NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Cinta Tak Perna Salah (Pace Roy Pilihanku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendahuluan

Maria Theresia Johan adalah seorang anak perempuan asli kalimantan. Bapaknya Esau Johan punya perusahaan yang bergerak dibidang properti dan juga mempunyai pabrik pengelolaan kelapa sawit, sebagai anak orang asli disana bapaknya sangat diperhitungkan dan dimasukan dalam daftar pengusaha sukses se kalimantan.

Sedangkan maminya adalah perempuan keturunan China kalimantan Martha Ong yang bekerja sebagai dokter. Maria adalah anak kedua dari empat bersaudara. Ketiga saudaranya laki - laki. Hanya Maria saja yang perempuan. Sedari dia sekolah Maria senang bertualang. Hobinya ini diturunkan dari papinya. Maria Kuliah di Jakarta mengambil jurusan pendidikan ilmu Matematika. Hanya tiga setengah tahun dia selesai dan mendapat gelar mahasiswa berprestasi cum laude.

Karena kecintannnya terhadap alam. Dia mencoba peruntungannya bekerja dengan sebuah Lembaga Masyarakat Pendidikan ternama di dunia yang bergerak di bidang pendidikan anak. Yang mempunyai kantor utama di Jenewa Swiss yang ada di luar negeri. Peruntungannya di mulai, ketika tes yang dia ikuti, Maria di nyatakan lulus dan seminggu kemudian dia mendapat email bahwa penempatannya di Indonesia bagian timur tepatnya di Papua pada suatu daerah di pegunungan tepatnya di mulia.

Maria sedang berada di Kalimantan. Papinya mau dia melanjutkan sekolahnya lagi. Namun Maria memilih bekerja di lembaga masyarakat yang tidak terikat dengan seragam dan waktu.

"Kamu anak perempuan kami satu - satu, jangan kesana ya cece sayang."

"Papi, cece ini tidak diharapkan buat keturunan papi, ada koko dan adek - adek."

"Kamu bicara apa??" Maria hanya tertawa.

"Ini karena papi, hobi mendaki gunung ajaknya anak perempuan akhirnya ini hasilnya." Maria tersenyum melihat maminya memarahi papi.

"Kenapa tidak Kalimantan saja sayang."

"Mungkin dua tahun depan setelah kontrak pertama ini selesai. Siapa tahu cece dapat di kalimantan."

Papi dan maminya Maria belum mengijinkan anak perempuan satu - satunya berangkat ke Papua, sedangkan waktu verifikasi data relawan harus seminggu sudah masuk. Maria membutuhkan tanda tangan dari papi dan maminya. Dua hari berlalu, Maria merayu belum juga di ijinkan.

Banyak rencana jahat yang sudah ada di pikirannya. Apa saya harus menjiplak tanda tangan papi. Semua alternatif rencana ada di pikirannya. Sampai hati ketiga, kembali papi dan maminya memanggilnya. Menanyakan keseriusan anak mereka. Apa yang ditunggu Maria di kabulkan. Dia mencium mami dan papinya.

"Terima kasih mami dan papi, ini akan menjadi pengalaman berharga buat cece."

Maria Theresia, S.Si. Saat ini masih berusia dua puluh satu tahun. Maria mempunyai Kakak laki - laki Marco Anthonius kuliah ekonomi, sekarang dia ada belajar bisnis lagi di Amerika. Sedangkan kedua adik kembarnya Andre sementara belajar di Akademi Militer di Magelang, sedangkan Adrian sekolah kedokteran di universitas Indonesia sama seperti dirinya namun berbeda fakultas.

Dari Kalimantan Maria berangkat naik pesawat ke Makassar dan di sana dia akan menanti penerbangan ke Jayapura dan melanjutkan ke pegunungan mulia. Di tempat ini dia akan mengajar bersama yayasan yang merekrut dia.

Pukul dua subuh mereka berangkat menuju Jayapura. Waktu menjelang pukul lima pagi, terlihat sinar matahari mulai memancarkan cahayanya dan dari atas pesawat dia melihat hamparan hutan yang hijau. Maria berdoa dan melihat tempat dimana Tuhan menempatkan dia untuk mengabdi. Lamunannya di kagetkan dengan bunyi pemberitahuan bahwa kurang dari satu jam lagi mereka akan mendarat di bandara udara sentani.

"Papi, kakak sudah di sentani??" Papinya hanya tersenyum dan pasrah atas pilihan anaknya. Dan tetap berdoa buat keselamatan anaknya.

"Hati - hati ya sayang."

"Siap bos."

"Kalau kamu ngak betah, pulang aja papi sanggup kok bayar dendanya."

"Papi seperti tidak mengenal Mia deh."

Mia sudah dijemput oleh pihak yayasan, bapak Hans yang akan menjadi orangtua angkat bagi Mia selama dua tahun mengabdi didaerah itu. Menggunakan pesawat kecil, Mia tiba didaratan yang ada di pegunungan ini. Pertama kali yang dia lakukan adalah berdoa. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi tetapi dia percaya semua ada dalam rencana Tuhan.

Keluarga bapak Hans menyambut kedatangan Maria Theresia Johan, gadis manis yang ketika istrinya Hans dan anak - anak pegawai yang bekerja di yayasan ini melihatnya tidak yakin, bahwa Maria bisa nelayani disini. Namun mereka sadar bahwa bisa sampai disini, itu melewati seleksi yang ketat.

Mia diberi kamar sendiri. Hari ini dia diajak istrinya bapak Hans jalan - jalan keliling kota ini. Yang jalannya banyak tanjakan dan turunan, seperti berjalan di lereng gunung. Sepanjang jalan Maria melihat banyak sekali pos - pos keamanan tentara maupun polisi. Yang membuat Mia nama panggilan bagi Maria Theresia Johan adalah harga barang di sini bisa lima kali lipat bahkan sepuluh kali lipat.

Ketika Mia, anak yang ramah ini menayakan hal itu kepada pemilik toko atau kios, Mia sadar bahwa barang semua yang ada disini dibawa dengan pesawat. Jika mahal wajar.

Kota ini akan menjadi awal dia berkarier, dia akan mulai mengajar disalah satu sekolah negeri. Tugas Mia adalah mencari bibit - bibit orang asli disini dalam bidang matematika. Pemerintah Daerah setempat sudah bekerja sama dengan yayasan yang mempekerjakan Mia.

Bapak Hans dan istrinya adalah orang asli disini, mereka bertemu di pulau Jawa waktu mereka kuliah. Istrinya ibu Yuli perempuan pegunungan namun sudah campuran orang Jawa dia lahir dan besar di Jayapura. Menikah dengan pak Hans baru dia kembali ke Yahukimo kampung halamannya.

"Jadi kak Yuli juga baru kembali ke kampungnya kakak?"

"Iya, karena kakak diberi jodoh orang Yahukimo."

"Sori ya kakak, pantas kakak beda dengan mereka."

"Kaka ada blasteran Jawa dek. Kenapa kamu pingin kerja disini dek??"

"Ingin sesuatu yang berbeda saja. Yang ada tantangannya."

Malam ini, Mia makan bersama pasangan suami istri. Mereka sangat humble sehingga Mia tidak merasa sendiri jauh dari orangtua. Kakak Yuli adalah seorang ASN, dia ibu guru. Sedangkan suaminya juga seorang sarjana pendidikan, namun dia lebih memilih bekerja lepas tidak terikat. Makanya dia dipercayakan pada yayasan tempat Mia bekerja menjadi manager di sini.

Pagi - pagi, Mia sudah bangun, kebiasaan orangtuanya yang diterapkan di rumah mereka adalah bangun pagi - pagi berdoa. Dan di tanah rantau di melakukannya. Dia memuji Tuhan dan membaca Alkitab diakhiri dengan doa. Kemudian dia keluar dari kamarnya. Mendapati kakak Yuli sedang berada di dapur sedang membuat jualannya yang akan dia jual di sekolah.

"Selamat pagi kak."

"Selamat pagi dek."

"Kak buat apa??"

"Ini jualan kakak di sekolah. Sebentar kak Hans yang mengantar adek ke sekolah."

"Kenapa Mia tidak ikut kakak saja."

"Kakak Hans yang harus mengantar adek selalu pengurus yayasan di kota ini yang merekrut kamu dek."

"Oke mengerti."

"Kebetulan sebentar akan ada acara penyerahan komputer dari pemerintah daerah. Katanya Bupati yang serahkan sendiri, pasti dihadiri oleh pejabat - pejabat lain."

"Kak Hans sudah janjian dengan pihak sekolah pagi jam tujuh lewat tiga puluh untuk membawa kamu ke sekolah."

Ternyata kakak Hans juga sudah bangun. Terlihat dia sedang membantu istrinya membuat jualan sehat buat dijual di sekolah. Mia tersenyum melihat sepasang suami istri ini.

Sesuai dengan janji jam tujuh pagi lewat lima menit, Hans sudah membawa Mia ke pihak sekokah. Di ruang guru, Mia di sambut dengan memperkenalkan dirinya.

"Selamat pagi nama saya Maria Theresia Johan sarjana matematika murni. Saya ditugaskan oleh yayasan yang merekrut saya untuk mengabdi di kota ini selama dua tahun. Semoga saya bisa bekerja sama dengan sekolah. Terima kasih."

Semua guru - guru menyambut Mia dengan senyuman. Penampilan dia rapi dengan menggunakan celana jins dan kemeja putih dipadukan dengan makeup natural membuat dia begitu manis. Pemandangan yang langkah bagi orang - orang disini. Melihat penampilan Mia

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!