NovelToon NovelToon
Gelang Bima

Gelang Bima

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Daftar Kuliah

Setelah mengurut beberapa saat, kakek Pandu tersadar, ia menatap wajah Satria dengan tatapan yang sulit di artikan

Teriakan satria yang lumayan kuat ternyata terdengar oleh beberapa tetangganya dan mendatangi rumah Kakek Pandu

" nak Satria apa yang terjadi?" tanya Pak Sardi Rt setempat yang rumahnya tak begitu jauh dari rumah Kakek Pandu

" Kakek pingsan tadi paman, " jawab Satria sambil membangunkan kakek Pandu dan memindahkan ke tempat tidur

Bruuum

Bruuum

Di luar terdengar suara mobil berhenti. satria melihat dari jendela bernapas lega, bantuan telah datang karena ternyata Hadi yang datang.

" Assamualaikum" Salam hadi dari luar

" Waalaikum salam, masuk aja Di" Sahut Satria, tak lama Hadi masuk dan langsung mendekat ke arah Satria.

" Ayo kita bawa kakek, mobilnya udah siap "serunya

" Uhuk "

" Uhuk "

" Jangan, ga perlu kalian membawa ku ke rumah sakit, Satria kemarilah " Kakek pandu terbatuk dan memanggil Satria

" Kek, kakek harus di obati, kita ke rumah sakit yah" Bujuk Satria, tetapi kakek menggeleng dengan senyum mengembang

" Tak perlu, kakek merasa ini waktunya kakek berpulang, kamu jika memiliki sesuatu yang besar kamu harus bisa bertanggung jawab, dan jika kamu ke gunung Gede, sampaikan maafku pada guruku, aku pergi" Ucap kakek Pandu, seiring dengan perkataannya mata kakek menutup tangan yang mengelus kepala Satria terkulai lemas

" Kakeeeeeek " Satria menjerit histeris dan pingsan

" Innalilahi WA innalillahi rojiun" Ucap para warga yang ada di sana, Hadi dengan cepat memapah Satria yang pingsan

" Kalian umumkan pada masyarakat, jika kakek Pandu meninggal" Ucap pak Pak Sardi, pada warga yang ada.

Karena hari masih siang kakek Pandu di kebumikan hari itu juga.

Seminggu telah berlalu dari meninggalnya kakek Pandu, Satria perlahan menerima kepergian kakek Pandu, ia sadar, jodoh, maut dan rejeki sudah ada yang mengaturnya..

" Gimana hari ini, jadi melamar kerja ke PT KAI,?" Tanya Hadi yang pagi itu datang,

" Jadi tetapi katanya minggu besok baru buka lowongan" Sahut Satria sambil menyodorkan kopi yang baru ia buat  pada Hadi

" Kalau gitu anter gw daftar ke kampus aja" Pinta Hadi

" Oke, nanti gw temenin" Sahut Satria setelah berpikir sesaat, siapa tahu ia bisa ikut mendaftar jika biaya kuliahnya tak terlalu mahal

" Nah gitu dong "  Hadi berseru senang Satria mau menemaninya, ia telah mempunyai rencana sendiri untuk membantu Satria kuliah.

Satria hanya tersenyum

Jam sembilan siang mereka berdua berangkat menuju kampus Universitas Lampung, Hadi kali ini berpenampilan rapih, dengan kemeja kotak kotak biru putih, sedangkan Satria hanya tampil seperti biasa celana levis, dan kaos lengan pendek, namun malah terlihat lebih berkharisma, dan memang lebih tampan di banding Hadi.

" Euy, Sat, loe liat ga cewek cewek pada ngeliatin kita, gw kelihatan ganteng yah pake stelan begini " Tanya Hadi pelan, mereka berdua menjadi pusat perhatian saat turun dari mobil,  ada yang melihat Hadi karena terlihat kaya, namun sebagian melihat Satria yang terlihat kalem dan tampan

"Iya, loe ganteng, kata mama loe juga loe anaknya yang paling ganteng  " Sahut Satria santai

" He he he, eh, lha emang gw anak mama paling ganteng, kan gw doang yang lelaki di rumah " Ucap Hadi baru tersadar , ia berhenti dan menatap Hadi dengan kesal

" Ha ha ha " Satria tertawa lepas

" Ah sialan loe" Gerutu Hadi, ia berjalan kembali sambil melihat lihat ke sekitaran

" Tempat daftarnya di mana yah?" Gumam Hadi sambil terus berjalan

" Coba tanya ke mahasiswa yang ada, ntar nyasar lagi" Saran Satria, ia melihat satu mahasiswa yang sedang duduk di bangku taman, dengan cepat ia mendekat

" Permisi, maaf mbak boleh nanya?" Ucap Satria pelan

" Oh boleh, mau tanya apa mas?" Tanya mahasiswa itu sedikit kaget karena ia sedang serius membaca buku

" Tempat pendaftaran mahasiswa baru di mana ya?" Tanya Satria

" Ooh, itu gedung D, kesana aja, masnya mau daftar?" Tanya Mahasiswa itu

" Oh bukan saya,  teman saya ini" Jawab Satria sambil menepuk bahu Hadi pelan

" Saya yang mau daftar, kenalkan saya Hadi," Hadi segera mengulurkan tangan mengajak berkenalan

" Rani, " Sahut mahasiswa itu menyambut ukuran tangan Hadi, lalu menengok ke arah Satria

" Saya Satria, mbak Rani" Satria yang mengerti langsung mengenalkan nama dan mengulurkan tangan menyambut tangan Rani

" Kamu kenapa ga ikut daftar,?" Tanya Rani

" Nanti saja saya mbak, mau nyari kerja dulu " Sahut Satria.

