Pagi Yang Pahit

Cahaya Mentari kini menampilkan sinarnya dengan bayangan mentari Diufuk timur,Kicauan burung burung yang berterbangan menari riang seiring dengan Sejuknya udara dipagi hari ini. perlahan Sinar membias dan memantulkan cahayanya kedalam pantulan cermin jendela.

Dulu jika Adzan Subuh sudah berkumandang aku akan bergegas melaksanakan ibadah sholat subuh bersama suamiku kita sama sama bersujud pada Pencipta kami sebagai rasa Syukur atas Limpahan Rahmat dari-Nya.setelah menunaikan ibadah aku terlebih dulu menyudahi Mengajiku lalu Bergegas pergi kedapur untuk memasak dan menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan kedua Anakku,sedangkan Suamiku masih setia melantunkan Ayat ayat suci AlQuran yang bisa kudengar dari dapur,dan hal itu membuat Hatiku senang dan pagiku bersemangat mengerjakan aktivitasku yang bergelut didapur.

Setelah semuanya beres dan sarapan sudah kusiapkan diatas meja makan,aku lalu beranjak menuju kamar dan berniat Membangunkan suamiku yang mungkin tertidur lagi setelah mengaji dan aku membangunkannya untuk pergi berangkat Ke kantor.Aku dengan sengaja menempelkan Kedua telapak tanganku yang sengaja kudinginkan terlebih dulu dengar Air.

Lalu dia menggeliat manja dan merangkulku serta memberi kecupan Hangat dipagi hari ini.terkadang dia malah balik menggoda dengan menarik tubuhku hingga terjatuh dalam pelukannya dan mengecupi pucuk kepalaku.tak jarang dia merayuku lalu memadu kasih kembali. mengulang pergulatan semalam walau Tidak lama.dan Aku selalu Cemberut karena Ada aja alasan suamiku untuk meminta Keinginannya terpenuh, meski begitu Aku akan selalu menuruti keinginannya karena itu sudah menjadi Haknya dan tugasku sebagai istri Wajib melayaninya.

Namun Yang terjadi kini Hanya kenyataan pahit dipagi Hari Yang kini Tengah menimpa keharmonisan Rumah tangga kami.aku menghela nafas kasar.lalu Bangkit dan menunaikan Sholat subuh tanpa Ada Suamiku yang mengimamiku sholat berjamaah denganku.setelah selesai menunaikan sholat segera Aku pergi kedapur dan melakukan Aktivitas membuatkan sarapan.dan menyiapkan bekal untuk putriku sekolah. Ya saat ini Syakila putriku duduk dibangku Tk sedang Saga masih belum sekolah.

setelah semuanya beres,aku benahi Rumah dan menyapu juga mengepel lalu ku giling pakaianku dimesin cuci,aku sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini pagi pagi sebelum Suami dan Anak anakku bangun dari tidurnya.

setelah semuanya beres baru Aku ganti membangunkan mereka,namun rasanya sekarang tidak mungkin aku membangunkan suamiku yang kini pasti sedang tertidur lelap dengan istri barunya karena mungkin mereka Sedikit kelelahan dengan Apa yang mereka lakukan semalam.membayangkan hal itu kembali membuatku dadaku gemuruh,lalu segera ku tepis bayangan momok menyakitkan itu,hari ini Aku harus lebih kuat dan tegar aku tidak ingin terlihat lemah dan Rapuh dihadapan mereka.

Saat Aku melangkah kearah Ruang tamu untuk membuka cendela tiba tiba langkahku terhenti sebentar didepan Kamar tamu.meski aku sedikit agak ragu untuk melewatinya namun segera kutepis bayangan menyakitkan itu dan Tetap melakukan Kegiatanku.

Aku berfikiran jika Aku terus menerus menangis,pasti kedua Anak Anakku akan sedih ,tertekan dan Aku jadi stres dan Depresi, lalu kami bertiga akan jadi gila.sedang Suamiku dan wanita itu akan merasa Enjoy saja.mungkin seperti itu ya laki laki kebanyakan bebas bisa berbuat apa saja.dan dari sini Aku mengerti bahwa wacana cinta sejati,hidup berdua selamanya,serta kesetiaan abadi hanya omong kosong belaka.

Dan sejak kejadian kemarin yang kurasakan saat ini Hanya Rasa benci dan Asing pada Ayah kedua putra putriku.

