NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Singkirkan!

Menatap kepergian Graven, hingga pintu tertutup perlahan, Sera langsung jatuh di kursi, kakinya seolah tak mampu menopang tubuhnya lagi.

Berusaha mengontrol pikirannya, menenangkan jantungnya dan menormalkan nafasnya.

"Aku curiga kamu benar-benar iblis Graven, kamu bukan manusia" gumam Sera sambil memegang dadanya, bersyukur bisa mulai normal nafasnya.

Tidak bisa, Sera menggelengkan kepala, ini tidak bisa di biarkan begitu saja, dia butuh ruangan, butuh mengembalikan kekuatan, dia butuh_ CUTI!

Segera Sera menghubungi seseorang, tak ingin lagi terpuruk dalam pengaruh Graven yang bisa membuat hidupnya porak poranda.

"Tolong kesini, Mega!"

Tak butuh waktu lama, Mega sudah masuk dan berjalan cepat berada di depannya.

"Ada masalah Nona?" Mega tampak khawatir melihat keadaan Sera yang tak biasa, wajah yang terlihat ketakutan mungkin?, atau kelelahan barangkali.

"Cuti"

"Apa?!" Mega terkejut dengan kata pertama yang di dengarnya.

"Aku ingin Cuti, urus hal itu"

Cuti?, ditengah kesibukan seperti ini?, dan bahkan CEO muda yang ada di hadapannya ini masih belum genap dua minggu menjabat, sekarang minta cuti?, fix ini hal terbodoh yang akan terjadi jika Mega tidak bisa mencegahnya.

"Begini Nona_"

"Tolong Mega"

"Maaf saya tidak bisa Nona Sera"

"Apa?!, tidak, ini tidak mungkin, aku pemilik perusahaan ini dan aku tidak bisa cuti?, apa-apaan ini?!" teriak Sera tak bisa menerima.

Mega menarik nafas panjang, sepanjang rel kereta api, saatnya kemampuannya di uji, menghadapai wanita penuh kuasa sedang masa transisi dan sepertinya stres dini.

"Begini Nona Sera, tolong dengarkan saya" Saatnya Mega mengeluarkan jurus penenang jiwa, atau dia akan berurusan dengan Oma jika atasannya itu bertindak merugikan perusahaan.

"Sekarang ini adalah masa pembuktian diri anda, bukan hanya kepada Oma, tapi pada dunia, bahwa anda bukan hanya Pewaris, tapi juga kompeten menduduki CEO Megatan Company, tolong jangan rusak hal ini Nona" Mega sampai totalitas memperlihatkan wajah memohonnya.

"Tapi aku lelah Mega, aku bisa gila"

"Apa yang membuat anda gila, saya akan membantu anda Nona, ayo kita selesaikan bersama, Saya bahkan siap dua puluh empat jam untuk anda" sahut Mega.

"Kalau pekerjaan masih bisa aku atasi, masih ada kamu, aku masih bisa kamu bantu, tapi ini_"

"Apa,?, katakan saja Nona" ucap Mega.

Sera tak langsung mengatakannya, lebih tepatnya bingung harus bagaimana menjelaskannya, ini soal rasa, soal hati dan soal sesuatu yang lebih pribadi.

Menyerah, Sera hanya menghela nafasnya, dan tentu saja tak bisa mengatakan apapun pada Mega, saat ini Sera hanya harus mampu bertahan, itu saja

"Okey, aku tidak akan cuti dan meninggalkan semua pekerjaan ini, dan tolong tetap disini, aku butuh bantuan untuk merevisi" Sera menunjukkan beberapa dokumen yang sudah ada di atas mejanya.

Mega tersenyum senang, bersyukur dalam hati tak akan ada keributan, dan dengan semangat membantu Sera yang masih nampak beban di wajahnya.

*

*

Sementara di tempat lain, Graven berjalan menuju ke dalam ruang kerja barunya yang ada di Megatan Company.

Bahkan sebelum masuk ke dalam sana, beberapa pekerja yang berpapasan tak berani menyapanya.

Wajah tampannya begitu dingin, tatapannya kaku seolah tak ingin di ganggu, tegang dan sorotnya mengerikan.

Kini Graven duduk perlahan, rahangnya mengeras, kekesalan dan emosinya memuncak, bukan karena pekerjaan, bukan juga karena merosotnya angka di perusahaan, tapi karena seseorang, yaitu SERA.

