NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Milikku

Suamiku Bukan Milikku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Poligami / Romansa / Tamat
Popularitas:505.9k
Nilai: 4.3
Nama Author: Humairah_bidadarisurga

MALAM INI HUJAN MENGGUYUR BUMI

Malam ini hujan mengguyur bumi,
dan suami tercinta tak ada di sini
dia mungkin sedang bercanda dan tertawa
bersama istri yang lain..
aku ingin menangis..
aku ingin sedih..
tapi dia berpesan padaku bila ini terjadi
maka kembalilah kepada cinta pada Allah
gelar lagi sajadah dan bersujudlah
baca lagi Al Quran penuh kecintaan
dan tetap genggam bahwa Allah adalah cinta teragung..
lalu kulakukan semua nasehatnya
hingga kudengar langkah kaki syaitan menjauh
syaitan itu sangat-sangat kecewa padaku
sebab tetap Allah tujuanku
di saat penuh rindu seperti malam ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2

Siang yang begitu panas, Kirana kembali ke rumahnya. Kirana masuk ke dalam rumahnya, dan menemui Ibunya yang masih terbaring lemah di atas kasur tipis dengan selimut yang menutupi tubuhnya wanita paruh baya itu.

Kirana menangis dengan keras hingga Ibunya terbangun dari tidurnya. Kedua matanya terbuka dan mendengar suara Kirana sesegukan menangis di samping tubuh Ibunya yang lemah itu.

"Kiran? Pulang tidak mengucapkan salam?" ucap Ibundanya dengan suara lirih.

Tangannya sang Ibu ingin menggapai kepala Kirana agar bisa mengusapnya pelan.

Kirana menatap sendu wajah Ibunya yang semakin hari semakin lemah tidak berdaya.

"Assalamu'alaikum, Kiran pulang Bu, maaf Kiran melupakan salam karena Kiran sedang bersedih," ucap Kiran pelan. Kedua matanya sudah basah karena cucuran air mata yang begitu deras.

"Waalaikumsalam, ada apa Kiran? Kenapa harus sampai menangis seperti itu? Ada masalah? Bukankah hari ini hari kelulusan Kiran? Bagaimana, selalu menjadi juara umum kan?" ucap Ibu Asih pelan dan terbata-bata.

Kiran memeluk Ibunya dengan sangat erat, lalu menangis lagi sejadi-jadinya hingga seluruh kerudung dan pakaian seragamnya basah karena air mata.

"Kamu kenapa Kiran? Cerita pada Ibu?" tanya Ibu Asih dengan penuh kelembutan.

Kiran menggelengkan kepalanya di bahu Ibunya, rasanya dunia Kiran ingin berhenti begitu saja. Hari yang begitu pahit setelah semua kerja keras tidak ada artinya lagi.

'Bolehkah Kiran marah dengan Allah SWT atas takdir ini?' batin Kiran di dalam hati.

"Kiran? Ada apa sebenarnya?" tanya Ibu Asih pelan sambil mengusap kepala Kiran yang tertutup hijab putih.

"Kiran memang lulus, tapi Kiran tidak mendapat nilai tertinggi sesuai keinginan Bapak. Kiran tidak bisa melanjutkan kuliah, Bu," ucap Kiran dengan lirih. Suaranya pelan tertutup dengan tangisannya hingga terdengar terbata-bata.

Ibu Asih tersenyum lalu menangkup wajah Kiran dengan satu tangannya. Tubuhnya yang lemah dan terasa sakit sudah tidak dirasa lagi, karena kebahagiaannya mendengar Kiran sudah lulus, walaupun bukan dengan nilai tertinggi tapi sudah memberikan yang terbaik untuk diri Kiran sendiri atas jerih payahnya selama ini belajar dengan sungguh-sungguh.

Kiran menatap wajah Ibunya dengan heran.

"Ibu tidak marah? Ibu tidak kecewa? Ibu tidak menangis?" tanya Kiran kepada Ibu Asih yang tersenyum manis kepadanya.

Ibu Asih menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Untuk apa? Apakah ada untungnya jika Ibu menangis? Jika Ibu harus kecewa? Jika Ibu marah? Ibu malah bangga dengan Kiran yang selalu berusaha keras belajar dengan rajin dan sungguh-sungguh untuk mempersiapkan ujian nasional dengan baik. Adapun hasilnya, itu yang harus kita syukuri bukan disesali karena ini dan itu, cobalah menerima suatu keadaan yang sudah diberikan oleh Allah SWT, mungkin itu yang terbaik buat kita karena Allah SWT telah meridhoi bila jalannya seperti itu," ucap Ibu Asih dengan pelan menjelaskan.

Kiran menegakkan duduknya dan mengusap wajahnya dengan ujung hijabnya. Menatap Ibu Asih yang tidak kunjung sembuh dari penyakitnya seolah menjadi cambuk tersendiri bagi Kiran.

"Bapak kemana Bu?" tanya Kiran pelan mencari sosok Bapak Arif.