" Bunda." panggilan putri sulungku membuyarkan lamunanku,ya saat ini aku sedang membenahi Seragam sekolah putriku sedangkan Saga putra kecilku masih terlelap dengan tidurnya aku sengaja tak membangunku dulu jika Kyla belum berangkat ke sekolah.

" Iya Nak." Kujawab panggilannya lalu Aku mulai Menyisir Rambut hitam Panjang sebahu milik anakku.

" Bunda,tante Yang Sekarang dirumah kita itu siapa.?"Tanyanya polos.aku tidak tau harus menjawab Apa sebab aku sendiri masih bingung

" Ehm i itu,Sudahlah Kyla Ayo cepat kamu pakai sepatumu ya nak bunda akan menyuapimu sarapan." Ujarku mengalihkan pembicaraan.

" Ayah kemana bunda.?" Tanyanya Lagi mungkin Rasa Penasarannya maka dari itu dia terus bertanya.

" Emm Ayah Lagi. .Ayah lagi sama."

" Sama tante itu ya bun."pontong Kyla cepat

" Sudahlah Nak,ayo cepat kita Sarapan,nanti Kyla bisa telat berangkat kesekolahnya Lhoh." Ujarku

pukul 06.30

pintu Kamar tamu terbuka ,Zahra keluar dari kamar sambil membawa Handuk dan Alat mandinya saja.terlihat dia juga melepas Jilbabnya sehingga aku bisa melihat Rambut Panjang miliknya Yang berwarna Agak sedikit Coklat mengkilat itu tergerai.aku hanya bisa menggelengkan kepala.karena memang kamar mandi Yang berada dibawah Bersebelahan dengan Dapur yang letaknya tidak jauh dari ruang meja makan.membuatnya mau tidak mau harus berpapasan denganku yang tengah menyuapi Kyla dimeja makan.

" Assalamualaikum mbak,maaf saya ijin pakai kamar mandinya sebentar ya mbak." ucapnya dengan penuh hati hati dan Rasa Sungkan terhadapku.

Aku Hanya bungkam dan tak menjawabnya sedikitpun,aku hanya sibuk menyuapi Putriku yang juga iku menatap kepergian wanita itu masuk kedalam kamar mandi.lalu tak lama kemudian suamiku pun datang dan menghampiri Kami berdua dimeja makan.

" Selamat pagi bunda,selamat pagi Kesayangan Ayah." Ucapnya sambil mencium kening Kyla dan Beralih ingin mencium keningku namun dengan gerakan cepat Aku langsung menghindar,sedangkan suaminya hanya bisa menghela nafasnya saja.

" Duh Anak Ayah sudah Cantik sekali,habis ini Ayah Mandi terus berangkat sekolahnya bareng ayah ya sayang." Ujarnya sambil mengusap kepala putriku

" Tidak perlu aku bisa mengantar putriku sendiri." Jawabku ketus sambil terus mengacuhkan suamiku dan sibuk menyuapi kyla.

Suamiku Hanya tertegun mendengar Ucapanku,kali ini dia terlihat mengalah karena tidak ingin bertengkar didepan Putri kamu,berulang kali dia menghembuskan nafas kasarnya dan Mengulas senyum kearah Putriku yang masih Mengunyah makanannya

" Siapa suruh dia menyakitiku,akan kubuat mereka menyesal karena sudah berani menyakiti Bulan." Gumamku membatin

Kali ini Suamiku menuruti keinginanku dan tidak menentang keinginannku karena mungkin dia masih menghormatiku sebagai Ibu dari kedua Anaknya,yaiyalah harus seperti itu,disini Aku istri pertama jadi Aku yang lebih berhak atas yang ada dirumahku dan dia harus wajib menghormati dan mendengarkanku.

Lima belas menit berselang,Zahra keluar dari kamar mandi dengan Rambut Basah,dan handuk yang dia sampirkan kebahunya.ketika hendak keluar Dia berpapasan dengan Mas Adrian sehingga terjadi kecanggungan beberapa saat diantara mereka, karena mereka saling menghalangi satu sama lain.Suamiku meminta maaf sedang wanita itu menganggukan kepalanya sambil mengulum senyum karena menahan Rona merah diwajahnya.

Pagi pagi mereka sudah mengumbar Kebahagiaan dan menebar keuwuan layaknya anak Abg yang baru saja merasakan jatuh cinta,sedangkan Aku disini memandang mereka dengan Hati penuh Kepiluan dan Nelangsa,benar benar pemandangan pagi Hari yang begitu pahit dan begitu terlihat sangat sempurna.