" Ooh, rencananya mau nyari kerja di mana?" Tanya Rani,

" Rencananya mau ngelamar kerja di PT, Kai, tapi minggu besok baru buka lowongan" Sahut Satria.

" Kalau di PTP Nusantara mau?" Tanya Rani

" Mau aja emang ada lowongan mbak?" Tanya Satria

" Ada tapi agak capek kayanya pekerjaannya, " Jawab Rani

" Kalau sesuai gaji dengan pekerjaan ga apa apa mbak" Ucap Satria senang.

" Ya sudah nanti kamu ke kantor PTP saja, cari pak Sastro, bilang aja dapet kabar dari Rani" Ucap Rani

" Baik mbak nanti saya akan kesana selesai dari sini "sahut Satria senang

Mereka asik berbincang bincang sambil berjalan menuju ke gedunb D, tempat pendaftaran mahasiswa baru. Tanpa mereka sadari ada beberapa mahasiswa yang menatap kesal pada Satria dan Hadi.

Rani ternyata termasuk primadona di kampus itu, tubuhnya yang tinggi semampai dengan rambut panjang sepunggung, menambah daya tarik sendiri selain wajahnya yang cantik.

" Loe tau siapa dua anak itu, Fin!" Tanya seorang mahasiswa dengan tatapan marah menatap ke arah Hadi dan Satria

" Katanya anak baru Ron," Jawab Fino yang di tanya

" Awas aja kalau besok masih dekat dekat dengan Rani, gw habisi kalian " Ucap Baron kesal " Kalian selidiki ada hubungan apa mereka, " Lanjutnya berkata lalu pergi dengan kesal

" Baik bos" Sahut para mahasiswa itu serempak

Sementara Satria, Rani dan Hadi msih berjalan santai, mereka tak tahu jika mereka telah di awasi

" Nah udah selesai, kamu beneran ga mau daftar?" Tanya Rani pada Satria setelah Hadi selesai mendaftar

" Sepertinya akunya belum bisa sekarang daftar" Ucap Satria sambil menatap langit

" Pake uang gw aja dulu" Sahut Hadi, ia memang rencana akan mendaftarkan Satria dengan uang miliknya,

" Ga, bukan cuma soal uang Di, gw belum tahu kerjaan gw nanti gimana, apa ada waktu buat kuliah atau ga" Sahut Satria

" Sorry,  tadinya gw pikir loe cuma karena ga ada uang, ga tahunya pikiran loe udah jauh kesana" Sahut Hadi, karena ia baru sadar Satria sebatang kara, dan harus mencari nafkah sendiri

" Ga apa apa, gw tahu maksud loe baik kok," Satria menepuk bahu Hari pelan sambil tersenyum

" Kalau gitu kita ke Kantor PTP sekarang, Rani, kamu mau bareng " Ajak Hari menawarkan tumpangan

" Kalian duluan saja, aku bawa kendaraan sendiri" Sahut Rani, dan mereka berpisah di tempat parkiran.

1
Jujun Adnin
yang banyak
Jack Strom
Wih... Ceritanya asik... Lanjut Thor!!! 😁
Jack Strom
Jangan marah² lah guru... 😁
Jack Strom
Satria jangan gitu lah, entar Nikennya digondol cowok lain, kan gak seru... 😁
Jack Strom
Alur ceritanya sudah benar, menarik...
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁
Jack Strom
Hahaha... Sang guru sewot kepada muridnya, karna jarum sang murid lebih gede dari pada jarum sang guru. 😁😁😁
Jack Strom
Jangan buru² terpapar kemampuan Satria, resikonya tinggi... 😁
Jack Strom
Ish ish... ada yang kepo... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Menarik... 🤔
Jack Strom
Eh, gelangnya ada jejak tidak??? 😁
Dewi kunti
semoga satria bisa melindungi teman berasa saudara
Dewi kunti
Niken yg ndeketi satria nich
Dewi kunti
yg ngechat Hadi dong,kan satria ad didekatnya
Blue Angel: he he he iya salah kak Terima kasih nanti di revisi
total 1 replies
Was pray
bikin repot terus si hadi
Dewi kunti
lho Niken jd perginya sama Hadi pa satria nich
Jack Strom: Walah... Salah dikir ya ra opo² toh, yang penting semangat tetap membara... Ia kan Thor... 😁
total 2 replies
Was pray
up nya ditambah bang othor... gak cuma 1 episode tiap harinya biar atau reader puas dan hadiah pada meluncur.... 🤭
Dewi kunti
kok malah jd ky pesan singkat,gw🤭🤭🤭🤭
Blue Angel: he he he🤣🤣🤣
total 1 replies
Was pray
satria udah ada kemajuan dalam ilmu pengobatan, cuma bang Deni yg belum ada peningkatan jumlah up nya masih stagnan belum nambah jadi 2 atau 3 episode tiap harinya... 🤭🤭🤭🤣
Dewi kunti
motor ad bagasinya🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!