NovelToon NovelToon
MAHAR LUKA: Menikahi Janda Sang Kakak

MAHAR LUKA: Menikahi Janda Sang Kakak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:66.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ramanda

Maheer Arasyid terjebak dalam wasiat yang terasa seperti kutukan. Kepergian Muzammil, sang kakak yang tewas demi melindunginya dari maut di parkiran rumah sakit, meninggalkan duka sekaligus beban berat: Assel Salsabila.

Bagi Maheer, Assel bukanlah sekadar janda kakaknya, melainkan musuh bebuyutan sejak masa sekolah yang sangat ia benci. Alasan Maheer melarikan diri ke luar negeri bertahun-tahun hanyalah satu: menghindari fakta bahwa wanita "berbisa" itu telah menjadi bagian dari keluarganya.
Kini, demi menunaikan janji terakhir Muzammil dan menjaga senyum kecil Razka Arasyid, Maheer terpaksa mengikat janji suci dengan wanita yang paling ia hindari. Di balik benci yang membara, tersimpan rahasia masa lalu dan luka yang belum sembuh. Bisakah pernikahan yang dibangun di atas rasa bersalah ini berubah menjadi cinta, ataukah dendam lama justru akan menghancurkan segalanya?

Temukan jawabannya dalam kisah pengabdian dan benci yang berujung cinta ini. Dan jangan lupa berikan dukungannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CAHAYA DI UJUNG MAUT

Hutan yang mengelilingi gudang tua itu seolah menahan napas. Di bawah rimbunnya pepohonan, William memberikan isyarat tangan yang tegas kepada tim elitnya. Mereka bergerak seperti bayangan, tanpa suara, tanpa jejak. Pasukan ini bukan sekadar tentara bayaran; mereka adalah unit pilihan yang dilatih untuk situasi paling ekstrem. Dengan visi malam dan senjata berperedam, satu per satu penjaga di perimeter luar tumbang sebelum sempat menyadari maut telah menjemput.

"Alpha masuk dari pintu barat, Bravo amankan jalur belakang. Ingat, target utama adalah keselamatan sandera," bisik William melalui interkom.

Begitu posisi terkunci, serangan kilat dimulai. Pintu gudang diledakkan dengan muatan kecil, menciptakan dentuman yang mengejutkan seisi ruangan. Asap putih membubung, dan dalam hitungan detik, pasukan elit menyerbu masuk dengan presisi yang mengerikan. Anak buah Khalid yang sedang bersantai langsung kalang kabut. Baku tembak sengit pecah di dalam ruangan yang remang-remang itu.

"Tiarap!" teriak William saat melihat Assel dan Razka yang masih terikat.

Khalid, yang menyadari situasinya telah berbalik, mulai kehilangan akal sehat. Matanya liar, dipenuhi ketakutan dan kebencian yang memuncak. Saat anak buah terakhirnya tumbang bersimbah darah, pria paruh baya itu merangsek maju dan menarik paksa tubuh kecil Razka. Dengan tangan gemetar, ia menodongkan pistol tepat ke pelipis bocah itu.

"BERHENTI! JANGAN MENDEKAT!" jerit Khalid dengan suara serak yang parau.

Assel berteriak histeris, tubuhnya meronta di kursi ikatan. "KHALID, LEPASKAN DIA! LEPASKAN PUTRAKU! BUNUH AKU SAJA, TAPI TOLONG BIARKAN DIA HIDUP!"

William segera mengangkat tangan, memberi tanda agar pasukannya tidak melepaskan tembakan. Ia melangkah maju perlahan, berusaha menjaga kontak mata dengan Khalid.

"Tenanglah, Khalid. Kau sudah terjepit. Tidak ada gunanya menyakiti anak kecil itu," ujar William dengan suara yang sangat tenang dan terkontrol.

"Jangan ceramahi aku!" bentak Khalid, keringat dingin mengucur di wajahnya. "Sediakan helikopter di depan gudang ini sekarang juga! Jika aku melihat ada gerakan mencurigakan, otak anak ini akan berceceran di lantai!"

William terus berbicara, mengulur waktu dan memancing perhatian Khalid agar tetap fokus pada dirinya. "Kami bisa menyediakan apa pun yang kau mau. Helikopter, uang, paspor baru. Tapi kau harus menurunkan senjata itu dulu. Mari kita bicara sebagai sesama pria."

Tanpa disadari Khalid, di balik bayang-bayang tumpukan peti di belakangnya, Oliver dan Leo sudah merayap dengan senyap. Mereka bergerak seperti predator yang mengincar mangsa. Saat Khalid sedikit lengah karena terpancing emosi oleh kata-kata William, sebuah kesempatan muncul.

DOR!

Satu tembakan presisi dari laras pendek Leo menghantam kaki kanan Khalid. Pria itu melolong kesakitan, dan pistol di tangannya terpental jauh sebelum sempat ia tarik pelatuknya. Dengan sigap, Oliver menerjang maju, mengamankan Razka dari dekapan Khalid sementara anak buah William lainnya langsung meringkus sang paman.

"Kalian bajingan! Aku akan membalas ini!" teriak Khalid sambil meronta di atas lantai. "Aku tidak akan berhenti sebelum seluruh keturunan Arasyid musnah dari muka bumi ini! Kalian dengar? Tidak akan berhenti!"