Terlebih lagi wanita itu berani mengumbar Rambutnya meski rumah ini milik suaminya,tapi disini Aku kan Wanita lain,seenggaknya dia menjaga Sikap sopan santunnya.aku berfikir apa seperti ini seorang anak Pak Haji yang juga merangkap sebagai pemuka Agama,terlebih lagi wanita itu Lulusan Universitas Di kairo yang Mengerti soal agama untuk beradab.semakin kesini aku semakin menambah kebencianku padanya.

setelah Aku selesai menyuapi Kyla,aku pun kembali beberes dan mencuci piring,lalu bersiap siap mengantarkan Kyla sekolah.namun tiba tiba wanita itu datang kembali.dan kali ini sudah terlihat cantik menggunakan Gamis berwarna Merah maroon dan krudung warna Abu abu.

" Permisi mbak,saya ingin membuatkan Teh Untuk Mas Adrian." Ucapnya pelan.

" Ya Silahkan,semua sudah tersedia dan terpampang jelas didepan matamu kau tinggal menyeduhnya saja." Ucapku Ketus dan Dingin

" Ba baik mbak."Ucapnya dengan Gugup dan mengambil panci kecil yang menggantung

" Bukan panci yang itu,pakai panci yang Ada gagangnya disebelah sana." ketusku sambil menunjuk letak panci yang ku sebutkan tadi

dia pun mengangguk dan segera meraih panci itu.

" Memang sejak kapan Suamiku suka minum teh,setahuku dia tidak suka minum teh." Sengaja ku tekan Kata 'Suamiku padanya.

" Benarkah mbak.?" Tanyanya dengan Raut wajah sedikit canggung." Kalau begitu mas Adrian suka minum Apa mbak.?" Sambungnya lagi.

Aku hanya menanggapinya dengan senyum sinis.aku tak menjawab pertanyaannya namun aku semakin gencar melempar kata kata pedas yang mungkin menusuk Hatinya.

" Wastafel Harus selalu kering dan Bersih sehabis dipakai.Sendok bekas Adukan minuman harus segera dicuci hingga bersih.sehabis makan juga harus segera dicuci.dan satu Hal lagi menu suamiku hanya Aku yang menentukan dan menyajikannya.karena Aku harus memastikan jumlah asupan kalori yang Dia Makan Sehari hari." Ucapku dengan Yang terbilang cukup Ketus

Kulihat dia Hanya bisa menunduk dan menggenggam kuat panci yang dia pegang.aku sangat Puas sekali melihat ekspresinya saat ini.ya mungkin Aku sekarang sudah menjadi sosok wanita Kejam dan bengis,karena mereka sendiri yang mengubah sosok ku yang lembut dulu penuh cinta berubah seperti serigala betina yang dengan siap ******* mangsanya.

" Bunda,apakah tante ini sekarang menjadi pembantu kita.?" Tiba tiba Kyla muncul dan menghampiri kami berdua.

" Iya dia Akan membantu Bunda mengurus Ayah."Ucapku dengan Tegas lalu berlalu dari hadapannya.

Ku ajak putriku untuk kedepan Karena Akan segera mengantarnya kesekolah.namun tiba tiba Mas Adrian menyusul kami berdua kedepan ruang tamu.

" Aku mendengar keributan,ada Apa.?" Tanya suamiku saat sudah ada dihadapanku yang sejenak mengurungkan langkahku untuk pergi

Aku Diam dan mengacuhkannya,sungguh lidahku kelu dan Telingaku ku buat tuli tak mendengar ucapannya karena saat ini yang Aku rasakan ingin menjerit dan mengamuk saja.

" Bunda ku mohon jangan kehilangan sifat kelembutanmu sayang,aku sama sekali tidak mengenalmu kau berubah kasar dan sombong,ini bukan sifat aslimu bunda." Ujar suamiku dengan Suara berat dan Sorot mata memohon

Aku menyunggingkan bibirku sinis menatap suamiku." Oh ya benar begitukah.?" Ujarku " Itu sih belum seberapa,dan sejak kapan kita sekarang benar benar telah saling mengenal,Apa Harapanmu dan Apa impianmu.?" ucapku dan dia Hanya diam membisu dan menatapku dengan tatapan sulit diartikan

" Kamu sadar tidak kalau Kamu sendirilah yang membuatku kehilangan sisi kelembutanku." Imbuhku lagi namun suamiku masih tetap Membungkam mulutnya dan terus menatapku.

mungkin dia sedang berfikir tapi iya dia bisa memikir sekaranh kurasa mustahil.

