NovelToon NovelToon
...

...

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:49.1k
Nilai: 5
Nama Author: My Project

[Sedang Mengalami Revisi]
[Sebaiknya baca Modern System selama novel ini direvisi]

"Guru, berarti si cacat Deon tidak akan pernah bisa menjadi seorang Machitis? ... Benar-benar sampah klan Aciel."

Pada awalnya Deon hanyalah pemuda kurang beruntung dari klan terkuat tapi dapat hidup bahagia di kota Nervik.

Semenjak terjadinya suatu peristiwa di kota Nervik kehidupan Deon berubah secara perlahan. Dimulai dari kematian ibunya disusul perubahan sikap seluruh anggota klan kepada Deon.

"Aku memanglah bukan orang pendendam, tapi, aku tidak akan terima jika seluruh anggota klan ku dibantai! Apalagi jika wanita yang paling aku sayangi terluka!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My Project, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#02 Ujian Kelulusan

Di dalam salah satu ruangan akademi Machitis kota Nervik sedang terjadi perdebatan sengit antara guru yang tadi (Tadi: Bab-1) mengajar di kelas tahun ke-dua dengan kepala akademi atau atasannya sendiri.

Perdebatan itu berlangsung sangat sengit, kedua pria itu tidak ada yang mau mengalah. Meskipun yang dihadapi oleh guru itu adalah atasannya sendiri, tapi guru itu tetap teguh memperdebatkan argumennya.

"Sudah aku katakan, Deon sampah harus mengikuti ujian kelulusan!!! Apa kamu tidak dengar Ezra!!!"

Ya, Ezra Fahar adalah nama guru yang sedang berdebat dengan kepala akademi.

"Apa kamu mau mempermalukan aka-"

"Mempermalukan akademi apanya?!! Semua murid akademi Machitis kota Nervik berhak untuk mengikuti ujian kelulusan besok pagi!!!"

Belum sempat Ezra menyelesaikan kalimatnya, sang kepala akademi sudah membentak Ezra terlebih dahulu.

"Sebelumnya Akademi ini tidak pernah tidak meluluskan muridnya." Ucap Ezra sambil menatap tajam kepala akademi. "Jika Deon mengikuti ujian kelulusan sudah dipastikan Deon tidak akan lulus, apa kamu mengerti dengan maksudku?!!"

"Heh... Apa aku takut denganmu, sekali aku bilang si sampah itu ikut ujian kelulusan ya ikut!!! Jika tidak ada hal penting lainnya segera keluarlah dari ruangan ku!"

*BRUAAK*

Setelah Ezra menggeprak meja, Ezra berjalan keluar dari ruangan itu dengan perasaan teramat kesal.

Melihat kepergian Ezra kepala akademi itu terlihat memasangkan seringai diwajahnya dan ia berkata dalam hati. "Aku tau kamu sebenarnya ingin melindungi si sampah itu, tapi aku sudah membuat kesepakatan dengan Agan Aciel untuk melenyapkan si sampah itu"

*****

Kota kecil yang hanya memiliki luas sekitar 5,12 km² dan dihuni oleh 16,634 jiwa, benar-benar indah jika dipandang di malam hari. Meskipun kendaraan bermotor belum ada di masa itu, bukan berarti lampu juga tidak ada.

Apalagi jika dilihat dari tempat tinggi, kota Nervik sudah seperti bukan kota kecil lagi, karena masyarakat kota Nervik masih saja beraktivitas entah bekerja, berkeliling bersama keluarga, jual es teh, es kopi, es cendol, es dawet, jual eheem.

Bukit yang berada tepat di belakang wilayah kediaman klan Aciel. Terlihat seorang pemuda sedang duduk di salah satu ranting pohon sambil menikmati keindahan malam kota Nervik.

Terdapat banyak sekali peralatan untuk berlatih bertarung tepat di bawah pohon pemuda itu duduk. Meskipun hanya bisa membuka dua terminal Mana, bukan berarti pemuda itu tidak bisa bertarung.

Ya, pemuda itu adalah MC kita Deon Aciel. Sebenarnya Deon pergi ke tempat itu untuk berlatih bukanlah alasan utamanya. Tapi karena klan Aciel tidak ingin Deon berada di sekeliling mereka. Maka dari itu Deon diisolasi di bukit itu

"Hah~ tidak disangka besok pagi adalah hari ujian kelulusan." Ucap Deon sambil mengangkat kepalanya untuk menghadap langit.

Dan disaat Deon sedang menatap langit, tiba-tiba datang seorang Pria yang langsung duduk di samping Deon.

"Kenapa kamu datang kemari, guru Ezra?" Deon bertanya kepada Ezra tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.

"Hah~ Aku tidak bisa mencegah kepala akademi untuk tidak memasukkan namamu ke daftar murid yang akan ikut ujian kelulusan." Ucap Ezra dengan nada lemah dan tanpa memandang kearah Deon.

"Kenapa guru melakukan hal itu? Aku kan tidak pernah meminta itu." Ucap Deon yang kemudian langsung menatap kearah Ezra.

"Apa kamu tidak tau kalau sesi kedua ujian kelulusan adalah ujian bertahan hidup selama tiga hari di hutan?" Ucap Ezra yang kemudian langsung menatap mata Deon. Dengan kata lain, kedua pria itu saling menatap.

