NovelToon NovelToon
Istri Pengganti CEO

Istri Pengganti CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst
Popularitas:168.3k
Nilai: 5
Nama Author: Keysa Bom

Sanaya Angelina Franca harus terpaksa menikah dengan David Jonathan menggantikan kakanya yang mati karena sebuah kecelakaan.

Padahal Sanaya sudah memiliki seorang kekasih yang sangat Sanaya cintai tapi demi nama baik keluarganya ia terpaksa menerima pernikahan ini.

Derita dan perkelahian datang melanda sili berganti dalam rumah tangga David dan Sanaya karena David belum menerima Sanaya sebagai istrinya pasalnya David masih mencintai Anaya saudara kembar Sanaya.

" Apa kamu pikir hanya kamu yang tersiksa di sini Tuan David, lihat lah saya, hati saya masa depan saya banyak yang saya korbankan demi keluarga saya dan kamu pikir hanya kamu yang tersiksa, " ucap Sanaya lantang dengan tatapan marah pada David.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 " kecelakaan"

“Sayang…”

“kak Deo…”

Sanaya berlari kecil dengan napas yang sedikit tersengal, lalu langsung memeluk Deo dengan erat seolah tidak ingin melepaskannya sama sekali. Pelukan itu begitu kuat, penuh rasa rindu yang selama ini ia tahan sendirian.

Di sisi lain, Anaya yang baru saja datang bersama David hanya bisa menghela napas pelan melihat adiknya dan kekasihnya yang sedang larut dalam perpisahan manis itu. Ia menoleh pada David lalu mengangguk kecil, memberi isyarat agar mereka memberi ruang untuk keduanya. Tanpa banyak bicara, David menggenggam tangan Anaya dan mengajaknya menjauh sedikit dari keramaian bandara, membiarkan pasangan itu menikmati momen terakhir mereka.

“aku pikir kamu sudah pergi…” suara Sanaya terdengar pelan di dalam pelukan Deo, nyaris seperti bisikan yang menahan emosi.

“Dasar gadis bodoh…”Deo menghela napas kecil, lalu mengusap punggung Sanaya dengan lembut.

Tangannya kemudian menarik pelan hidung Sanaya, membuat gadis itu refleks memanyunkan bibirnya. Ekspresi itu justru membuat Deo semakin gemas, hingga ia tidak bisa menahan senyum kecilnya.

“berapa lama kamu di sana?” tanya Sanaya sambil menatap wajah Deo lekat-lekat, seolah ingin mengingat setiap detail wajah pria itu sebelum berpisah.

“Aku di sana selama dua tahun,” jawab Deo tenang, meski di balik suaranya tersimpan berat yang tidak ia tunjukkan.

“huft… harus selama itu?” lirih Sanaya, matanya sedikit meredup. Ada rasa tidak rela yang jelas terlihat dari sorotnya.

“tunggu aku. Setelah dari Amsterdam, aku akan kembali dan melamarmu… aku akan menjadikanmu istriku.” Deo menatapnya lebih dalam, lalu mengusap rambut Sanaya dengan penuh kasih.

Kalimat itu membuat Sanaya langsung membeku sesaat. Jantungnya terasa berdetak lebih cepat, wajahnya perlahan memanas, dan tanpa sadar ia mengalihkan pandangan karena malu. Namun Deo tahu, Sanaya sedang berusaha menyembunyikan rasa senangnya.

“awas aja kamu melirik cewek di sana,” ancam Sanaya pelan, meski suaranya terdengar gemetar karena salah tingkah.

“aku tidak akan berani selingkuh. Apalagi kalau di sini sudah ada seorang wanita cantik yang menungguku.” Deo tertawa kecil, lalu mengusap kepala Sanaya dengan lembut

Ucapan itu membuat siapa pun yang mendengar mungkin akan tersenyum, tapi bagi Sanaya, itu terlalu manis untuk ditahan. Ia langsung mengalihkan pandangan, pura-pura tidak terpengaruh.

“apaan sih… gombalnya gak mempan tau,” balasnya, meski pipinya jelas tidak bisa berbohong.

“tapi mukamu tidak bisa bohong, sayang.” Deo tersenyum kecil, lalu mencubit pipi Sanaya dengan gemas.

Sebelum percakapan itu sempat berlanjut, suara pengumuman penerbangan mulai terdengar dari pengeras suara bandara. Nama Deo dipanggil untuk segera melakukan boarding. Suasana yang tadi hangat perlahan berubah menjadi haru.

Sanaya langsung memeluk Deo kembali, lebih erat dari sebelumnya. Kali ini pelukannya bukan lagi manja, tapi penuh ketakutan kehilangan. Entah mengapa, kepergian kali ini terasa jauh lebih berat dari yang pernah ia bayangkan.

