"Kamu siapa?.."Tanya Sakia merapikan baju nya, Wanita yang berdiri diambang pintu hanya tersenyum melihat tingkah Sakia, Ia pun berjalan menghampiri Sakia yang terlihat takut.
"Kamu jagan takut, Aku bukan orang jahat, Aku yang membantumu saat tergeletak pingsan dipinggir jalan..."Ucap Wanita itu duduk ditepi ranjang berhadapan dengan Sakia.
"Terima kasih mbak, Karna sudah menolongku..."Ucap Sakia bersyukur, Wanita didepan nya hanya mengangguk.
"Perkenalkan namaku Winda, tidak usah sungkan padaku, Aku pikir Usiaku tidak beda jauh dengan mu..."Ucap Winda mengulurkan tangan nya, Sakia pun tersenyum dan membalas uluran tangan Winda.
"Sakia Mbak..."Jawab Sakia tersenyum tulus.
"Kamu dari mana, Kok Bawa tas segala..."Winda yang teringat tas Sakia pun bertanya.
"Dari Kota B kak, Aku pindah kesini karna ingin memulai kehidupan baru.." Sakia tersenyum, tetapi senyuman itu membawa luka, Walaupun dia tersenyum Tetapi Rasa nya Winda melihat senyum hampa...
"Apa yang terjadi..."dari pada kepo, Winda lebih baik bertanya, Sakia yang ditanya hanya menggelengkan kepala, dan tersenyum, Ia tidak ada niatan untuk membagi lukanya kepada orang lain.
"Tidak apa jika kamu tidak ingin cerita, Kalau begitu bagaimana kalau kita makan dulu, Aku takut janin mu kenapa-kenapa.."Sakia benar-benar terkejut saat Winda Mengatakan Janin, apakah Perempuan yang ada didepan nya tau jika ia sedang hamil?? Tapi dari mana ia bisa tau Sakia tidak pernah memberitahukan nya, Sakia terdiam sampai Tangan Winda menyentuh wajah nya yang terdapat Air mata.
"Aku memiliki Sahabat seorang dokter kandungan, Walaupun terdengar bodoh karna aku menyuruh Seorang dokter kandungan memeriksa keadaan seseorang yang sedang pingsan ,tapi dia tetap memeriksa mu, tapi tau-tau kamu hamil..."Winda yang mengerti kebingungan Sakia pun menjelaskan bagaimana ia bisa tau kalau dia sedang hamil,Air mata Sakia semakin mengalir, Ia sangat bersyukur dipertemukan oleh orang sebaik Winda.
"Apa boleh aku memelukmu Mbak??...."Tanya Sakia ragu, Winda mengangguk seraya merentangkan tangan nya, Sakia pun langsung masuk kedalam pelukan Winda, Pelukan yang sangat nyaman, Sakia terus memeluk Winda dan menahan tangis nya, Hati nya sangat lemah begitupun Tubuh nya, Ia seperti tak memiliki sandaran untuk hidup, Beribu-ribu batu seperti menghantam jantung nya.
"Menangislah Sakia jangan ditahan, lepaskan biar kamu lebih tenang, Aku akan siap mendengarkan ceritamu, tetapi setelah itu kamu harus melupakan semua kenangan yang menyakitkan itu, masih ada Janin yang ada dalam perutmu, Kamu harus kuat!!,..."Ucap Winda Mengelus lembut punggung Sakia, tak berselang lama, tangisan itu semakin pecah, Winda hanya bisa mengelus Punggung nya memberikan Kekuatan. Sakia terus menangis di pelukan Winda sampai ia terbatuk-batuk.
"Apa Sudah tenang, sudah merasa baikan??..."Tanya Winda melihat Sakia bangkit dari pelukan nya dan menghapus sisa air mata nya, Sakia pun mengangguk dan tersenyum.
"Sekarang Ceritakan hal yang membuatmu sedih, setelah itu Buang semua kenangan pahit dan buka lembaran baru bersama adikmu.."Sakia mengelus dan sekali lagi memeluk Winda, baru kali ini Sakia mendapatkan Pelukan kasih sayang setelah kedua orang tua nya meninggal, Sakia bangkit dan memperbaiki Posisi duduk nya.
