NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:69.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hati Naomi hancur saat suaminya Zayn, tega menceraikannya karena dirinya melahirkan bayi sumbing. Padahal Zayn dan keluarganya adalah keluarga dokter, mereka harusnya lebih mengerti dari orang lain.

Setelah pulih dari pasca persalinan, Naomi diusir dari keluarga Hartanto. Ia mengurus bayinya yang sumbing sendirian. Naomi bekerja banting tulang demi kebutuhan anaknya. Seiring berjalannya waktu, bayi Naomi yang diberi nama Davin itu terus tumbuh, ia bahkan mendapatkan operasi yang membuatnya bisa tumbuh seperti anak normal lain. Bibir Davin tak lagi sumbing, dia bahkan terbilang punya wajah tampan. Selain itu Davin juga menjadi anak yang sangat jenius! Mendapat banyak prestasi dan selalu membuat Naomi bangga. Saat itulah Zayn tiba-tiba kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1 - Lahirnya Anak Kita

Suara roda brankar yang berderit keras memantul di sepanjang koridor rumah sakit malam itu. Lampu-lampu neon di langit-langit menyorot dingin, memantulkan bayangan wajah pucat Naomi yang sedang berjuang menahan rasa sakit di perutnya. Nafasnya tersengal-sengal, peluh membasahi dahinya, sementara jemarinya mencengkeram erat tangan Zayn.

"Sedikit lagi, Naomi. Tahan sebentar lagi," ucap Zayn terburu-buru, meski wajahnya jelas menunjukkan kecemasan yang sama.

Naomi hanya mengangguk pelan. Air matanya menetes tanpa dia sadari, bukan karena takut melahirkan, tapi karena rasa cemas yang tiba-tiba menguar entah dari mana. Sudah sembilan bulan dia menanti momen ini, saat dirinya dan Zayn menjadi orang tua. Mereka telah menyiapkan segalanya, kamar bayi bernuansa biru lembut, pakaian mungil, bahkan nama yang telah mereka sepakati bersama, Davin Hartanto. Namun sesuatu di dalam dirinya berbisik aneh. Rasa khawatir yang tak bisa dijelaskan.

Setibanya di ruang bersalin, tim dokter langsung bersiap. Perawat berlarian, memeriksa detak jantung janin dan tekanan darah Naomi. Dokter kandungannya, dr. Livia, teman lama keluarga Zayn, mengangguk singkat dan memerintahkan, “Kita lakukan persalinan normal. Kepala bayi sudah turun.”

Naomi menggigit bibirnya kuat-kuat. “Zayn...” panggilnya lirih, mencari dukungan dari suaminya yang berdiri di samping ranjang dengan jas dokter masih menempel di tubuhnya. Zayn memang bukan dokter kandungan, tapi dia lahir dari keluarga dokter besar. Ayahnya seorang ahli bedah terkenal, ibunya spesialis genetika, dan dua kakaknya dokter anak dan dokter saraf. Namun malam itu, semua pengetahuan medis seolah tak berguna di hadapan jeritan seorang istri yang menahan nyawa di ujung batas.

"Ayo, Bu Naomi, dorong!" seru dr. Livia.

Naomi menahan napas, menggenggam erat seprai. Sekali, dua kali, tiga kali dorongan kuat keluar dari tubuh lelahnya. Tangis pertama bayi terdengar melengking di udara. Ruangan itu seketika hening, lalu pecah oleh suara tangisan bayi yang biasanya membawa haru dan bahagia.

Namun tidak malam itu. Tatapan dr. Livia berubah aneh. Alisnya bertaut, lalu dia menoleh ke arah perawat. Mereka saling pandang cepat, seolah menyembunyikan sesuatu. Perawat buru-buru membersihkan bayi itu, namun gerakannya ragu-ragu.

Naomi yang masih terengah langsung menyadarinya. “Kenapa...? Anakku... sehat, kan?”

Zayn maju setengah langkah, mencoba melihat dari balik tubuh perawat. Tapi saat cahaya lampu menyorot wajah bayi mungil itu, dunia seolah berhenti berputar.

Bibir bayi itu tidak seperti biasanya. Ada celah kecil di tengahnya, retakan yang membelah garis merah bibir mungil itu dari bawah hidung hingga ke bibir atas. Bibir sumbing.

Dr. Livia berusaha menenangkan, suaranya lembut tapi terdengar berat. “Naomi... bayinya laki-laki, berat dua koma delapan kilogram. Tapi... ada sedikit kelainan pada bibirnya. Nanti bisa diperbaiki lewat operasi.”

Naomi menatap kosong. Otaknya menolak memahami. Bibirnya bergetar, tapi tak ada kata yang keluar.

“Kelainan...?” bisiknya akhirnya.

“Ya, bibir sumbing. Tapi ini bukan hal langka. Dengan tindakan medis yang tepat, bayi bisa tumbuh normal.”

Namun sebelum Naomi bisa menenangkan diri, Zayn menatap bayi itu lama. Tatapan yang awalnya bingung berubah menjadi beku. Ia melangkah mundur, wajahnya kaku, seolah baru menyadari sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar luka di bibir bayi.

Suara langkah tergesa terdengar di koridor. Ibu Zayn, dr. Ratna Hartanto, muncul dengan wajah cemas. “Bagaimana, Zayn?” tanyanya cepat.

Naomi masih lemah, tapi cukup sadar untuk mendengar jawaban suaminya yang terputus-putus. “Anaknya... lahir. Tapi, Bu... bibirnya—”

Suara Ratna memotong tajam. “Sumbing?”

Zayn menunduk. “Iya.”

Kedua mata Ratna membulat tajam, lalu segera meredup menjadi sorot kecewa. “Ya Tuhan, aku sudah curiga. Aku bilang dari awal, periksa genetik dulu sebelum menikah. Ini bukan sekadar cacat fisik, Zayn. Ini genetik! Kau tahu itu.”

Suara ibu mertua yang keras membuat Naomi tersentak di ranjangnya. Air mata hangat mengalir di pipinya, bercampur dengan keringat. “Bu... ini bukan salah bayiku...”

Ratna berbalik menatapnya dengan pandangan menusuk. “Kau pikir aku bodoh, Naomi? Bibir sumbing itu bisa diturunkan. Keluargaku tidak punya riwayat seperti itu. Berarti dari pihakmu, kan?”

Naomi terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia hanya tahu, keluarganya orang biasa, tidak ada dokter, tidak ada catatan genetik seperti yang selalu dibanggakan keluarga Hartanto.

Dr. Livia mencoba menengahi. “Bu Ratna, ini bukan waktu yang tepat membahas itu. Bayinya butuh perawatan—”

“Diam, Livia!” potong Ratna dengan nada dingin. “Aku tahu betul apa yang sedang terjadi. Ini aib bagi keluarga kami. Anak pertama Zayn, pewaris keluarga Hartanto, lahir dengan cacat genetik. Bagaimana nanti jika wartawan tahu?”

Zayn menatap ibunya, wajahnya ragu. “Bu, ini anakku...”

Ratna menatap tajam. “Anakmu, ya? Tapi dengan cacat seperti itu, apa kau yakin mau mengakuinya di depan dunia? Kau dokter, Zayn. Kau tahu apa artinya kalau gen cacat itu menurun ke anak-anakmu berikutnya.”

Suasana ruang bersalin mendadak sesak. Hening panjang menggantung di udara, hanya dipecah oleh tangis pelan bayi yang belum tahu bahwa dunia menolaknya sejak napas pertamanya.

Naomi menatap suaminya dengan mata basah. “Zayn... tolong, jangan dengarkan mereka. Anak kita cuma butuh waktu, butuh kasih sayang.”

Namun Zayn tidak menjawab. Ia hanya memejamkan mata, menarik napas panjang, lalu berkata pelan, “Aku... butuh waktu sendiri, Na.”

Seperti itu saja, Zayn melangkah pergi meninggalkan ruang bersalin, meninggalkan Naomi yang masih terbaring dengan luka di tubuh dan hati yang remuk.

Perawat menyerahkan bayi mungil itu ke dada Naomi. Ia menangis tanpa suara, memeluknya erat seolah takut bayi itu diambil darinya.

“Maafkan Mama, Nak... maaf kalau dunia ini kejam sejak kau lahir...” bisiknya lirih.

Bibir mungil itu tampak bergerak, mengeluarkan suara rengekan kecil. Naomi menatapnya dengan mata bengkak dan senyum getir. “Kau tetap sempurna buat Mama, Davin.”

Dari balik kaca ruang bersalin, dr. Ratna memandang mereka dingin. Ia berbisik pada suaminya yang baru datang, “Kita harus bicarakan perceraian secepatnya. Keluarga Hartanto tidak bisa punya pewaris seperti itu.”

Di dalam ruangan yang dingin itu, Naomi tak tahu bahwa malam pertama anaknya melihat dunia, juga akan menjadi malam terakhir dirinya masih dianggap bagian dari keluarga Hartanto.

1
Retno Harningsih
up
Ariany Sudjana
mamanya saja pelacur murahan, ya pantas saja anaknya seperti preman. yang gini jadi cucu kebanggaan keluarga Hartanto? Davin yang tingkahnya lebih berkelas, malah di sia-sia, hanya karena lahir sumbing, bodoh kamu Zayn 🤣🤣😂😂
Anonim: awokawok ABYAN KAN ANAK HARAM AWOKAWOK
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga lancar sampai resepsi
Ma Em
Davin makin pintar cerdas , semoga acara lamaran Naomi dgn Junie dilancarkan tdk ada gangguan .
Ariany Sudjana
wah semangat yah dokter Naomi dan dokter Junie dalam mempersiapkan lamaran dan juga pernikahan nanti 😄💪
Ma Em
Anggun seorang ibu tdk mau mengurus anaknya , aneh saja sedangkan Naomi bisa melakukan apa saja demi anaknya .
Ass Yfa
kehidupan Zayn hancur da Naomi baru akan memulai hidupnya....yg aku heran kok Roby nggk ada rasa bersalah atopun menyesal...heh
Ariany Sudjana
anak pelacur murahan itu Abyan, suruh ibu kandungnya mengurus, kenapa juga Zayn harus mengurusnya? kan bukan anak Zayn juga, taruh saja di panti asuhan selesai perkaranya
sunaryati jarum
Kemungkinan bukan anakmu,tapi jika kamu pernah niduri Anggun sebelum menikah bisa jadi anakmu
MamDeyh
Kasyan Abyan
Ma Em
Bagus Naomi sdh jgn pedulikan lagi Zayn dan keluarganya karena bkn urusan Naomi lagi mungkin itu karma untuk Zayn dan ibunya , sekarang Naomi bisa membuktikan pada ibunya Zayn bahwa tanpa Zayn dan keluarganya hdp Naomi dan Davin bisa bahagia dan sukses dgn karir nya apalagi Naomi tdk lama lagi akan menikah dgn Junie lelaki yg lbh baik dari Zain .
Rommy Wasini Khumaidi
cepetan nikah Jun,sebelum Naomi ditempatkan di RS Hartanto
sunaryati jarum
Benar Naomi , ternyata tanpa kamu membalas mereka, mereka telah menuai karma atas perbuatannya.
Ayu Oktaviana
lha trs anaknya zain sama anggun gimana kbrnya kak.. jadi penasaran aku...🤣🤣
Ayu Oktaviana: ok kak.. sya tunggu ini😍😍
total 2 replies
Ariany Sudjana
setuju dokter Naomi, fokus saja sama kebahagiaan kamu dengan dokter Junie Dan PPDS kamu. keluarga toxic seperti Zayn dan Ratna lebih pantas masuk tempat sampah saja
Nadja 🎀
betul naomi
Eka
ayoo juneo cepat lamar naomi ke ayahnya
W I 2 K
g usah lama² babang Juni... nanti keburu Juli loh... 🤣🤣
sunaryati jarum
Cepat nikahnya Junie dan Naomi. Karma dibayar tunai ya, keluarga Dokter Hartanto, karena satu nama," Anggun' perilakunya tidak sesuai namanya
Ariany Sudjana
mampus kalian semua, keluarga kalian hancur dan terima saja konsekuensinya 😂😂🤣🤣 dan menantu kesayangan kamu sudah mengkhianati kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!