ACT ZERO: Di Atas Malam yang Tinggi
- - -
Pada suatu malam yang dingin, seorang gadis ditemukan tak bernyawa di atap gedung sekolah.
Bunuh diri.
Selama tiga tahun, rumor-rumor dan spekulasi liar bermunculan di mana-mana. Namun tak ada satu pun pihak yang menghentikan karena semua siswi diperbolehkan untuk saling bercerita, memberikan pendapat masing-masing tanpa terkecuali.
Misalnya seperti ... kematian gadis yang diduga merupakan aksi pembunuhan.
Tidak ada yang tahu. Karena mereka yang mengetahuinya menyembunyikannya di dalam Drama.
Drama.
Panggung berisikan lima gadis bergerak melalui cerita yang akan dipertontonkan kepada para audiens. Di balik tirai berwarna merah ... sebelum lampu sorot dinyalakan dan musik dimainkan, ada berbagai macam hal yang perlu dilewati—alasan dari terciptanya sebuah Drama.
Act Zero.
- - -
Endiya Winter
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endiya Winter, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENDAHULUAN
...ACT ZERO: Di Atas Malam yang Tinggi...
...Written by: Endiya Winter...
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
🎬 KENAPA ‘ACT ZERO’?
1. Dalam dunia teater, ‘Act 1’ adalah saat di mana tirai dibuka dan pertunjukan Drama dimulai. Artinya, Act Zero adalah sesuatu yang terjadi sebelum tirai dibuka—fase yang tidak pernah ditampilkan kepada penonton, tetapi jadi fondasi kuat atas alasan mengapa pertunjukan itu bisa ada.
2. Act Zero tidak memiliki naskah. Singkatnya, tidak ada yang diberi peran, mereka memilih perannya sendiri. Tidak ada panggung—belum dimulai—mereka menjadikan dunia nyata sebagai pentas. Tidak ada dialog tertulis. Semuanya lahir dari insting, kecurigaan, dan pengalaman yang dialami.
3. Segala sesuatu baru dianggap resmi dimulai saat angka satu muncul—Act 1, Bab 1, Langkah pertama, dan seterusnya. Namun angka nol berbeda. Ia tidak pernah dianggap sebagai bagian dari permulaan atau perjalanan. Nol tidak dihitung, sering kali terlewat seolah tidak memiliki peran. Padahal secara simbolik, angka nol tetap hadir sebagai dasar yang memungkinkan angka 1 bisa muncul.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
⏳ Jalan cerita :
ACT I: Tirai Panggung Dibuka
ACT II: Pertukaran Kamar Asrama
ACT III: Teman Baru, Cerita Baru
ACT IV: Akhir Pekan Pertama
ACT V: Gudang 2X
ACT VI: Di Atas Meja Kafetaria
ACT VII: Hari Yang Aneh
ACT VIII: Satpam Dua Hari
ACT IX: Surat Kesaksian
ACT X: Tangan Sebelahku
ACT XI: Tirai Panggung Ditutup
ACT XII: Selesai
ACT XII: [Flashback]
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
🎬 ENDLEY GIRLS HIGH SCHOOL
*Denah
*Tampak depan
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
🎬 TOKOH PEMAIN DRAMA
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
**Buat kalian yg masi bingung sm ‘apa si yg diceritain dari novel ini?’. Jadi, walaupun genre ceritanya ttg thriller-psikologis, tp pokok penyelesaian masalahnya bkn kaya di film atau novel (genre serupa) yg pernah kln baca (harus nemuin siapa pelaku aka pembunuh dlm kasus itu). Novel ini lebih kaya nyeritain perjalanan emosi manusia ttg apa itu artinya hidup. Makanya mungkin alurnya kerasa agak kompleks krn byk nyantumin sudut pandang dari para tokoh. Ya, catet 📝. Itu pertama.
Kedua; Act Zero ini nyeritain ttg Drama. Kata Drama yg bakal sering muncul di dlm cerita ini tu sebenernya cuma konotasi buat mrk yg terlibat dlm kasus secara langsung. Itu artinya, ga nutup kemungkinan gada orng lain selain mrk berlima. Ya walaupun tokoh lain nongol sbg informan aka pemeran pendamping, karakter mrk bisa dibilang terlibat jg (sbg saksi).
Ketiga; Jgn bingung klo nemu scene tokoh yg kalo lg bahas informasi ttg mrk sering simpang siur rasanya. Simpelnya, mrk emng sengaja bohong. ‘trus gimana cara tau itu bnr atau ga?’, gada, selain berteori sendiri atau ikutin alur aja.
Keempat; Krn tinggal di asrama, jd udh pasti mrk ketemu orng² baru. Apalagi sebulan sekali ganti² kamar, makanya dialog sm tokoh tambahan itu biasanya isinya ttg informasi. Dan hal kaya gini tu wajar krn sm aja kaya lg ngomongin orng. Jd kalo nemu scene begini, mrk bukannya ‘kok bisa tau sih?’ atau ‘jalan ceritanya jd keliatan ga natural.’, tp krn sebelumnya udh ngalamin, trs jg dpt cerita dr orng lain, disebar deh.. (intinya gosip)
Kelima; jangan diambil pusing kalo nemu scene yg tau² flashback. Dialog sm narasinya ga dicetak miring krn biar nyatu sm scene sebelumnya [itu perbedaan yg paling keliatan]. Trus alesan lainnya jg kalo dialognya dicetak miring, dikhawatirin bikin bingung» krn tulisan cetak miring biasanya dipake buat kata/kalimat istilah, bahasa selain bhs indonesia, nama judul berita, lagu, atau semacemnya, sm monolog tokoh (bicara dalem hati). Nah, itu baru ngomongin dialog. Coba kalo ada narasi panjang yg hrs author ceritain, wah apa ga juling nnt yg baca.
Keenam; Flashback aka pergantian scene ke masa lalu juga bisa ditandai sm tanda skip (• • • • •). Kaya gini:
................................................ (scene
................................................ sekarang)
• • • • •
................................................ (scene
................................................ flashback)
• • • • •
................................................ (scene
................................................ sekarang)
»itu kalo scene flashback-nya panjang (biasanya itu scene di bab sebelumnya yg di cut, tujuannya sebenernya biar info²nya ga numpuk di bab² awal). Tp kalo scene-nya pendek, biasanya ga, cukup nyempil sedikit di tengah² scene (makanya sering digambarin kaya ingatan tokoh gitu). Trs juga, geperlu khawatir kalo tau² flashback ganti scene, nnt bakal balik lg kok ke scene sebelumnya. Flashback ini tu cuma sbg alternatif lain biar si tokoh gaperlu panjang² cerita atau coba nginget kejadian sebelumnya (ya intinya si biar gabikin boring krn pov dr tokoh). Tapi... seandainya ni ya, kln masi bingung krn scene yg kecampur² sm flashback (yamaap ya), ada solusinya» baca ulang scene-nya smpe paham (´︶`).
Terakhir; Selamat baca~ Jgn lupa tinggalin komentar dan like kalo menurut kalian ceritanya berkesan [luv luv muachh]~♡
^^^Endiya Winter ‹3^^^