“kenapa kali ini aku benar-benar berat meninggalkanmu…” suara Deo pelan, hampir seperti gumaman.

“aku juga… kalau begitu jangan pergi.” Sanaya mendongak, matanya sedikit berkaca-kaca.

“tunggulah aku. Hanya dua tahun. Setelah itu, aku akan bersamamu selamanya.” Deo tersenyum tipis, lalu mengusap kepala Sanaya dengan lembut. Ia kemudian mengecup pipi Sanaya sekilas, membuat gadis itu langsung tersipu dan menunduk.

“ik hou van je ( aku mencintaimu)” ucap Deo pelan dalam bahasa Belanda.

“ik hou ook van jou…(aku juga mencintaimu)” Sanaya terdiam sejenak, lalu dengan suara lirih namun tulus membalas,

“kalau aku rindu kamu, aku bisa menyusul ke sana. Kamu tahu kan aku punya keluarga di negeri kincir angin itu.” Deo tertawa kecil mendengarnya. Sanaya memeluk tubuh Deo, meski masih enggan melepaskan genggamannya.

“baiklah, aku harus berangkat,” ucap Deo akhirnya.

Ia mencium pucuk kepala Sanaya dengan lembut sebelum benar-benar melepaskan pelukan itu. Sanaya mengangguk pelan, menahan air mata yang hampir jatuh.

“hati-hati di sana… kabari aku kalau sudah sampai di Belanda,” ucapnya lirih.

Deo mengangguk, lalu perlahan melangkah pergi menuju pintu keberangkatan. Sanaya berdiri di tempatnya, melambaikan tangan hingga sosok itu perlahan menghilang dari pandangan, dan saat itu, ada sesuatu di dada Sanaya yang terasa kosong. Seperti firasat yang tidak bisa ia jelaskan.

“kenapa kali ini melepaskanmu pergi membuat perasaanku tidak tenang…” gumamnya sambil memegang dadanya yang terasa sesak.

“Sanaya.” Suara Anaya memecah lamunannya. Ia datang bersama David yang baru kembali dari membeli sesuatu. Anaya menatap adiknya yang masih terpaku ke arah pintu keberangkatan.

“Deo sudah pergi?” tanya Anaya.

Sanaya mengangguk pelan.

“padahal kaka sudah beli banyak cilok loh,” ucap Anaya santai, seolah tidak terjadi apa-apa.

“di saat kayak gini masih sempat mikirin cilok…” Sanaya langsung melirik kakaknya dengan malas.

“ya masa aku nangis-nangis?” balas Anaya sambil terkekeh.

“nih, ambil jatah Deo sekalian.” Sanaya mengambilnya dan mulai makan pelan-pelan. Aneh, meski hatinya sedang sedih, makanan itu sedikit membantu menenangkan suasana hatinya.

“kaka beli di mana cilok ini? Perasaan gak ada yang jual di sekitar sini,” tanya Sanaya.

“tadi aku beli di luar bandara, lagi pengen aja,” jawab Anaya santai.

Sanaya hanya mengangguk kecil.

“yuk pulang, nanti Mommy marah kalau kita kelamaan,” ajak David.

Mereka pun berjalan menuju mobil. Suasana di dalam mobil cukup tenang, meski Sanaya masih sesekali melamun ke luar jendela.

“aku pengen es krim.” Di tengah perjalanan, Anaya tiba-tiba bersuara,

“tunggu di sini ya.” David langsung tersenyum dan menepikan mobil ke mini market terdekat

“aku ikut masuk,” ucap Anaya cepat.

“tidak, tunggu di mobil sama Sanaya. Aku saja yang beli,” jawab David sambil mengusap kepala Anaya.

Anaya akhirnya mengangguk, meski sedikit menggerutu. Suasana kembali hening di dalam mobil. Sanaya menatap ke luar, sementara Anaya memainkan ponselnya. Hingga tiba-tiba, mata Sanaya menangkap sesuatu di seberang jalan.

“kak, aku mau beli itu,” ucapnya sambil menunjuk warung kecil yang menjual makanan favoritnya.

Anaya menoleh. “kayaknya enak… aku juga mau.”

Sanaya tersenyum tipis. “tunggu di mobil, biar aku yang beli.”

Tanpa menunggu jawaban, ia langsung turun dari mobil dan menyebrang jalan dengan langkah cepat. Anaya awalnya hanya memperhatikan dari dalam mobil. Namun beberapa detik kemudian, ia merasa tidak enak dan ikut keluar.

“Sanaya!” panggilnya.

Namun suara kendaraan di jalan membuat panggilannya tidak terdengar. Sanaya sudah berada di sisi lain, membeli makanan, lalu kembali dengan kantong plastik di tangannya.

