Tangisan Kyara seolah tak berarti bagi Gerry. Pria itu nampak mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana berbahan kain. "Minumlah! Jangan sampai berani-beraninya kau mengembangkan benihku di rahimmu!" cetusnya meletkakan kasar pil ke tangan Kyara.
Kyara melihat benda yang diletakkan suaminya itu di tangannya. Mata Kyara terbelalak. Kyara tau apa benda itu. Kyara menatap suaminya dengan tatapan tak percaya. Air matanya belum surut, kini suaminya menambah kepedihan di dadanya.
"Minumlah! Jangan menunggu aku sampai berbuat kasar baru kau akan meminumnya. " sengit Gerry.
Dengan tangan gemetar Kyara melakukan titah suaminya. Air putih di atas nakas yang masih bersisa di gelas miliknya ia gunakan sebagai tahap terakhir memasukkan benda itu ke dalam perutnya.
Seringaian licik tercetak jelas di sudut bibir pria yang kini memandang remeh lawan di depannya. Setelah memastikan Kyara meminum pil penunda kehamilan. Gerry dengan segera melepeas satu persatu pakaian yang melekat di tubuhnya.
Tubuh Kyara bergetar hebat melihat Gerry yang sudah setengah polos. Kyara meringsut ketakutan. Ingin sekali Kyara melarikan diri dari dalam kamar itu saat ini juga. Jujur saja ia masih belum siap untuk memberikan hak suaminya. Suami yang tidak mencintainya. Suami yang menikahinya hanya karena sebuah keterpaksaan.Kyara yang ketakutan berusaha untuk turun dari ranjang.
"Mau kemana kau, huh?" sentak Gerry yang melihat Kyara mencoba menjauh dari jangkauannya.
"Sa-saya ingin ke-ke kamar mandi, Pak." cicit Kyara.
"Cih. Beraninya kau ingin lari dariku?!" Gerry menarik tubuh Kyara dan menghempaskan ke atas ranjang. Segera tubuh kekarnya mengungkung tubuh Kyara. Sejenak Gerry memperhatikan lekat wajah Kyara yang terlihat pucat pasi namun tetap memancarkan aura kecantikan di bawahnya.
Penglihatannya kini berpusat pada bibir mungil Kyara yang nampak sedikit terbuka dengan mata tertutup. Tanpa basa-basi Gerry langsung membenamkan bibirnya pada bibir yang sedari tadi sudah menggodanya. Kyara tersentak kaget dengan aksi tiba-tiba Gerry. Ciuman lembut yang Gerry berikan sejenak membuat Kyara terbuai.
Kyara yang tersadar dengan apa yang dilakukan suaminya berusaha melepaskan diri dari kungkungan Gerry. "Saya mohon lepaskan saya, Pak..." lirih Kyara ketika ciuman mereka terlepas.
Mendengar ucapan Kyara membuat emosi Gerry naik kembali. Dengan kasar Gerry merobek pakaian tipis yang membalut tubuh Kyara hingga tak berbentuk di atas lantai. Pemandangan yang kini ada di depannya membuat Gerry tidak bisa mengontrol tubuh dan pikirannya.
Permohonan dari Kyara tak lagi di dengarkannya. Yang Gerry inginkan saat ini hanyalah memuaskan hasratnya yang sudah di ubun-ubun. Gerry kembali menelusuri bibir Kyara dan mulai menjamah tubuh wanita itu dengan bibir dan tangannya. Kyara yang sudah kalah tenaga dengan Gerry hanya bisa pasrah saat pria itu mulai melakukan penyatuannya.
Hanya air mata yang mewakili rasa sakit pada tubuh dan hatinya malam itu. Tidak ada kelembutan yang Gerry lakukan padanya. Tubuh Kyara terasa remuk. Sakit di badannya tidak sebanding dengan sakit di hatinya atas perlakuan suaminya. Selembar selimut kini menjadi penutup tubuh polos Kyara yang kini membelakangi suaminya.
Perkataan Gerry di akhir percintaan mereka menambah luka di hati Kyara. "Besok kita akan tinggal di apartemenku. Dan ingatlah! Sesudah kau memuaskanku pergilah dari kamarku. Aku tidak sudi bila harus berbagi ranjang denganmu jika bukan untuk memuaskanku. Karena mulai besok kita akan tidur di kamar yang berbeda. Kau hanya boleh masuk ke kamarku jika aku membutuhkan tubuhmu. Dan jangan berani-beraninya kau melaporkan segala perbuatanku kepada Kakek atau kau akan tahu akibatnya. Ingat itu!" serunya. Memakai kembali pakaiannya yang tenggorok di lantai dan keluar dari dalam kamar meninggalkan Kyara yang terisak atas ucapannya.
***
*Happy reading!:)
Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 463 Episodes
Comments
Anonim
Pingin kemplang tuh kepalanya Gerry
2024-10-17
0
💞R0$€_!P!N💞
keluar dr kandang macan, masuk kandang singa ini sih namanya..
harusnya Kakek Surya itu mengantisipasi apa yg akan dilakukan Geri pada Keyra, dia kan tau karakter Geri ataupun Keyra, sm aja menambah penderitaan keyra tuh sih kakek..
2024-05-10
3
its anna
bjir
2024-05-08
0