William menatap dingin ke arah pria yang telah menghancurkan banyak nyawa itu. "Mulutmu terlalu berisik untuk seorang pecundang." Ia menoleh ke arah Leo. "Sumpal mulutnya. Bawa dia ke markas rahasia tim elit sekarang juga."

"Kenapa tidak langsung ke kantor polisi, Will?" tanya Leo sambil melakukan perintah tersebut.

"Belum saatnya," jawab William tegas. "Dia tidak boleh diserahkan ke pihak berwajib sebelum Maheer sembuh. Maheer adalah orang yang paling berhak menghukum pamannya sendiri. Biarkan dia membusuk di sel bawah tanah kita untuk sementara."

William kemudian mendekati Razka yang menangis sesenggukan. Ia memotong tali pengikat bocah itu dan menggendongnya dengan erat. Oliver pun segera membebaskan Assel. Tanpa banyak bicara, mereka langsung membawa ibu dan anak itu keluar dari gudang berdarah tersebut menuju rumah sakit.

Di ruang perawatan, Maheer sudah hampir gila karena menunggu. Ia tidak bisa duduk diam meski rasa nyeri di punggungnya terasa seperti ditusuk ribuan jarum. Begitu pintu kamar terbuka dan melihat William masuk menggendong Razka diikuti oleh Assel, pertahanan Maheer runtuh.

Air mata jatuh membasahi pipi pria yang biasanya terlihat kuat itu. Ia menangis tanpa suara, sebuah ungkapan lega yang sangat mendalam.

"Papa Maheer!" teriak Razka sambil berlari kecil setelah diturunkan dari gendongan William.

Maheer merengkuh tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. "Maafkan Papa, Jagoan. Maafkan Papa karena tidak ada di sana untuk melindungimu."

Assel mendekat dengan langkah gontai, seluruh tubuhnya terasa lemas. Maheer segera meraih tangan istrinya dan menariknya ke dalam dekapan yang sangat erat. Ia membenamkan wajahnya di pundak Assel, menghirup aroma yang hampir saja hilang dari hidupnya.

"Aku minta maaf, Assel. Aku benar-benar minta maaf karena membawa kalian ke dalam bahaya ini," bisik Maheer dengan suara serak.

Assel menggeleng di dalam pelukan Maheer. Isak tangisnya pecah. "Yang penting kita semua selamat, Maheer. Terima kasih... terima kasih sudah mengirimkan bantuan."

Maheer mengeratkan pelukannya, seolah tidak ingin melepaskan mereka lagi. Di balik rasa haru itu, tersimpan amarah yang masih membara untuk pamannya. Ia tahu, setelah ia pulih nanti, ada perhitungan besar yang harus diselesaikan. Namun untuk saat ini, di dalam kamar rumah sakit yang sunyi itu, ia hanya ingin menikmati setiap detik keberadaan istri dan anaknya.

Para sahabat pun terbawa pada suasana haru yang menyayat hati, menyadari bahwa meski badai fisik telah berlalu, luka emosional dari pengkhianatan keluarga akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Keselamatan mereka hari ini adalah kemenangan kecil, namun perang sesungguhnya melawan bayang-bayang masa lalu baru saja dimulai. Maheer bersumpah, mulai detik ini, tidak akan ada satu orang pun yang bisa menyentuh keluarganya lagi.

1
Retno Harningsih
up
Radya Arynda
semangaat,,,semogah linda dan william cepat nikah 💪💪💪💪💪💪💪💪
Enny Suhartini
wah bakal ada kejutan besar👍
Lia siti marlia
jadi gak sabar yah bagaimana reaksi mahher apa dia bakal senang atau bakal makin galau 🤣🤣🤣karna kedatangan assel 🤭🤭
Lia siti marlia
semangat will perbaiki agama dan diri sendiri👍💪lah ahel ahel kasian kamu yah harus nahan 🤭🤭🤭
partini
menjadi lebih baik kali sempurna itu kata yg wow Will, sempurna hanya milik sang pencipta bukan manusia
Lia siti marlia
untung nya semua bisa di bicarakan 😍😍👍
Lia siti marlia
aduh aduh jangan sampai kata kata assel merenggangkan hubungan mereka ...sabar yah mahher 💪😍😍
partini
good story
Lia siti marlia
selamat yah acel dan ahel atas kehamilanya 😍👍
Lia siti marlia
jangan jangan razka mau punya adek🤭🤭
Eliermswati
jngn2 hamil lg thor klo iya wah razka bkl punya ade nih😂😂 bkl ad anggota bru keluarga arasyid smng baik-baik sj y, smngt thor up nya
azzura faradiva
bagus
azzura faradiva
yeeeyyyy.... akhirnya bakalan launching Maher/asel versi sachet
Radya Arynda
semangaaay will
Radya Arynda
semangaaat wiiiilllll💪💪💪💪
Radya Arynda
mantap,,,
Lia siti marlia
semoga kalian berjodoh linda willian kan jodoh di tangam authorrr🤭🤭👍
Lia siti marlia
sabar yah william jodoh gak akan kemana💪💪💪
partini
semoga nanti berjodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!