"sini, makan berdua kalo gitu" Mila menepuk-nepuk sofa yang berada disampingnya..
dengan sangat terpaksa Elang duduk disitu, ia tidak berselera untuk makan sama sekali.
"aaaaa...." Mila mencoba menyuapi Elang , lalu ganti menyuapi dirinya sendiri. . sampai makanannya habis...
mereka berdua merebahkan tubuhnya di ranjang berukuran king itu, masih dengan keheningan.
sampai akhirnya Mila mengingat apa yang dikatakan mertuanya waktu memintanya untuk tetap disamping Elang.. mungkin itu sebagai pertanda bahwa papahnya memang akan pergi dari dunia ini.
Mila memiringkan tubuhnya dan memandangi wajah Elang "kok belum tidur"
"belum ngantuk" jawab Elang sambil terus menatap langit-langit kamarnya.
jujur Mila sedikit khawatir dengan suaminya, yang bahkan tidak pernah mengeluarkan air matanya dari tadi..
"kamu kemaren juga cuma tidur beberapa jam loh mas"
"Hem"
Mila memilih diam, meskipun matanya sudah berat tapi ia tetap ingin menemani Elang..
Mila duduk dan bersandar di ranjangnya.
Elang memperhatikannya...
"kamu tidur duluan aja"
"nggak mas" Mila memikirkan sesuatu. . akhirnya dia berbaring dan menempel pada Elang.
"ada apa?" ucap Elang
"kamu tidur disini ,biar cepet tidur" Mila menepuk pundaknya sendiri.
akhirnya dengan ragu-ragu Elang menurut, ia tidur di pelukan Mila begitu pula Elang yang memeluknya sangat erat.
Mila menempelkan bibirnya pada kening suaminya, dan tangannya mengelus punggung Elang. Elang merasa nyaman kepalanya berada di leher istrinya itu.
"mas kamu nggak perlu sekuat ini, nggak ada yang perlu ditahan. . . karena wajar jika kita menangis saat ditinggal oleh orang yang berarti dalam hidup kita"
"aku nggak mau kelihatan lemah Dimata orang-orang mil, aku nggak mau mereka mengasihaniku, mil"
"tapi kamu juga manusia biasa mas"
"mil apakah menurut mu papah bahagia meninggalkan ku seperti ini"
"mas.."
"jika papah bahagia, aku rela dia pergi"
Mila merasakan air mata elang membasahi dadanya, itu berarti Elang sudah mulai menangis.
"papah sama Oma pasti bahagia dis…
Elang Dan Emila
Sendu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 207 Episodes
Comments