NovelToon NovelToon
Menjadi Triliuner Dalam Semalam

Menjadi Triliuner Dalam Semalam

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Sistem / CEO / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ginian

​"Hanya karena arloji murah ini, kau membuang tiga tahun hubungan kita?"
​Vandiko Elhaz hanyalah pemuda miskin yang bekerja keras demi masa depan kekasihnya, Clarissa. Namun, di hari ulang tahun Clarissa, Vandiko justru dipermalukan di depan kaum elit dan dicampakkan demi seorang pewaris kaya.
​Di titik terendah hidupnya, di bawah guyuran hujan dan hinaan yang membakar dada, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya

​Sejak malam itu, hidup Vandiko berubah total.
Orang-orang yang dulu meludahi kakinya, kini mengemis di depan kantornya.
Wanita yang dulu mencampakkannya, kini menangis memohon kesempatan kedua.
​Dengan kekayaan tak terbatas dan sistem yang terus memberinya misi rahasia, Vandiko akan menunjukkan pada dunia: Siapa yang sebenarnya berkuasa?
​"Dulu kau bilang aku sampah? Sekarang, bahkan seluruh hartamu tidak cukup untuk membeli satu jam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Hadiah Sampah dan Pengkhianatan

"Vandiko, sadarlah. Arloji murah seharga dua ratus ribu ini tidak akan bisa menggantikan biaya makan malamku di restoran ini."

Suara melengking Clarissa memecah suasana romantis di restoran rooftop bintang lima itu. Di tangan Vandiko, sebuah kotak kado kecil yang ia bungkus dengan rapi kini tergeletak di lantai, terinjak oleh sepatu hak tinggi milik wanita yang sudah ia pacari selama tiga tahun.

Vandiko terpaku, Seluruh tamu restoran—yang rata-rata adalah kaum elit—kini menatapnya dengan tatapan merendah

"Clarissa, aku menabung tiga bulan untuk membeli arloji itu...

aku tahu itu tidak mahal, tapi—"

"Tapi apa? Tapi itu tulus?" potong seorang pria tegap yang tiba-tiba merangkul pinggang Clarissa.

Pria itu adalah putra pemilik dealer mobil mewah ternama, Evan.

"Vandiko, ketulusan tidak bisa membayar tagihan kartu kredit

Di dunia ini, harga diri diukur dari saldo rekening."

Evan mengeluarkan selembar uang seratus ribu dari dompetnya dan melemparnya ke wajah Vandiko.

"Ini, ambil. Anggap saja upah karena sudah menjaga Clarissa untukku selama tiga tahun ini. Sekarang, angkat kakimu dari sini sebelum petugas keamanan menyeretmu keluar seperti sampah!"

Gelak tawa pecah di seluruh ruangan. Vandiko mengepalkan tinjunya hingga kukunya memutih. Hatinya hancur, bukan hanya karena dihina, tapi karena Clarissa—wanita yang ia bela mati-matian bahkan saat ibunya jatuh sakit—hanya diam melihatnya dipermalukan.

"Ayo pergi, Sayang, Bau kemiskinan di sini mulai membuatku mual," ucap Clarissa tanpa menoleh sedikit pun pada Vandiko.

Vandiko melangkah keluar dengan sisa-sisa harga diri yang hancur. Di bawah guyuran hujan deras Jakarta, ia berjalan tanpa arah. Di kantongnya hanya tersisa uang sepuluh ribu rupiah. Ibunya butuh obat, kontrakannya menunggak, dan sekarang ia kehilangan segalanya.

"Dunia ini tidak adil..." bisiknya parau.

Tiba-tiba, sebuah kilatan cahaya biru terang muncul di depan matanya. Waktu seolah berhenti.

Tetesan air hujan membeku di udara .

[TING! KUALIFIKASI TERPENUHI.]

Sebuah suara mekanis yang dingin bergema di dalam kepalanya.

[Mendeteksi Pengkhianatan Terparah...]

[Sistem Kompensasi Penderitaan Tak Terbatas Berhasil Diaktifkan!]

Vandiko terhenyak.

"Sistem Apa ini?

Tuan Vandiko Elhaz, selamat Mulai detik ini, setiap tetes air mata dan penghinaan yang Anda terima akan dikonversi menjadi kekayaan.

Hadiah Aktivasi Pertama: Saldo Tunai Rp10.000.000.000 (Sepuluh Miliar Rupiah) telah dikirim ke rekening pribadi Anda .

