dengan sangat hati-hati. Wanita itu sering kali memberikan dia kopi hangat saat dia bekerja lembur dan selalu siap membantu dengan segala cara. Meskipun dia tahu bahwa Jessica memiliki perasaan lebih padanya, Rio selalu menjaga jarak karena dia mencintai Ratna dengan tulus.

Namun saat ini, dengan semua tekanan dari keluarga dan rencana yang tidak masuk akal dari istri nya, dia merasa sedikit tergoda untuk mencari pelarian pada wanita lain yang bisa memberikan dia kedamaian dan kebahagiaan yang sederhana.

“Terima kasih sudah membantu, Jessica,” ucapnya dengan suara lembut.

“Sama-sama, Pak Rio,” jawab wanita itu dengan senyuman manis. “Kalau ada yang perlu bantu, jangan sungkan untuk bilang ya.”

Rio hanya mengangguk, tetapi di dalam hatinya dia tahu bahwa dia harus lebih hati-hati. Dia tidak bisa membiarkan situasi yang sudah rumit menjadi semakin buruk karena kesalahannya sendiri.

......................

...****************...

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!