"Hah~" sejenak Deon menghela nafas yang kemudian ia langsung memalingkan wajahnya. "Memangnya kenapa jika sesi kedua ujian dilaksanakan di hutan? Sejak peristiwa Nervik Berdarah aku sudah hidup di tempat ini, jadi hutan bukanlah ancaman bagiku."

"Bukan itu maksudku, aku yakin akan ada banyak pembunuh ba-" Ucap Ezra terpotong.

"Sudahlah! jika tidak ada hal penting lainnya, lebih baik aku tidur." Ucap Deon sambil meregangkan tubuhnya.

Ezra pun berdiri di ranting pohon itu. "Jangan tidur malam-malam, kalau kamu sakit, nggak ada yang ngingetin minum obat. Cepetan tidur sana!" Tepat setelah Ezra mengucapkan kalimatnya, ia langsung pergi begitu saja.

"Heh," Deon pun langsung bersandar di batang pohon itu.

*****

Pagi hari.

Terlihat semua murid tahun kedua sedang melaksanakan ujian kelulusan sesi pertama. Ujian sesi pertama adalah ujian tertulis. Mereka semua harus menjawab dengan benar minimal 60 dari seratus soal yang diberikan, jika tidak mau ter-diskualifikasi.

Satu jam telah berlalu tapi hampir semua murid, baru menyelesaikan 50 soal mereka.

"Waktu kalian tinggal satu jam lagi." Ucap salah satu dari dua pengawas ujian dengan tegas.

Sesi pertama ujian kelulusan benar-benar terjadi sangat tegang. Semua murid menuntut otak mereka untuk bekerja melebihi mesin. Mata kedua pengawas itu juga dipekerjakan melebihi mesin, agar tidak terjadi tradisi contek-contekan.

"Yang di sana!!! Cepat keluar dari sini!!!" Ucap salah satu pengawas sambil menunjuk salah satu murid. Karena murid yang ditunjuk tidak segera berdiri, pengawas itu pun langsung berjalan menuju murid itu.

Pengawas itu langsung mengambil kertas lembar jawab dan lembar soal murid itu, dan benar saja, terlihat buku catatan yang tadi disembunyikan di bawah lembar jawab dan lembar soal.

Tanpa belas kasih pengawas itu langsung menyeret murid itu untuk keluar dari ruang ujian.

"Yang berani curang saat ujian, akan bernasib seperti ini."

*BRUAAK*

Pengawas itu langsung melemparkan murid yang tadi ketahuan curang seperti sedang membuang sampah.

*KREEEK*

Seorang gadis cantik berusia 15 tahun berdiri dari duduknya. Sambil membawa lembar jawab dan lembar soal, ia langsung berjalan menuju pengawas yang duduk di kursi guru.

"Pak pengawas, aku sudah selesai." Ucap gadis itu sambil memberikan lembar jawab dan lembar soal kepada pengawas ujian.

"Bagus, kamu boleh keluar terlebih dulu." Pengawas itu mempersilahkan gadis itu untuk keluar terlebih dahulu.

"Makasih." Gadis itu segera berjalan keluar.

"A-apa? Ava sudah selesai?" Ya, kurang lebih seperti itulah kalimat para murid yang melihat Ava sudah menyelesaikan semua soal ujiannya.

Setelah terjadinya dua kejadian tak terduga, suasana di ruangan itu pun seketika menjadi lebih tegang. Tidak ada yang berani membuka mulut, jangankan berbicara. Mengalihkan pandangan dari lembar soal dan lembar jawab saja tidak ada yang berani.

Di meja salah satu murid, terlihat lembar jawabnya masih putih mulus layaknya paha mantan. Hanya ada nama murid itu di pojok kanan lembar jawab.

Bersambung......

My Project sebagai penulis "Deon Sword of Darkness" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.

Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan

Like

Comment

Vote

Rating 5🌟

Subscribe

Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

1
Kang Nyimak
komen ahh
Mhd Sayubi Efendi
terlalu naif MC nya
Kang Nyimak
👣
Kang Nyimak
👣👣
Kang Nyimak
👣
Kang Nyimak
petualangan baru di mulai
Kang Nyimak
mantap kreatif bet lu Thor sampe buat peta Ama logo nya
Kang Nyimak
orang hebat akan lahir dari penderitaan
Kang Nyimak
makin seru nihh

muehehehe
Kang Nyimak
ya 11 12 kek Naruto waktu ujian kelulusan
Kang Nyimak
mampir di sini ahh sambil nunggu yang di sebelah Up
Off
Antara sayang dan naif beda tipis ya wkek semangat thor bagus ceritanya
Empires
pasti setelah itu dia nyari adiknya trus sembah" tu si adik iyakan ?
Empires
wah wah gelar baru nih dalam cerita, biasanya terlihat kalo dilain sisi ada kuktivator, pendekar kalo yg ini machitis kerrrennnnn
why
MC nya kurang OP cemen
Aqsa Grizzly
mantap ceritanya
ベルゼブブ
....
ベルゼブブ
.....
ベルゼブブ
...
ベルゼブブ
h...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!