NovelToon NovelToon
DA'S LITTLE FAMILY IN JEJU

DA'S LITTLE FAMILY IN JEJU

Status: tamat
Genre:Enemy to Lovers / Sci-Fi / Action / Tamat
Popularitas:14.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: rahmad faujan

"Jika tubuhku tak lagi bisa memelukmu, biarkan 'dia' yang melakukannya untukku."
Lee Seo Han mengira hidupnya sudah sempurna bersama Kim Sae Ryeon di Jeju. Namun, vonis ALS menghancurkan segalanya. Di saat raganya mulai lumpuh dan ia bersiap meninggalkan Sae Ryeon, sebuah teknologi rahasia menawarkan jalan keluar yang gila: Sebuah robot pengganti.
Satu sosok yang memiliki rupa, suara, bahkan memori yang sama persis dengan Seo Han.
Kini, Seo Han harus menyaksikan cintanya berjalan bersama "dirinya" yang lain. Di tengah rasa sakit yang kian menggerogoti, sebuah pertanyaan besar muncul: Apakah Sae Ryeon mencintai jiwanya yang sekarat, atau robot yang sempurna itu? Dan apa yang terjadi jika sang robot mulai memiliki perasaan sendiri?
Sebuah kisah tentang pengorbanan, teknologi, dan cinta yang menolak untuk mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmad faujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SISA TAWA DI PESISIR JEJU

​"YAA! Lee Seo Han, kalau kamu tidak bangun, aku bakar rumah kamu, ya!"

​Teriakan ancaman itu bergaung keras, cukup untuk membangunkan satu kompleks perumahan yang tenang di pinggiran Jeju. Lee Seo Han tidak repot-repot membuka mata, hanya membenamkan wajahnya lebih dalam ke bantal yang sudah mendingin. Ia tahu suara cempreng itu milik Jae Hyun, sahabatnya—si pengganggu tidur profesional.

​"Astaga, kamu ini tidur atau mati sih! Ayolah kita liburan!"

​Di dalam kamarnya, Seo Han akhirnya terpaksa terjaga. Musim panas telah tiba, membawa serta janji libur panjang yang biasanya ia nantikan. Sinar matahari mulai menyelinap masuk lewat sela-sela tirai jendela, menari di atas lantai kayu. Udara sejuk mentari pagi menyelimuti rumah yang hening, tetapi Jae Hyun memastikan keheningan itu tak bertahan lama.

​Seo Han mencoba bangkit, namun ia merasakan kakinya sedikit lebih berat dari biasanya. Ia menyeret langkah keluar kamar dengan malas menuju pintu utama, tampak seperti zombi yang haus akan darah.

​Pintu geser terbuka sedikit, memperlihatkan kepala Seo Han dengan rambut berantakan dan mata yang masih mengantuk. Ia menguap lebar, menatap dunia luar yang terlalu terang. "Ada apa sih? Berisik, tahu?" jawabnya malas. "Ganggu waktu istirahatku saja. Ini waktu yang cocok untuk tidur, tahu," keluhnya.

​Jae Hyun melihat celah. Tanpa ragu, ia membuka pintu depan dengan keras dan menerobos masuk tanpa permisi, seolah rumah itu miliknya sendiri.

​"Ngapain malah masuk? Keluar, aku mau melanjutkan tidurku," gumam Seo Han. Ia berjalan menghampiri Jae Hyun yang sudah dengan santai duduk di depan TV.

​"Sekarang kamu siap-siap. Aku tunggu di sini," perintah Jae Hyun sambil menyalakan TV, sama sekali mengabaikan dorongan lemah dari tangan Seo Han.

​"Ah, aku tidak mau. Kamu lebih baik pulang, aku mau melanjutkan tidurku. Tadi aku mimpi jadi CEO, lho," jawab Seo Han. Ia mencoba memberikan tendangan kecil ke arah Jae Hyun, namun gerakannya terasa sedikit lamban, tidak setangkas biasanya. Jae Hyun tetap diam dan tak bergeming.

​"Kamu, ya! Membuat aku bisa stres lama-lama!" Seo Han frustrasi sambil mengacak-acak rambutnya. Akhirnya ia mengalah, masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan bersiap-siap.

​"Yes, berhasil!" batin Jae Hyun dengan senyum lebar. "Jangan lama-lama, Han!" teriaknya ceria.

​Di luar rumah, Pak Kim—tetangga mereka yang ramah—mengetuk pintu. "Seo Han sudah bangun?"

​Jae Hyun segera membukakan pintu. "Eh, Pak Kim! Ayo masuk, Pak. Seo Han lagi mandi di dalam," sambutnya hangat.

​"Begitukah? Saya cuma mau kasih ini, tadi istri saya masak lebih. Tolong kamu berikan kepadanya ya," ujar Pak Kim sambil memberikan kotak makanan yang masih mengepulkan uap hangat.

​"Wah, terima kasih banyak, Pak Kim! Nanti aku berikan kepada Seo Han. Yakin Bapak tidak mau mampir dulu?"

​"Tidak usah, Nak. Bapak permisi dulu, mau ke ladang," jawab Pak Kim sambil berjalan pergi.

​Jae Hyun memandangi punggung tetangga itu sebentar sebelum menutup kembali pintu geser.