"Sekarang aku sendiri Kak, Kedua orang tua ku meninggal sejak umurku 12 tahun, perlahan aku bangkit dan memperbaiki hidupku, Hari-hariku penuh dengan hinakan dan ejekan dari teman-temanku tapi aku tidak ingin putus asa, aku yakin Akan ada hari bahagia yang menanti, sampai suatu ketika, Aku masuk sekolah menengah, aku bertemu dengan pemuda tampan, baik dan penyayang..." Sakia menghentikan cerita nya dan menarik nafas dalam-dalam dan membuang nya perlahan, Hati nya kembali sakit saat mengingat Arka yang begitu menyayanginya, melindungi dan mencintai nya,
"Kami menjalin hubungan selama 6 tahun, Selama itu dia tidak pernah marah padaku, dia selalu menjaga dan mencintai aku, banyak kenangan indah bersamanya, tapi saat ulang tahun dirinya dan Ulang tahun hubungan kami yang Ke 6 kali nya, Dia Berselingkuh dengan sahabatku sendiri, Dia bahkan tidak mengejar ku menanyakan maksud ucapan ku yang mengatakan dia ayah yang tidak bisa bertanggung jawab dia lebih memilih bersama wanita itu , Hati aku sakit Mbak, Seperti disayat sembilu, Benar-benar sakit..."tanpa sadar Winda mengeluarkan air mata saat mendengar cerita Sakia, dia saja yang hanya mendengarkan merasakan sakit apalagi Sakia..
Sakia terus menangis sesenggukan, Tetapi ia sedikit lega, karna rasanya sedikit nyaman saat menceritakan nya, Winda selalu setia menjadi tempat sandaran nya.
"Sudah Gih, Kamu yang sabar, Masih ada Si Dede Bayi yang harus kamu jaga, dan seorang ibu yang baik tidak boleh kelaparan itu tidak baik untuk Bayinya.."Sakia mengangguk, Winda pun mengajaknya keluar kamar dan mengajak Sakia kemeja makan...
Sakia memperhatikan Dapur yang sangat nyaman, Walaupun kecil tetapi sangat bersih, Barang-barang juga tersusun rapi, Setelah duduk, Winda mengambilkan nya Nasi dan Sayuran beserta Ikan yang sudah ia goreng.
"Makasih Mbak, saya tidak akan pernah melupakanmu Kebaikan Mbak kepada saya, Tapi apa boleh saya meminta bantuan mbak satu kali lagi??..."Tanya Sakia terlihat ragu, Winda pun mengangguk..
"Apa saya bisa minta tolong, mbak carikan saya Kontrakan, ngak apa-apa kalau kontrakan itu kecil.."Ucap Sakia serius, ia sudah lelah mencari Kontrakan tetapi tidak ada yang mau membantu nya, Mungkin Winda memiliki Kenalan yang menyewa kontrakan.
Winda tersenyum dan menggenggam tangan Sakia.
"Kamu Tidak perlu cari kontrakan, disini ada 2 kamar, dan mbak juga tinggal sendiri, kmu tinggal disini saja!!..."Sakia menggeleng, dia sudah terlalu banyak merepotkan Winda.
"Maaf mbak Bukan nya saya men....."
"Aku Mohon Sakia, tinggallah disini, aku ingin memiliki Teman ngobrol.."Sakia terdiam sejenak, jika ia menolak belum tentu juga ada yang memberi nya tempat tinggal dengan uang sedikit, Sakia pun mengangguk, dan memeluk Winda,Sakia benar-benar bersyukur bisa bertemu dengan Winda, Mungkin Wanita yang sedang ia peluk Adalah malaikat yang Tuhan kirim untuk nya..
"Aku berjanji Mbak, Aku akan cari pekerjaan dan membantu Mbak membayar sewa rumah, Sekali lagi terima kasih..."Ucap Sakia Tulus, Winda menggelengkan kepala nya mendengar Sakia ingin bekerja.
"Ingat Sakia!! Kamu sedang mengandung, Kamu tidak boleh terlalu lelah, Masalah Rumah, tidak ada yang perlu dibayar, Karna ini adalah Rumahku sendiri..."
"Tapi biarkan aku bekerja Mbak, Bagaimanapun nanti aku butuh uang yang banyak untuk biaya persalinan dan biaya baju dan perlengkapan untuk anakku..."Sakia tidak bisa bersantai dan merepotkan Winda, bagaimanapun mereka butuh uang yang lebih untuk biaya persalinan Sakia, Winda sedikit berpikir sebelum ia menganggukkan kepala..
"Terima kasih Mbak!!.."Ucap Sakia, Winda pun mengangguk dan merekapun makan dan sesekali mengobrol...
.
.
.
..
.
**HAY KAKAK-KAKAK JANGAN LUPA LIKE, KOMEN AND VOTE NYA,SUPAYA AUTHOR SEMANGAT UNTUK MENULIS..
DAN JIKA ADA YANG BELUM MEMBACA KARYA PERTAMA AUTHOR SILAKAN CARI"KETIKA CINTA BERTAHTA."
TERIMA KASIH, SALAM SAYANG UNTUK KALIAN**..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Abdul Rahim
awal yg bagus..
2023-09-04
0
Mami Ani Aryani
semoga Sakia ketemu org baik
2023-06-06
0
Hasrie Bakrie
Tetap semangat Kia, ayo bangkit buang masa lalu raihlah kebagianmu di masa depan 🤗💪
2023-03-16
2