RakSa
Happy Reading.
****
Seorang gadis cantik kini tengah berjalan santai di koridor sekolahnya dengan tas berwarna baby pink yang berada di punggung nya dan bando kelinci lucu yang menghiasi kepalanya dengan rambut yang tergerai dengan indahnya.
"Alysa," suara panggilan itu mengalihkan tatapan gadis cantik itu yang tak lain adalah Alysa. Alysa evelya Afsheen gadis cantik yang selalu menebar senyum saat ada yang menyapanya dan suara tadi yang memanggilnya dengan cukup keras itu adalah sahabatnya Lia.
"Budeg dah telinga gue kerjaan lo teriak-teriak mulu, kagak takut copot apa ya tuh pita suara," dengus Alysa dengan kesal yang hanya di balas cengiran lebar dari Lia yang kini sudah berada di samping Alysa.
"Rakha mana? Biasanya gandolan mulu udah kayak kertas sama prangko," tanya Lia karena tak melihat wujud laki-laki yang tak lain adalah pacar Alysa itu.
"Lagi kumpul katanya tadi," jawab Alysa karena memang tadi Rakha meminta agar Alysa berjalan lebih dulu ke kelas gadis itu sedangkan Rakha sedang kumpul bersam geng motornya entah apa yang tengah mereka bahas.
"Kumpul apa?" tanya Lia yang mulai kepo. Alysa hanya membalasnya dengan gelengan karena ia juga tidak tahu dan Rakha ytak mengatakannya. Mereka mulai berjalan menuju kelas mereka bersisian dengan sesekali mereka bercerita atau pun bercanda bersama.
"Hai guys good pagi epribadih?" sapa Kirana saat memasuki kelasnya sambil menampilkan senyuman cerahnya.
"Tumbenan gak bareng laki lo," celetuk Retta sahabat Alysa yang sudah lebih dulu datang. Alysa tanpa Rakha memang selalu menjadi pertanyaan untuk mereka karena biasa nya selalu ada adegan seperti di drama korea saat pagi Rakha mengantarkan Alysa ke kelas gadisnya itu.
"Sibuk cari nafkah buat modal nikah," ucap Alysa asal yang langsung mendapatkan tatapan jijik dari sahabatnya. Alysa hanya terkekeh mendengar ucapannya sendiri dan tatapan jijik dari sahabatnya itu.
"Belum pernah di tampol pakek dolar aja sih lo," ucap Adrin dengan wajah datarnya membuat Alysa tertawa melihat wajah sahabatnya itu.
"Kayak punya dolar aja lo," sergah Alysa yang masih dengan sisa tawanya. Adrin yang sudah melas meladeni Alysa Akhirnya hanya diam saja.
"Woy Lys, udah tau belum?" tanya Ian yang tiba-tiba datang dengan nafas yang tak teratur seperti habis berlari atau memang habis berlari?.
"Kagak," jawab Alysa cepat sebelum Ian menyelesaikan ucapannya membuat Ian memasang wajah datarnya pada Alysa yang kini sibuk dengan novel nya.
"Kagak jadi deh gue ngasih tau padahal tentang Rakha," ucap Ian yang membuat Alysa seketika langsung menghampiri Ian saat mendengar nama kekasihnya di sebut.
"Gercep ye lu, kalo nama bang Rakha di sebut," seloroh Ian dengan sinis pada Alysa yang kini menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.
"Awas kering tuh gigi," canda Dito yang baru datang membuat Alysa menatap datar pada Dito sambil menoyor kepala Dito kesal.
"Yang gak berkepentingan diem," kesal Alysa lalu mulai memfokuskan kembali perhatian nya pada Ian.
"Jadi Rakha kenapa?" tanya Alysa pada Ian yang sudah bersiap menjawab pertanyaan Alysa namun suara seseorang lebih dulu menyelanya.
"Alysa tau gak di depan lagi ada tawuran dan Lo tau siapa ketua nya? Rakha," ucap orang itu yang tak lain adalah Eliza yang baru saja datang menyampaikan info itu. Ian sudah menggerutu kesal karena ucapannya kembali terpotong sedangkan Alysa sudah memelototkan matanya mendengar jika Rakha yang kali ini menjadi pentolan dalam tawuran.
Sudah lama tawuran tidak terjadi di sekolah mereka dan kini hak itu kembali terjadi entah apa yang kembali menjadi masalah mereka. Alysa yang kesal segera berlari keluar kelas tapi baru saja sampai pintu bajunya sudah lebih dulu di tarik oleh Eliza membuat Alysa menatap kesal pada sahabatnya itu.
"Eliza lepasin gue mau nyamperin si biang onar itu," kesal Alysa pada Eliza yang masih memegangi kerah baju belakang nya.
"Mau ngapain lo ke sana? Mau Lo di lempar batu atau jadi sasaran bogeman mentah?" tanya Retta yang kini sudah berada di dekat Alysa lebih tepatnya kini kelima sahabat itu tengah menghalangi pintu.
"Ya engga juga sih," jawab Alysa. Lagi pula mana mau gadis itu jika wajah cantiknya harus terkena bogeman mentah salah sasaran? Apa lagi jika harus terkena lemparan kayu atau batu, Alysa masih sayang dengan wajah dan kepala walau kepalanya gak ada otaknya cuma sisa sedikit.
"Ini para cecan ngapain menuhin jalan gini? Mau mencalonkan diri jadi patung selamat datang?" tanya suara di depan mereka yang kini berdiri menampilkan senyum nya.
"Lah ini Jerry, Lo kagak ikut tawuran?" tanya Adrin menatap laki-laki yang tak lain adalah Jerry dengan kerutan di dahinya.
"Ogah banget gue ikut gituan, kasian wajah tampan gue kalau harus berubah jelek," ucap Jerry lalu merangkul Alysa yang kini berada di samping nya.
"Yah Lo gak tau aja Jer, kalo muka udah ganteng terus abis berantem itu vibesnya keren banget suka bikin meleleh," ucap Eliza yang kini mendapat atensi Jerry.
"Seriusan Lo?" tanya Jerry yang langsung mendapatkan anggukan dari Eliza. Jerry menatap binar pada Eliza.
"Woi gue ikutan," teriak Jerry dan melepaskan rangkulan Kirana tapi baru saja akan berlari bajunya sudah lebih dulu di tahan dan membuat nya kembali duduk di samping Kirana.
"Gak usah bego, omongan Eliza di dengerin. Mending kamu balik ke kelas jangan buat sakit diri sendiri, ok?" perintah Alysa sambil merangkul leher Jerry membuat Jerry sedikit menunduk karena tinggi mereka yang jelas jauh berbeda karena Alysa hanya sebatas pundak Jerry.
"Siap tuan putri," ucap Jerry patuh dan dengan segera Alysa melepaskan rangkulannya pada Jerry
"Ya udah sana, hati-hati ya," ujar Alysa dan dengan segera Jerry pergi dari sana. Mereka hanya bisa menggeleng melihat tingkah Jerry. Tak beberapa lama para guru yang sudah mengetahui jika ada tawuran segera datang meminta agar tidak ada yang keluar dari sekolah sedangkan yang mengikuti tawuran segera di atasi dengan pak Asrul yang terkenal sangat galak yang ikut turun tangan bahkan para guru juga menghubungi SMA Bumantara yang menjadi lawan SMA Harapan Bangsa tawuran.
Tak beberapa lama anak-anak yang ikut tawuran di giring ke lapangan dengan segera murid lainnya mulai mengalihkan tatapan mereka pada lapangan.
"Anjir itu kak Rakha kenapa malah nambah Gans gitu sih,"
"Fix sih itu abis berantem Rakha cs tambah gans,"
"Itu si Jerry mana kok gak ada?"
Ucap para siswi yang melihat ke arah lapangan sambil menjerit-jerit tidak jelas membuat Alysa memutar malas matanya, apa nya yang keren? Malah terlihat mengerikan iya.
"Tuh kan Lys mereka tambah keren katanya," ucap Jerry yang baru saja kembali membuat Alysa terkejut dengan kedatangan Jerry yang tiba-tiba.
"Udah kamu gini aja udah keren, mereka malah kelihatan serem, percaya deh sama aku," ucap Alysa yang membuat Jerry tersenyum lalu merangkul Alysa membuat Rakha yang tak sengaja melihat hal itu memelototkan matanya namun Jerry dan Alysa tak memperdulikan nya salah sendiri laki-laki itu belaga menjadi ketua dari tawuran.
***
Thank For Reading.
Hai All im back setelah lama gak nulis di sini akhirnya aku datang dengan cerita baru. Mungkin dari kalian ada yang udah gak asing lagi kan sama nama dari pemain ini? Yap ini adalah sequel dari My Crazy Badboy buat yang belum baca yuk di baca dulu guys biar pada ngerti.
Follow yuk akun ig aku @hilmiatulhasanah- dan @Wphilmiath_
Follow juga akun rp ini ya guys
@TRAKHAAKDNA_
@ALYSAEVELYAA_
@ALVANDO_JERRY
@ARETTAEMILJ_
@SHE_LIAANGGRAINI
@ADRIENVERVER_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
amora
kyknya aku dah pernah bca crita ni🤔,tp krn akun kun ku yg dl khapus jd baca lg 😁
2023-08-11
0
Erni Fitriana
lanjuttt n semangat dlm beekaeya thor😘😘😘😘😘
2021-04-20
0