Lexa menangis dikamar sedari pulang kuliah Lexa tidak pernah keluar kamar lagi dia pun hanya menangis dan murung Bi Iim sudah membujuknya tapi Lexa tak bergeming keluar dari kamarnya karna takut terjadi apa apa Bi Iim menelvon Alex dengan cepat Alex langsung pergi menuju Rumahnya.
"Dimana Lexa Bi." tanya Alex.
"Di kamar Tuan." ucap Bi iim.
Alex berlari menuju kamar Lexa dia mengetuk pintu kamarnya pelan Lexa pun berdiri menuju pintunya dia membukannya dan langsung memeluk Alex.
"Abang." panggil Lexa.
"Lexa, kamu kenapa." ucap Alex khawatir.
Alex pun membawa Lexa duduk disofa disana Lexa menceritakan semua masalahnya saat Bayu menyiramnya Alex yang mendengarkan merasa sangat marah sekali berani sekali Bayu mempermalukan adiknya didepan banyak orang.
"Dan perempuan itu mengoda Bayu, Bang." ucap Lexa sambil menangis.
Alex pun mengenggamnya keras dia ingin sekali membunuh wanita itu dia pun menatap Adiknya dan menghapus air matanya.
"Biar Abang, yang mengurusnya kamu sudah makan belum." ucap Alex.
Lexa pun mengeleng dengan manja Alex menyuruh Bi Iim masaka dia pun akan memberi pelajaran pada gadis itu yang telah berani mengoda tunangan adiknya.
Mampus Laras, tau rasa elo. Lexa.
Lexa makan dengan sangat lahap dia merasa beban nya sudah berkurang karna Abang nya pasti akan memberi nya pelajaran.
Selesai makan Lexa masuk kamar sementara Alex dia masuk kekamar nya menelvon seketarisnya.
"Vando, cari tau perempuan yang bernama Larasati kalo sudah bawa dia kevilla ku, akan ku beri dia pelajaran karna sudah membuat adik ku menangis." ucap Alex.
Vando pun mengangguk dia dengan cepat mencari informasi tentang orang itu tak butuh waktu lama dengan mudah dia mendapatkannya.
"Hallo." ucap Alex saat handphone nya ada yang memanggilnya.
"Tuan, dia seorang mahasiswa di kampus milik Tuan, dia juga bekerja di restoran milik Tuan dia berasal dari panti asuhan." ucap suara diseberang sana.
Alex pun sangat marah hanya gadis miskin saja yang membuat adik ku menangis dia bahkan pengoda lelaki yang kaya.
"Culik dia dan bawah dia ke villa aku ingin membunuh nya." ucap Alex dengan marah.
"Baik Tuan." ucap suara itu dengan tegas sekali.
Laras pun sedang bekerja direstoran itu entah kenapa hatinya begitu resah sekali dia melihat jam dingding yang nempel di tembok itu baru jam delapan malam.
Seorang lelaki yang memperhatikan Laras bekerja dia bahkan matanya tak pernah lepas dari wanita yang diincarnya.
Kenapa lelaki itu seperti melihati ku begitu. Laras.
Suasana sudah sangat malam tapi lelaki itu tak pergi juga dari depan Restoran tempatnya bekerja.
Jam pulang kerja pun sudah tiba saat Laras melihat kedepan dia tidak menemukan lelaki misterius tadi mungkin fikiran Laras saja sepertinya.
Laras pun melihat jam tangan di handphone nya yang menunjukan pukul sebelas malam tapi entah kenapa hari ini bagi Laras sangat aneh sekali saat sedang asik menunggu angkot dari belakang tiba tiba membiusnya saat Laras ingin melawan dia merasa sangat ngantuk dan tertidur dengan lelap.
Mata Laras terbuka karna pengaruh obat bius itu sudah habis dia melihat sekeliling dia sama sekali tidak mengenali kamar yang begitu mewah itu belum selesai dengan melihat sekeliling pintu kamar itu terbuka dengan keras mata Laras menatap lelaki itu dia menatap nya tajam seakan ingin membunuh nya Laras pun tak berani menatap nya.
"Jadi kamu yang namanya Laras." ucap pria itu dengan senyuman yang menakutkan.
Bagaimana dia tau. Laras.
"Kau siapa." ucap Laras seakan ingin berlari dari neraka ini.