Keluarga Kiran adalah keluarga yang sangat sederhana, dan Kiran adalah anak tunggal dari pasangan Bapak Arif dan Ibu Asih.

Bapak Arif seorang guru ngaji di kampungnya, terobsesi memiliki anak yang rajin, cerdas dan pintar. Didikan Bapak Arif selalu keras dalam hal belajar, entah pelajaran sekolah ataupun belajar mengaji. Kirana Hapsari, adalah putri semata wayang yang berhasil dididik sesuai dengan keinginan Bapak Arif, ditambah lagi Kiran memang memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata.

Kembali lagi dengan yang namanya ridho Allah SWT, jalan takdir yang sudah tertulis untuk kita.

"Tadi pamit untuk mengajar di kampung sebelah," ucap Ibu Asih pelan.

"Ibu sudah makan?" tanya Kiran pelan.

Ibu Asih menggelengkan kepalanya pelan.

"Sepertinya Bapak tidak memiliki uang untuk membeli bahan makanan," ucap Ibu Asih pelan menyembunyikan rasa sedihnya dari hadapan Kiran dengan memejamkan kedua matanya.

Kiran beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur sempit itu untuk mencari bahan makanan yang bisa diolah untuk makan Ibu Asih.

Sepuluh menit berada di dapur, Kiran tidak menemukan apapun disana, beras tidak ada, bahan-bahan makanan lain pun juga tidak ada.

Kiran menatap sedih dengan keadaannya, baru sekarang Kiran perduli dengan kehidupannya. Biasanya Kiran tida memperdulikan, tugasnya hanya belajar, belajar dan belajar saja. Semua tugas dirumah sudah beres oleh Bapaknya karena Ibunya sakit keras.

Kiran masuk kembali ke dalam kamar Ibu Asih.

"Dirumah tidak ada apa-apa, lalu bagaimana ini, Bu?" tanya Kiran pelan kepada Ibunya.

Tidak seperti biasanya, Bapak selalu meninggalkan makanan untuk Istri dan anaknya walaupun hanya nasi dan kerupuk. Kiran tidak pernah mengeluh dengan kondisinya yang sangat memprihatinkan itu. Bisa bersekolah di SMA BAKTI sebagai SMA favorit saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kiran.

Kiran masuk ke dalam kamar tidurnya, hanya ada kasur lantai yang tipis dan sudah lusuh. Satu lemari pakaian yang terbuat dari bambu buatan Bapak Arif dan meja tulis yang penuh dengan tumpukan buku.

Selama ini, Kiran tidak pernah membawa bekal berupa uang ke sekolah, Kiran hanya membawa air minum didalam botol minum kesayangannya.

Kiran duduk di kasur lantai itu sambil memeluk bantal tipis yang sudah tidak layak dipakai lagi.

'Apa gunanya buku-buku ini saat ini, apakah bisa aku jual untuk membeli makanan dan obat untuk Ibu Asih,' batin Kiran dalam hati.

Kiran dengan segera mengganti pakaian seragamnya dengan rok panjang dan kaos berlengan panjang, tidak lupa hijab instant yang menutup hingga bagian perutnya.

Buku-buku tulisnya ditumpuk menjadi satu dan dimasukkan ke dalam kardus bekas.

Kiran berpamitan pada sang Ibu yang sedang beristirahat lalu pergi ke tempat pasar loak dekat jalan raya di ujung desa tempat tinggalnya.

"Assalamu'alaikum, Pak, mau jual buku-buku bekas bisa?" tanya Kirana pelan kepada salah satu pekerja pasar loak itu.

"Waalaikumsalam, bisa neng, tapi lihat dulu ya, itu putih apa buram, harus dipisah karena harganya juga beda," ucap pemilik pasar loak itu.

Satu pekerjanya mengambil kardus yang dibawa Kiran untuk dicek dan ditimbang.

"Ini uangnya neng," ucap pemilik pasar loak itu.

Kiran menerima uang puluhan sebanyak dua lembar. Nominalnya memang kecil, bahkan seperti tidak berarti. Tapi bagi Kiran, uang dengan nominal segitu bisa untuk digunakan makan selama dia hari.

Kiran meninggalkan pasar loak itu dan membawa dua puluhan uang itu untuk membeli beras dan bahan-bahan makanan lainya untuk dijadikan lauk.

Jarak tempuh dengan berjalan kaki kira-kira setengah jam saja untuk pulang dan pergi.

Sebelum sampai di rumah, Kiran mampir ke sebuah warung untuk membeli beras dan telur untuk menyuapi Ibunya.