​"Siapa?" tanya Seo Han dari dalam, suaranya teredam gemericik air.

​"Pak Kim," jawab Jae Hyun.

​"Mana? Kenapa dia tidak masuk?" Seo Han muncul sambil mengelap rambutnya dengan handuk, matanya mencari-cari sosok Pak Kim ke arah pintu.

​"Dia sibuk, jadi cuma kasih ini," Jae Hyun menyodorkan kotak makanan itu.

​"Wah, rezeki pagi ini! Kamu sudah makan? Kita makan bersama, yuk!" ajak Seo Han, mencoba menghadirkan semangat dalam suaranya yang serak.

​Mereka berjalan menuju meja makan kecil di sudut dapur. "Tepat sekali, aku belum makan," kata Jae Hyun sambil menepuk perutnya.

​"Kamu duduk dulu. Aku panaskan sup tahu (sundubu) agar makin lengkap," kata Seo Han. Saat ia memegang gagang panci, tangannya sedikit bergetar halus. Ia mengerutkan kening, menatap jemarinya sejenak sebelum mengabaikannya.

​"Oke, aku bantu menyiapkan saja ya," Jae Hyun mengambil mangkuk, mengisi nasi, dan menata pemberian Pak Kim. "Kamu ada kimchi?" tanya Jae Hyun sambil memeriksa tong kimchi di sudut dapur.

​"Kimchi habis," jawab Seo Han singkat.

​"Kamu kenapa tidak bilang? Kan aku bisa bawa dari rumah," protes Jae Hyun.

​"Ah, kamu cerewet sekali! Sudah, makan yang ada saja," balas Seo Han sambil meletakkan mangkuk sundubu di atas meja. "Sudah, dimakan."

​"Terima kasih atas makanannya!" seru Jae Hyun sambil menyeruput kuah tahu itu. "Wah, enak sekali! Kamu sangat pandai membuatnya."

​"Ah, kamu seperti baru sekali saja makan masakan aku," jawab Seo Han sambil melahap nasinya.

​"Oh iya, aku hampir lupa," Jae Hyun merogoh saku celananya. "Aku dapat tiketnya!" Ia bersorak, memamerkan dua tiket acara tahunan Jeju yang sangat sulit didapatkan.

​"Wah, kamu dapat? Bagaimana bisa?" Seo Han terbelalak heran.

​"Iya, dong, aku begitu!" Jae Hyun tertawa bangga sambil membagi tiket itu di atas meja. "Ini untukmu, dan ini untukku."

​"Wah, terima kasih, Hyun!" Seo Han tersenyum lebar, menatap tiket di tangannya. "Ayo makan lagi."

​"Ini enak kalau ada kimchi," gumam Jae Hyun lagi.

​"Lagi dan lagi. Lama-lama aku buat satu drum kimchi, nih!" Seo Han tertawa geli, menutupi kecemasan kecil yang mulai tumbuh di hatinya tentang kondisi tubuhnya.

​"Boleh, tuh! Nanti bisa bikin video mukbang kimchi," balas Jae Hyun.

​"Kok bisa aku berteman dengan orang sepertimu!"

​"Entahlah, mungkin takdir."

​Di meja makan yang sederhana itu, canda tawa mereka mengisi ruangan. Mereka belum tahu, bahwa sebentar lagi, tawa ini akan menjadi kenangan yang paling mahal harganya.

1
Moon.
Jeju ke Seoul itu brp kilo thor?🤔
Moon.
apakah keputusan yang dimaksud adalah seo han memberikan kesempatan kedua kepada ayahnya?/Frown/
Moon.
apakah penyakit kecemasan sampai begitu besarnya efek?/Frown/
Moon.
semoga jae Hyun gak menggelapkan uang tuan Lee pliss/Frown/
Jing_Jing22
tentunya sangat layak dong Han, apalagi memperjuangkan kebahagian bersama Sae Ryeon.
Jing_Jing22
genggaman penenangnya, membuat jantung menggila ya Han.
Mingyu gf😘
wowww🤭🤭🤭
Mingyu gf😘
ikut lega
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Seo Han ini sebenarnya tipe MC yang belum sepenuhnya berkembang. Namun, cerita termasuk bagus karena berani ngangkat MC kayak gini, meski agak kesel juga aku sama dia/Doge/

Yang paling aku suka adalah deskripsi tempat dan perasaannya yang mengalir. Ya, semoga aja ni MC segera di ruqyah 🤣🤣🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Hayoloh, tertangkap basah kan😌
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hadir lagi Thor,, sekian lama ya..
Moon.
uuuu ternyata jae Hyun bener² menyukai seo ryeon. bakalan cinta segitiga dong thor?/Shy/
Moon.
kasian banget jae Hyun ditinggal tidur.🤣🤣
Moon.
apakah jae Hyun juga menyukai seo ryeon /Shy/
Moon.
mentah? what??
Moon.
mulai berani sentuh² nih yee/Shy/
PrettyDuck
haha seleranya yg jinak2 merpati 😆
PrettyDuck
apa ini maksudnya heyy!
karena makan-tidur jadi gemoy gitu ya /Facepalm/
Indira Mr
Seo Han kamu masih bisa memiliki keluarga , semangat 💓💓💓💓
Indira Mr
ibunya humble....jadi betah dech .💓💓💓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!