Alex pun mencengkram pipi Laras sampai Laras menringis kesakitan Laras benar benar tidak tau siapa lelaki yang didepan nya ini air mata Laras terjatuh karna prilaku lelaki itu.
"Karna kau pengoda tunangan adik ku." ucap Alex lagi mata Laras menatapnya.
"Aku tidak mengerti dengan ucapan mu." ucap Laras lagi.
"Aku adalah Alexander kakaknya Lexa, kau fikir siapa berani sekali mengoda tunangan orang." ucap Alex.
"Aku tidak mengoda siapa pun, apalagi tunangan Lexa dan asal kamu tau aku bahkan tidak tau Bayu sudah bertunangan dengan nya." ucap Laras dia berusaha menjelaskan supaya masalah nya tidak akan rumit.
"Hahahaha." ucap Alex tertawa keras.
Laras begitu takut sekali dia tidak mengerti lagi harus mengatakan nya bagaimana dia tidak ingin berurusan dengan orang seperti itu.
Alex pun melihat wajah Laras dia sangat cantik sekali kulit putih hidung mancung serta matanya yang besar mulutnya mungil sekali Saat melihat Bibir Laras entah kenapa Alex sangat bergairah sekali.
"Kamu fikir aku percaya dengan perkataan ***** cabe kayak elo." ucap Alex.
Ucapan dari pria yang tak dikenal itu membuat Laras marah dia tidak terima dikatain seenaknya saja Laras pun meludahinya.
"Kau fikir aku perempuan apaan." ucap Laras tak terima.
Alex menghapus ludah nya Laras dia pun mendorong tubuh Laras jatuh ke kasur Alex menamparnya berani sekali dia meludahinya.
"Lepas." ucap Laras dia merasa sakit sekali pipinya.
"Kita lihat kamu masih perawan atau sudah tidak perawan, aku yakin orang gembel macam kamu ingin mendadak kaya dengan jalan menjual tubuh mu." ucap Alex dia pun membuka paksa baju Laras.
Laras berusaha menahan nya sekuat tenaga dia mencoba mendorong Alex dari atas tubuhnya tapi tenaga nya hanya sia sia sekali Alex berhasil merobek baju nya.
"Lepas, aku mohon." tangis Laras dia benar benar takut sekali.
Tapi Alex tak berhenti dia merasa sangat ingin melakukan nya dengan wanita ini padahal dia tidak pernah tertarik dengan wanita.
Sesuatu yang dimiliki Alex pun berhasil masuk Laras menangis menjerit merasakan sakit sekali saat sudah puas Alex pun merapihkan celananya Laras masih menangis dia menyelimuti tubuhnya dengan selimut di kasur itu dia benar benar hancur hidup nya.
Alex pun melemparkan uang itu dimuka Laras yang masih menangis dia menatap wajah gadis itu ada rasa tak tega.
"Itu yang kamu mau kan." ucap Alex.
Laras tak menjawab dia benar benar sangat kotor sekali hanya menangis yang bisa dilakukannya sementara Alex dia sangat marah karna Laras tak menjawab nya sama sekali.
"Berhenti sok suci." ucap Alex dia sangat dekat dengan Laras.
Karna Laras diam tak menjawab dia hanya menangis saja Alex pun mencengkram dagunya membuat Laras menatap nya dia benar benar akan membenci wajah ini wajah tampan tapi hati berkelakuan iblis.
"Ambil lalu pergi dari sini *****." ucap Alex.
"Aku tak menyangka keluarga yang begitu terhormat memiliki jiwa dajjal." ucap Laras menatap nya tajam.
Plak.
Ketiga kalinya Alex menampar Laras dia sangat emosi dengan ucapan Wanita yang didepan nya ini.
Sementara dari luar kamar Vando merasa sangat kasihan pada gadis itu dia gadis yang baik sekali bahkan berprestasi.
Aawww.
Teriak dari dalam kamar itu membuat Vando ingin sekali membantunya tapi dia menahanya dia tau Tuan nya seperti apa.
Alex menarik Rambut Laras dan melemparnya keluar dari kamar itu suasana hujan di sertain petir Alex menyeret nya keluar dari Villa itu Vando mengikutinya dari belakang.
"Pergi perempuan jalang." ucap Alex.
Laras pun pergi dari rumah megah itu dia menangis serta baju nya yang sedikit sobek akibat ulah pria itu kaki Laras terasa lunglai sekali dia merasa dirinya ternoda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments