Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.
Bab 1
"Gimana keadaannya.."
"Baik-baik saja kan.."
Cecar bianca kepada seorang dokter yang biasa menjadi langganan keluarganya.
"Dia hanya sedikit ada memar dan luka,.."
"Mungkin nanti kalau sudah sadarkan diri kamu antar ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan menyeluruh.."
Bianca pada akhirnya memilih membawa pulang keapartemen mewahnya daripada ke rumah sakit,
Bianca sudah tau betul jika ia membawanya kerumah sakit akan banyak pertanyaan dari perawat/dokter yang menanganinya.
Atau jika ia meninggalkannya begitu saja pasti masalah akan semakin panjang karna pasti dirinya tertangkap kamera cctv yang ada di taman.
23:00
Seorang pria dengan penampilan yang sudah acak-acakan masih berbaring di kasur empuk milik bianca,
Sedangkan bianca di luar kamar memilih merebahkan tubuhnya di atas sofat panjang di ruang tamu.
Bianca adalah perempuan cantik berumur 26tahun,
Umur yang sebagian orang menganggapnya sudah cukup untuk menikah.
Tubuh tinggi dan kulit putih bersihnya tidak membuatnya kesusahan untuk mencari pasangan.
Namun setelah hubungannya dengan devanka berakhir 2 tahun yang lalu,ia masih saja menutup diri dari kisah asmara.
Bianca kini bekerja di satu perusahaan ternama yang ada di pusat kota,
Jabatan manager membuatnya sudah merasa cukup,
Sebelumnya ia keluar dari perusahaan ayahnya dan memilih mencari pekerjaan secara mandiri.
"Permisii..permisii.."
Ucap seorang pria dengan menepuk punggung kaki kiri milik bianca.
Bianca terkaget hingga spontan langsung berdiri.
"Ah sudah sadar.."
"Maaf aku membawamu kesini karna.."
"Tapi tadi sudah ada dokter yang memeriksamu.."
"Jonathan.."
"Dan terimakasih sudah menolongku.."
Ucap jo sembari mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat.
"Bianca.."
"Oh iyaa tadi dokter juga berpesan agar melakukan pengecekan menyeluruh di rumah sakit.."
"Dan ini obatnya.."
"Boleh saya minta minum.." pinta jo dengan mata melirik ke arah dapur yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Oh mari.."
"mau minum air biasa atau air dingin.." ucap bianca berjalan lebih dahulu.
"Air putih biasa saja.."
"aku ingin meminum obat ini.." ucap jo sembari meletakan beberapa obat diatas meja makan.
Sejenak bianca memandangi wajah jo yang terlihat babak belur,
Ia sedikit merinding membayangkan rasa sakitnya jika dipukul seperti itu.
"Jangan kaget.."
Suara jonathan cukup membuat lamunan bianca buyar.
"Didunia malam hal seperti ini biasa terjadi dikalangan para pria.."
"Kenapa..?" Bianca kini duduk berhadapan dengan jo.
"Ya karna terpengaruh alkohol.."
"Btw aku belum bisa nyetir dalam keadaan seperti ini,dan aku sepertinya menjatuhkan dompetku.." ucap jo sembari merapa kantong celana miliknya.
"Mau aku yang antar.."
"Aku ga bisa kalau harus menginap disini.." ucap bianca dengan suara datar.
"Boleh.."
jonathan meraih jaket yang sebelumnya dilepas dokter yang mengobatinya.
Jonathan sendiri pun tidak memiliki pemikiran ingin menginap di apartemen bianca.
Sudah ada yang membantunya saja ia sangat berterima kasih,dia tidak tau apa yang terjadi jika ia tidak ketemu bianca di taman itu.
bisa jadi dia akan semalaman tidur disana,dan akan dikira gelandangan.
"Sepertinya ga asing nih.." ucap jonathan
"Ga asing kenapa..?"
"Kamu ada kenalan disini.." ucap bianca menghentikan langkahnya di depan pintu lift.
"Ini apartemen Luxury garden kan..?"
"Iyaa bener,aku tinggal disini belum lama si baru beberapa bulan ini.."
"Bukan,bukan-bukan itu,maksudku aku juga tinggal disini.."
"Haahhhh.." ucap bianca sedikit melotot.