" Kenapa tidak menjawab,apa kamu kini sudah kehilangan Rasa bijaksana dan kewibaanmu karena Poligami.-----" Cercaku Lagi

" Bunda.!"

setelah Tadi membisu akhirnya dia membuka suara walau terdengar suaranya Agak meninggi

" Tegaskan Pada Zahra Istri barumu itu,aku tidak akan tahan dengan keadaan sesuatu yang kotor.dan berantakan.dan juga Jangan pernah Mengacaukan Area dapurku.karena itu area paling penting dirumah ini." Tegasku

"Bagaimana kalau dia ingin memasak.?"

" Terserah ,yang penting aku tidak mau tau dia jangan sampai membuat kekacauan dirumah ini,atau mas bisa buatkan dia dapur sendiri,atau mungkin Rumah sendiri kurasa itu lebih baik. karena Aku juga tidak sudi Tinggal satu atap dengannya." Jawabku

" Bulan.!" Teriak Mas adrian hal itu membuat Hatiku kembali panas dan meradang

" Jangan Berteriak padaku.!tidak cukupkah kamu menorehkah luka dan menyakitiku.!"

Saat Kedua mataku mulai mengembun dan berkaca kaca tiba tiba wanita itu datang dengan tampang polosnya,entah benar benar polos atau memang hanya sandiwara belaka saja.

" Mas Adrian mbak bulan...ku mohon kalian...?"

" Apa.?Kau ingin menengahiku .?" Aku segera menyela omongannya lalu menarik tangannya menunjukan Beberapa Foto figura yang memperlihat foto gambar kami berempat yang tengah bahagia menempel di dinding Ruang tamu.

" Kamu bisa lihat kan bisa Lihat.!" Teriaku tepat di gendang telinga wanita itu.

Terlihat mas Adrian kelimpungan melihat Aku berbuat kasar pada isrti barunya.

" Bulan hentikan bulan." Ujar Mas Adrian mencoba memisahkan kami

" Diam kamu mas.!" Sentakku pada suamiku.

" Kamu lihat kan kamu lihat,jika saja kamu tidak datang kerumahku dan mengusik kehidupan kami,tentu keributan sepagi ini Tidak akan pernah terjadi,dan Aku masih bisa bahagia bersama suamiku dan juga Anak Anakku."

Kuhempas Wanita itu hingga jatuh ke soffa,lalu aku beranjak pergi menggendong Kyla keluar rumah dan masuk kedalam mobil dan langsung melesatkan kendaraanku pergi dari istana Rumahku yang kini sudah berubah seperti Neraka jahanam itu.

_Bersambung_

happy reading

Terpopuler

Comments

Sulati Cus

Sulati Cus

kucing di suguhin ikan mn thn lupa udah janjinya

2021-12-23

0

Bunda lolita

Bunda lolita

aq suka karakter bulan disini,tegas dan berani💪.

2021-08-06

1

Mawar Berduri

Mawar Berduri

Dasar Laki laki Munapik katanya tak akan menyentuhnya buktinya apa? pagi pagi udah mandi basah... kucing kalau ikan didepan mata mana gak di terkam

2021-05-21

0

lihat semua
Episodes
1 Pengantin Suamiku.
2 Duri dalam Rumahku
3 Malamku Yang Kelam
4 Pagi Yang Pahit
5 Kelanjutan drama pagi ini
6 Pulang ke rumah bapak
7 Lagi lagi Bertengkar
8 Perih
9 Lantunan Ayat suci pengobat jiwa
10 Benda Di Kolong Tempat tidur.
11 Meradang Kembali
12 Kebingungan Adrian
13 Cemburu buta
14 Meminjam Uang
15 Saling Bogem antar dua wanita
16 Pergi dari Rumah.
17 Lukaku diatas luka bapakku
18 Bubur untuk Bulan
19 Hilangnya Kyla,Saga.
20 Permen Gulali dari Om dokter
21 Adrian Vs Damar
22 Prahara mobil
23 Dia Sakit Apa
24 Runyam karena salah paham
25 Kepanikan Bulan
26 Meradang
27 Akhir dari keputusan
28 Tetap ingin Bercerai
29 Kau Masih tetap Istriku
30 Perasaan Apa ini
31 Kecangguan Antara kami
32 Hanya sebatas kenangan
33 Semakin Parah
34 Tegang
35 Sidang Digelar
36 Resmi Bercerai
37 Tidak bisa diselamatkan
38 Tangisan Zahra
39 Fitnah
40 Kemarahan Terbesar
41 Terbakar
42 Kegelisahan Bulan
43 Calon Istri
44 Rayuan Maut
45 Debaran Cinta
46 POV Adrian Firmansyah
47 Kedatangan Tamu
48 Semakin Murka
49 POV Damar Narendra
50 Dipenuhi banyak Kejutan(Dilamar)
51 Kejutan lagi (Operasi Besar)
52 Ucapkan selamat jalan
53 Visual
54 Tiba tiba sosoknya hadir
55 Berkunjung Ke rumah camer
56 Salah Menduga
57 Apa Aku Cemburu
58 Kamu polos sekali.
59 Bertemu mantan
60 Persiapan pernikahan
61 SAH(Menikah)
62 Malam yang Indah
63 Lagi Lagi Zahra
64 Senam Jantung
65 Apa Maksudnya
66 Saling Mendoakan
67 Semakin sayang
68 Quality time
69 Apa aku yang terlalu curiga
70 Kedatangan Tamu
71 Luar kota
72 Bekas noda merah
73 Surprise
74 Hawaii
75 Nomor tak dikenal
76 Jangan Ada dusta
77 Aku Akan Mundur
78 Pria Egois
79 Berhasil kabur
80 Kisah yang sama
81 Gugatan Cerai
82 Menjanda Kembali(Resmi bercerai)
83 Lembaran baru
84 Sok berhati malaikat
85 Di tuduh pelakor
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Pengantin Suamiku.
2
Duri dalam Rumahku
3
Malamku Yang Kelam
4
Pagi Yang Pahit
5
Kelanjutan drama pagi ini
6
Pulang ke rumah bapak
7
Lagi lagi Bertengkar
8
Perih
9
Lantunan Ayat suci pengobat jiwa
10
Benda Di Kolong Tempat tidur.
11
Meradang Kembali
12
Kebingungan Adrian
13
Cemburu buta
14
Meminjam Uang
15
Saling Bogem antar dua wanita
16
Pergi dari Rumah.
17
Lukaku diatas luka bapakku
18
Bubur untuk Bulan
19
Hilangnya Kyla,Saga.
20
Permen Gulali dari Om dokter
21
Adrian Vs Damar
22
Prahara mobil
23
Dia Sakit Apa
24
Runyam karena salah paham
25
Kepanikan Bulan
26
Meradang
27
Akhir dari keputusan
28
Tetap ingin Bercerai
29
Kau Masih tetap Istriku
30
Perasaan Apa ini
31
Kecangguan Antara kami
32
Hanya sebatas kenangan
33
Semakin Parah
34
Tegang
35
Sidang Digelar
36
Resmi Bercerai
37
Tidak bisa diselamatkan
38
Tangisan Zahra
39
Fitnah
40
Kemarahan Terbesar
41
Terbakar
42
Kegelisahan Bulan
43
Calon Istri
44
Rayuan Maut
45
Debaran Cinta
46
POV Adrian Firmansyah
47
Kedatangan Tamu
48
Semakin Murka
49
POV Damar Narendra
50
Dipenuhi banyak Kejutan(Dilamar)
51
Kejutan lagi (Operasi Besar)
52
Ucapkan selamat jalan
53
Visual
54
Tiba tiba sosoknya hadir
55
Berkunjung Ke rumah camer
56
Salah Menduga
57
Apa Aku Cemburu
58
Kamu polos sekali.
59
Bertemu mantan
60
Persiapan pernikahan
61
SAH(Menikah)
62
Malam yang Indah
63
Lagi Lagi Zahra
64
Senam Jantung
65
Apa Maksudnya
66
Saling Mendoakan
67
Semakin sayang
68
Quality time
69
Apa aku yang terlalu curiga
70
Kedatangan Tamu
71
Luar kota
72
Bekas noda merah
73
Surprise
74
Hawaii
75
Nomor tak dikenal
76
Jangan Ada dusta
77
Aku Akan Mundur
78
Pria Egois
79
Berhasil kabur
80
Kisah yang sama
81
Gugatan Cerai
82
Menjanda Kembali(Resmi bercerai)
83
Lembaran baru
84
Sok berhati malaikat
85
Di tuduh pelakor

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!