Anaya sempat ingin menyusul, tetapi ia memutuskan tetap di dekat mobil karena melihat adiknya akan segera kembali. Sanaya mulai menyeberang lagi, tanpa menyadari sesuatu yang mendekat dengan kecepatan tinggi dari arah samping.

“Sanaya… Sanaya!” teriak Anaya dari kejauhan, suaranya tertutup deru kendaraan.

Detik itu terasa sangat lambat bagi Anaya. Matanya melebar, jantungnya seakan berhenti.

Ia langsung berlari.

“SANAYA!!”

Namun semuanya sudah terlambat. Sebuah mobil melaju cepat tanpa sempat mengerem tepat waktu. Tubrukan keras tak terhindarkan.

“BRUK!”

Suara itu menggema di tengah jalan, diikuti kepanikan orang-orang sekitar yang langsung berhamburan mendekat.

Tubuh Anaya terhempas ke jalan. Darah mulai mengalir perlahan di aspal, menciptakan pemandangan yang membuat siapa pun yang melihatnya langsung menjerit panik.

Anaya tergeletak tak bergerak di tengah jalan, sementara Sanaya yang baru beberapa detik sebelumnya berada di sana kini terpaku, tidak sepenuhnya memahami apa yang baru saja terjadi.

Dan dunia seakan berhenti di satu titik itu…

selanjutnya...

jangan lupa :

👍 like

💬 komentar

❤️ favorit

🎟️ vote

🥀 berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini

1
Lilis N Andini
baca part ini sampai tahan nafas....untung dijeda🤭
Keysa_Bom: 🤫🤫 aku juga tahan nafas loh kak nulisnya 🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
penyesalan selalu datang diakhir...kalau diawal namanya perencanaan ya kak key🤭
Keysa_Bom: betul sekali 🤭🤭🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
akhirnya anaya & sanaya hadir kembali...makasih kak key😍😍
Keysa_Bom: sama-sama kak 😭😭 maaf nanti kalau ceritanya enggak masuk 😭 tapi usahakan masuk lagi soalnya lupa 😭
total 1 replies
Lilis N Andini
lanjut kak key🥰🙏semangat🌷
Keysa_Bom: adi tunggu yah kak kak Keysa sementara final kampus jadi agak susah update 😭
total 1 replies
Nayi Siti
duh makin gregetan deh
Keysa_Bom: author juga ikut geregetan🤧
total 1 replies
Lilis N Andini
ayolah kak key jangan lama2 bikin aku deg-degan...saking tegangnya sampai tak sempat berkomentar😊🙏
Keysa_Bom: uhh 😘
total 1 replies
Nayi Siti
kirain David telah menyadari sanaya palsu
Keysa_Bom: waduh. 🤔
total 1 replies
Nayi Siti
deg degan
Keysa_Bom: sama author juga ikut deg..degan
total 1 replies
Keysa_Bom
yuk tunggu kisah selanjutnya 👍
Nayi Siti
sedih Thor, jgan lama2 penderitaan sanaya Thor
Keysa_Bom: bagaimana yah 🤭
total 1 replies
Nayi Siti
tegang Thor
Keysa_Bom
akhhhhh David dong yang harus tau mana istrinya kak 🤭🤭 UPS 🤭 di tunggu kelanjutannya kak 😘
Lilis N Andini
penyesalanmu tak akan berguna mommy hana😭semoga kak key mau menyelamatkan sanaya🙏
Lilis N Andini
baca part ini deg--degan....sanaya yg lari aku yg lemes😥
Keysa_Bom: author juga lemes nulisnya 😭
total 1 replies
Lilis N Andini
mana pengawal sanaya? selamatkan rafaranda dan sanaya😭
Keysa_Bom: /Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Lilis N Andini
lanjut kak key....semangat🥰
Keysa_Bom: siap kak 😘😘 Aduh Love banyak ❤️
total 1 replies
Lilis N Andini
anaya bikin deg-degan nih....jangan ganggu kebahagiaan sanaya kak key🙏
Keysa_Bom: meresahkan banget 😭😭😭 apalagi eps selanjutnya siap-siap tisu yah kak 🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
makasih upnya kak key....semangat🍵🥰
Keysa_Bom: sama-sama kak 😘😘 di tunggu terus yah kelanjutan kisahnya yang semakin akan susah d tebak 🤭🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
siapa dalangnya kak key?
lanjut kak🙏
Keysa_Bom: ayo siapa 🤭🤭 maaf ya baru balas kak key sedang sibuk dunia pendidikan jadi belum lagi lanjut untuk menulis tapi insyaallah akan segera di lanjutkan 😊😊😘 tunggu terus yah kelanjutan ceritanya 🤭🤭
total 1 replies
Lilis N Andini
Aku baru mampir nih kak key🥰🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!