Bzzzt!

Ponsel butut di saku Vandiko bergetar hebat. Dengan tangan gemetar, ia membuka pesan singkat yang masuk.

M-Banking: Rekening 7702-XXXX-XXXX. Masuk Rp10.000.000.000,00. Saldo saat ini: Rp10.000.008.450,00.

Mata Vandiko membelalak Sepuluh miliar? Ini bukan mimpi?

Bibirnya yang gemetar perlahan membentuk senyuman dingin .

Ia menoleh ke arah restoran mewah tadi

"Clarissa, Evan... kalian bilang harga diri diukur dari saldo rekening?"

Vandiko menghapus air matanya, Aura di sekitarnya berubah drastis.

Jika dunia ingin bermain dengan uang, maka ia akan menjadi penguasa permainannya .

Vandiko tidak langsung pergi, Ia berdiri diam di bawah lampu jalan yang temaram

membiarkan air hujan membasuh sisa-sisa air matanya .

Tangannya yang semula gemetar kini menggenggam ponsel butut itu dengan sangat kuat, Sepuluh miliar rupiah Angka itu bukan sekadar deretan nol, melainkan senjata yang akan ia gunakan untuk meruntuhkan kesombongan orang-orang yang menginjaknya.

[Ting! Misi Darurat Terdeteksi.]

[Target: Ibunda Tuan Vandiko sedang dalam kondisi kritis di RS Medika

Biaya tunggakan: Rp50.000.000.]

[Misi: Bayar biaya rumah sakit dan pindahkan Ibu ke ruang VVIP dalam waktu 30 menit!]

[Hadiah Misi: Skill 'Mata Dewa' (Dapat melihat nilai aset dan kebohongan seseorang)]

[Penalti: Kegagalan akan mengakibatkan sistem meledakkan jantung pengguna!]

Mata Vandiko menyipit. "Sial, Ibu!"

Ia tidak punya waktu untuk meratapi nasib

Dengan langkah lebar, ia mencegat sebuah taksi mewah yang kebetulan lewat

Sang sopir awalnya ragu melihat penampilan Vandiko yang basah kuyup dan berantakan .

"Maaf, Mas, ini taksi eksekutif—"

"Sepuluh juta rupiah untuk mengantarku ke RS Medika dalam sepuluh menit

Sisanya ambil untukmu," potong Vandiko dengan suara dingin yang dalam, nada bicara yang belum pernah ia miliki sebelumnya .

Vandiko menyodorkan ponselnya, menunjukkan saldo rekening yang baru saja masuk. Mata sopir taksi itu hampir melompat keluar.

Tanpa sepatah kata pun, ia membukakan pintu dengan hormat. "Silakan naik, Tuan! Saya akan membawa Anda ke sana secepat kilat!"

Di dalam mobil, Vandiko menatap ke luar jendela, Bayangan Clarissa dan Evan yang tertawa di atas penderitaannya melintas kembali

Namun kali ini, tidak ada rasa sakit hanya ada api dendam yang berkobar tenang .

"Clarissa, kau bilang kau muak dengan bau kemiskinanku?" gumam Vandiko sambil mengusap layar ponselnya yang retak .

"Mulai besok, bahkan untuk menghirup udara di dekatku pun, kau tidak akan mampu membayarnya."

Sistem kembali berbunyi di kepalanya, seolah merespons tekadnya .

[Logika Tuan Vandiko Terdeteksi: Sangat Cocok dengan Sistem Pembalasan.]

[Memulai Sinkronisasi Kepercayaan Diri...]

Tubuh Vandiko terasa dialiri energi hangat. Tatapan matanya yang semula sayu kini setajam elang.

Hari ini, seorang pemuda malang bernama Vandiko telah mati di restoran itu, Dan yang lahir dari derasnya hujan malam ini adalah seorang monster keuangan yang akan menguncang dunia .

"RS Medika, kita sampai, Tuan!" seru sopir taksi dengan nada gemetar, terintimidasi oleh aura dingin yang tiba-tiba terpancar dari pemuda di kursi belakangnya.

Vandiko melangkah keluar .

Permainan baru saja dimulai

1
Ali
Thor knapa si isabela dibiarin hidup...bego lu thor.skip ah.cerita muter muter kayak gasing.
Ginian
iya terimakasih
Ginian
terimakasih 🙏
D'ken Nicko
ga seru kalau ada sistem lain. jadi hambar
D'ken Nicko
tetap semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!