Segera membuka satu kancing bajunya, merasa terlalu sempit dan menganggu pernafasannya, Graven melakukannya sedikit kasar, seolah mewakili hatinya yang tengah terbakar amarah.

"Kenapa ini sangat menganggu, sial!!" ucapnya.

Berusaha menarik nafas untuk lebih menenangkan dirinya, Graven teringat kembali, bagaimana wajah Sera tadi, mata indahnya yang menenggelamkan hatinya, nafasnya yang membuat tanpa sadar menghitungnya, kulitnya yang_HANGAT.

Satu hal lagi yang membuat Graven akhirnya mengumpat.

"Damn!"

Bibirnya, bahkan kini Graven menelan ludahnya, sungguh rasanya seperti cairan madu yang ingin menyambangi bibirnya, bahkan saat tangannya menyentuh, itu begitu_LEMBUT.

Sera, dia berbahaya, dia sangat mempengaruhi otaknya dan sayang sekali, Graven semakin menyukainya.

Tak lagi bisa duduk dengan tenang, kini melangkah mendekati jendela raksasa yang menampilkan kesibukan kota, bahkan hal yang dia lihat tak bisa mengobati gemuruh di dadanya.

Graven memejamkan mata untuk berapa detik saja, sudah tak bisa lagi menahan diri, tangannya segera mengambil ponsel yang ada di saku celananya, dan tangannya menekan tombol untuk menghubungi seseorang yang dia butuhkan.

"Iya Tuan?"

"Dengarkan aku baik-baik, ini tugas penting, cari tau secepatnya siapapun yang ada di sekitar Sera Eagle Nugraha belakangan ini, jangan sampai ada yang terlewat!"

"Ma maaf, ini anggota keluarga Nugraha Tuan?"

"Iya, kenapa?, kau takut?"

"Oh, tidak, tidak Tuan, hanya mencari informasi saja kan?" tanya seseorang yang nampak terkejut sesaat tadi.

"Hem, untuk mu hanya informasinya saja, siapapun itu, rekan, teman atau yang lainnya"

"Baik Tuan"

"Aku beri waktu satu jam, dari sekarang!"

ceklek.

Graven terdiam, kini melangkah menuju tempat duduknya, menyandarkan punggungnya dan memejamkan mata, entah kenapa sekarang ada banyak Kekhawatiran di kepalanya.

Bukan khawatir tentang proyek besarnya, bukan juga tentang investor-investor nya, tapi pada seseorang yang mungkin ada di sekitarnya Sera, terutama laki-laki yang mungkin masuk dalam zona perjodohan.

Waktu seolah melambat, satu jam nyatanya tak bisa membuat Graven bersabar, beruntung semua informasi segera di dapatkan, dan Harry mendapat panggilan.

"Iya tuan?"

Graven memberikan ponselnya untuk di lihat oleh Harry.

"Dari semua nama laki-laki yang ada disini, cari yang berpotensi ingin mendapatkan Sera"

"Maksudnya?" Tentu saja Harry tak mengerti apa maksud perintah Graven yang aneh menurutnya.

"laki-laki, yang tertarik untuk mendapatkan Sera, bukan kontrak kerjasama, apa masih kurang jelas?!" nada suara Graven seketika naik satu oktaf, dan itu berarti bencana jika Harry masih juga tak tau artinya.

"Okey, siap, saya mengerti tuan, sepuluh menit"

"Lima menit!"

Ya Tuhan!, Harry hanya bisa menghela nafasnya saja, tak mungkin bisa membantah, dan segera melakukan apa yang di perintahkan.

Cukup banyak, dan lumayan membuat pusing kepalanya, Harry dengan cepat membaca satu persatu nama laki-laki yang ada di catatan Graven, dan mereka semua mempunyai potensi ke sana, Sial!

Akhirnya, dengan susah payah dan segala kemampuan Harry mendapatkan apa yang diminta.

"Ini Tuan" Harry segera mengirimkan.

Graven melihat data yang sudah ada di ponsel nya, mengamati satu persatu dan hampir ada 50 kandidat yang muncul di sana.

"BRENG-SEK!"

Segera, Graven membuka ponselnya, mengirimkan data dan menghubungi seseorang.

"Aku perintahkan, amankan mereka semua!, singkirkan dan jangan sampai punya urusan lagi dengan SERA EAGLE NUGRAHA!"

Tolong dukungannya ya, VOTE nya jangan lupa.

Bersambung.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!