NovelToon NovelToon
DARAH JUANG

DARAH JUANG

Status: tamat
Genre:Perperangan / Romansa / Cinta pada Pandangan Pertama / Mengubah sejarah / Tamat
Popularitas:63.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: LIXX

Sedang di perbaiki penulis...

Di ceritakan oleh seorang kakek pada cucunya untuk memberikan kesadaran akan sifat mencintai tanah airnya.
Menceritakan seorang pahlawan tanpa tanda jasa bernama Jajang, pria amnesia yang hanya memiliki satu identitas yaitu anak Negeri.
Dia yang harus berpisah dari puterinya, dan di tinggalkan selamanya oleh sang isteri, bertekad menjadi pria yang kuat.
Dunia yang kacau balau, peperangan yang meraja lela penguasa yang membuat pengaturan tanpa peraturan, hatinya terkikis habis saat mendapati dunia kacau di depan matanya.
Dia berjuang menjadi yang terkuat menghancurkan semua ketidak adilan dan menciptakan dunia baru yang penuh dengan kebahagiaan.

Akankah tujuannya tercapai, dan bagaimana proses perjuangan besar itu?
Mari di baca selengkapnya di "Darah Juang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah dan lumpur

Bergelimpangan mayat menggunung, bau amis memasuki indra penciuman yang amat menusuk.

Serentetan tembakan, kemudian sepi, sebuah ledakan lalu sunyi kembali. Di timur deretan awan menyajikan lengkung alis yang kelam, serentetan tembakan yang kemudian senyap seperti mata yang pejam dan angin menjadi nafas yang dalam.

Tiba tiba langit mengangkat pelupuknya, dan nyala terbuka, memandang mata hari yang menggeliat menerangi hati, murah dan merah dengan berat menatap, mengawasi prajurit yang tersungkur dalam lumpur, dengan anak anak yang hancur.

Tubuh mungil menggeliat menginjak mayat di atas kakinya, seorang pria bermandi lumpur dan darah mengangkatnya dari himpitan mayat, dia menatap mata yang berwarna kemerahan dengan tajam.

"Ikutlah denganku nak!" ucap pria tersebut mengendap-endap di antara rimbunan pohon tinggi dan air sungai jernih yang berubah kotor.

Matahari mulai mengintipi setiap sudut permukaan Bumi, rendah dan merah mencari sesuatu yang baru di bumi, burung berterbangan bersuara di antara tembakan.

Dua gunung terlalui sebuah Pedesaan yang nampak sederhana dengan atap jerami dan dinding bambu menjadi pengelihatan pertama.

Pria dengan lengkung alis tua membawa anak laki laki berusia 16 tahun itu duduk di antara sungai dan Desa, membersihkan darah, lumpur dan dedaunan yang menempeli tubuhnya.

"Bersihkan dirimu nak." ucap pria tersebut meletakan senjatanya, dengan cepat pria itu memandikan tubuhnya dengan air bening yang sangat jernih.

"Jemur pakaianmu setelah membersihkannya dan temui aku di sana." seru pria tersebut menunjuk ke arah sebuah rumah yang nampak lebih besar dari yang lainnya. Pria muda itu mengangguk dan membersihkan diri setelahnya melakukan apa yang pria itu ucapkan.

"Tuan maaf di mana aku?" tanya anak laki laki itu ragu ragu, dan nampak sangat sulit mengucapkan kalimat pendek tersebut.

"Di tempat yang baik, siapa namamu Nak?" tanya pria tua itu lagi dengan lengkung alis yang menajam.

"Anu... Aku... Tidak ingat," Ucapnya polos, meski usianya terbilang sudah dewasa namun dia nampak seperti anak kecil yang baru bisa bicara terlihat dengan bagaimana dia berusaha berbicara.

"Apa kamu melupakan siapa namamu?" Tanya lagi pria tua itu sedikit bingung dengan apa yang terjadi, anak laki laki itu mengangguk meng iyakan dengan pertanyaan pria itu.

Baru saja malam ini dirinya kehilangan sang Putera dan kini tuhan mengirimkan pura lain, tak perduli dia putera dan darah siapa yang mengalir dalam nadinya yang jelas dia adalah putera Bangsa.

"Mulai sekarang ingat baik baik siapa namamu, namamu adalah Jajang!" Ucap pria itu tersenyum tulus.

Pria muda itu mengangguk menerima nama yang di berikan padanya. Sebuah ledakan lagi lagi terdengar tak jauh dari tempat mereka, dan seorang wanita muda datang dengan kain samping membelit tubuhnya.

"Pak mereka kian mendekat, aku takut dia akan menemukan kita." Seru wanita muda itu.