1
Shifa Burhan
authornya kayak seorang wanita muslim yang tau akan hukum ajaran agam islam tapi miris nya dia malah membenarkan semua kelakuan menjijikan Kirana dan fahad

miris pola pikir mu thor

belajar lagi ajaran islam
*islam melaknat pelakor dan pebinor
*islam melaknat lelaki mendekati istri orang
*islam melaknat istri mencerita masalah rumah tangganya pada lelaki lain
*islam melaknat istri yang dekat dengan pria lain
*islam melaknat istri yang membela pria lain didepan suaminya
*islam melaknat istri menjatuh kan kehormatan suaminya didepan pria lain
*islam melaknat istri yang tidak bisa menjaga kehormatan suaminya
*islam melaknat istri yang bisa membuat fitnah dengan dekat dengan pria lain

belajar agama lagi dengan benar, ingat thor walaupun ini hanya novel tapi cara kau membenarkan sebuah kesalahan niscaya kau akan diminta pertanghunh jawaban

renungkan lah
Shifa Burhan
sefatalnya kesalahan syakir tapi lebih menjijikan kelakuan Kirana yang seorang istri, curhat pada lelaki lain, tinggal dengan lelaki lain, pergi dengan lelaki lain, mengunbar aib rumah tangganya pada lelaki lain, merendahkan harga diri suaminya didepan pria lain, memilih pria lain didepan suami

kelakuan Kirana lebih menjijikan dari seorang pelacur sekalipun, tapi miris, tidak bermoral nya, munafik nya novel ini dan pemikiran author malah membenarkan semua kelakuan Kirana

mudah mudahan saja author punya suami yang sifatnya kayak Kirana dan punya teman wanita yang baiknya kayak fahad, amin
Shifa Burhan
yang membuat novel ini jadi munafik adalah
*melaknat kelakuan pelakor fatma tapi kalian memuja kelakuan pebinor fahad
*kalian melaknat intrkasi syakir dan fatma tapi kalian malah membenarkan intrkasi Kirana dan fahad
soesi soesi
Kecewa
soesi soesi
Buruk
Ira Sulastri
Kl jd istrinya udah saya tinggalkan, bukan mau durhaka tp realita jg kebutuhan banyak. Untuk apa mempertahankan rumah tangga yg tak sehat jg
Ira Sulastri
Alloh tak akan menurunkan rejeki kl hanya bersholawat saja tp di barengin dg ikhtiar/ usaha, kl pernikahan dr awal sdh di awali dg kebohongan hidup tak akan damai karena akan terbiasa dg kebohongan2 selanjutnya
Ira Sulastri
Suami mmg harus di ingatkan kewajiban, jangan mau enaknya saja. Kebutuhan banyak dan harga serba ganti harga bukan naik lg
Ira Sulastri
Lebih baik pergi cari kerja untuk anak2 drpd berharap dg suami sampah, g ada usaha untuk keluarga
Ira Sulastri
Jangan kasih ampun untuk Sinta, jangan pernah jenguk dia di hotel prodeo. Biarkan dia menghabiskan sisa hidupnya disana, merenung kejahatan yg SDH di lakukan nya
Ira Sulastri
Daniel harusnya rumah di pasangi cctv supaya kamu mudah memantau keadaan rumah di saat Melati kau tinggalkan, kasih penjaga an untuk Melati. Gugatan cerai ga usah ngomong ke Sinta, toh Sinta ga jauh dr Melati karena dia sama aja sebagai alat oleh Baskoro
Ira Sulastri
Lah Daniel gimana sih udah punya bukti kejahatan Sinta dan keluarganya kok ga cerai kan Sinta dr kemarin2, malah di diamkan saja. Kan jd berlarut-larut masalah nya
Jue
Lelaki seperti Syakir di panggil dayus , Nafsu berbini dua tapi mampu berlaku adil , Setiap solat mahupun segala amalan tidak di jadikan tiang untuk kehidupan seharian , Jangan sembang soal derhaka pada orang tua lah , Saat kamu menikah dengan Kirana janji pada tuhan untuk menjadikan Kirana tulang rusuk tanpa tersakiti aja kamu abaikan ,
Orang lelaki ketika kamu menikah keluarga kecilmu adalah tanggungjawab utama , Anak-anak boleh patuh pada orang tua tapi itu berlaku kalau orang tua masih hidup berlandaskan syariat agama , Ini orang tua seperti ibu bapa Syakir tak wajib ditaati lelaki itu boleh bersikap keras kerana mereka nakhoda setiap bahtera rumah tangga .
falea sezi
karma buat orang tua syakir ngerii
falea sezi
uda jd pelakor ngambil suami Kirana skg jd pelakor lagi hadeh
falea sezi
hadehh mending cerai lah kasian Kirana syakir egois keluarga egois Fatimah sama aja ma fahad aja
falea sezi
halah km emank mau dimadu kah bunda ayu egois sadar
Pipit Suciati
Luar biasa
Hanipah Fitri
Syakir sepertinya ketabrak mobil
Hanipah Fitri
yg sangat bersalah dari hal ini adalah bunda Ayu dan Ayah nya Syakir, karna tidak berterus terang mengenai Syakir yg telah mempunyai istri, seandainya terus terang kepada umi Amirah dan Abi Fatih tdk akan seperti ini kondisi nya.
ibu ayu terlalu memaksakan dan telah memisahkan antara Syakir dan Kirana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!