"Jangan takut nak, kita bukan orang jahat yang kuasa pasti memberi perlindungan pada yang meminta perlindungan dan Ibu Pertiwi pun tak akan sudi bila darah kita tercerai sebelum tujuan kita mencapai kemerdekaan berjaya", ucap pria itu penuh keyakinan.

Wanita itu mengangguk meraih kepercayaan yang di berikan sang Ayah.

...***...

"Kakek lalu apa hubungannya dengan aku yang harus sekolah online?" Seorang gadis berusia 17 tahun mengeluh meminta penjelasan sang Kakek yang sangat risih dengan sistem belajar mengajar dengan cara online.

"Nak, dulu kami bahkan tidak mendapatkan pendidikan, kamu tahu Kakek yang tinggal di gubuk di tepi sungai di ujung Desa?" Tanya kakek tua itu tersenyum lembut.

"Ya tahulah kek dia kan galak banget! Dulu aja aku sempat di marahin cuma gara gara nangkap burung, untung sekarang dia sudah meninggal." Keluh gadis itu mengingat ingat kembali kejadian di mana dia di marahi pria tua yang tidak terawat itu.

"Dialah Jajang, tuan tanah desa ini! dialah yang memiliki tanah kita berpijak saat ini," seru pria tua itu menepuk pundak cucunya.

"Jajang? Jajang yang tadi kakek ceritain itu? T-tapi, Tunggu! Apa tadi kakek bilang? Tanah ini milikinya? bukannya kakek yang sudah membelinya ya?" tanya gadis itu mengangkat alisnya.

"Ya, tapi kakek tak akan dapat membeli tanah ini bila dia tidak memerdekakan tanah yang kita pijak sekarang, dan kita pun mungkin tidak akan seperti saat ini." Ucap pria tua itu menjelaskan.

"Hmmm.. Aku ngerti, lalu apa yang terjadi?" gadis itu kian penasaran dengan kisah yang akan di berikan kakeknya.

"Serius ingin dengar lanjutannya?" tanya sang kakek tersenyum semirak.

"Yah kalo kakek serasa terpaksa aku juga gak akan memaksa." Seru gadis itu duduk di kursi belajarnya seraya mengangkat pundaknya.

"Ya baiklah kakek pergi dulu." Kakek tua tersebut berpaling dan beranjak ke ambang pintu.

"Tunggu kek, akukan cuma bercanda gampang marah aja." Pinta gadis itu menarik kembali tangan sang kakek.

"Ah baiklah, dengarkan lagi ya!" seru kakek itu melanjutkan kisahnya.

Bersambung...

1
Nina
Tamat
LIXX: hooh gak ada yg baca yank wkwkwk
total 2 replies
『🅢Ⓨ🅤>Ⓝ°ᵒᶠᶠ』
udah tamat aja..padahal cerita ini seru loh
LIXX: hooh pembacany gak ada, jadi di tamatin
total 1 replies
Estin Toisuta
wahhh cover nya sudah di ganti ya
LIXX: saya apa?
total 5 replies
Nina
iii so sweet
LIXX: se sweet apa?
total 1 replies
Nova
uwu
LIXX: seuwu apa yo!
total 1 replies
Nova
Kalau pakai bahasa sebelum EYD mantap kali jadinya kek "Kamoe"
Nova: auto pusing bikin kalimatnya
total 2 replies
Nova
Pejuang
LIXX: yosh.. pejuang hatimu.. hahahha.. di baca terus ya
total 1 replies
LIXX
aku mewek pas buat eps ini.. maaf kalo rada gaje🙏🙏
Nina
Gapapa lah posesif dikit
LIXX: gpp cuma apa apaan.. wkwk..
total 1 replies
Nina
Salut.. bersama sampai akhir maut😢
『🅢Ⓨ🅤>Ⓝ°ᵒᶠᶠ』
semangat kk alik update nya
LIXX: tentu syu sayang..😘😘
total 1 replies
LIXX
Otw dong...
surat nikah malah udah di tangan heheh..
LIXX
ya begitulah... untung itu gak nyata terjadi wkwk..
Nina
wii jd otw nikah?
Nina
🤦🏼‍♀️ cape deh it pem bukan pec😔😔
Risa Virgo Always Beau
semangat ceritanya keren
Zana Maria
semangat terus yaa author ku sayang up nya
LIXX: tentu, kakak juga semangat terus...
total 2 replies
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐
2🥀🥀 untuk jajang,,, 🤧🤧🤧
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Arlingga✿꙳❂͜͡✯࿐: Masama beib,,,, 😘😘😘
total 5 replies
LIXX
untuk pembaca yang budiman..
episode ini sebenarnya tidak ada, aliyas tidak termasuk.
karena episode ini sudah di hapus sebelumnya..
jadi mohon di next ya..
episode ini tidak termasuk alur ceritanya..
terimakasih
Nina
ngga liat mata Nina ketutup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!