Kini Alex dan Snake dalam perjalanan menuju gedung perusahaan yang akan dibeli oleh Alex yang berada di jalan perdamaian. Perjalanan mereka memakan waktu sekitar 30 menit lantaran jaraknya dengan mansion yang ia beli lumayan jauh ditambah Snake yang memacu mobilnya dengan kecepatan yang agak rendah.
Kini Alex telah berada di depan sebuah gedung berlantai 25 yang menjulang tinggi ke langit. Snake pun memasuki halaman gedung tersebut dan memarkirkan mobil nya di area parkir. Mereka pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu gedung tersebut yang telah ada seseorang yang menunggu mereka dan sepertinya dialah sang pemilik gedung tersebut.
Orang tersebut yang menyadari kehadiran kehadiran keduanya pun langsung menghampiri keduanya.
"Permisi tuan tuan apakah benar tuan berdua yang berniat untuk membeli gedung ini?" tanya pria tersebut yang masih terlihat cukup muda berusia sekitar 30 tahunan untuk memastikan agar tidak salah.
"Ya itu tuan di sebelah saya lah yang memiliki niat untuk membeli gedung ini" balas Snake meluruskan.
Sontak saja mendengar perkataan Snake tersebut pria didepan mereka langsung mengalihkan perhatiannya kepada Alex yang kini tampak sedang melihat lihat kondisi gedung tersebut. Merasa bila ia tengah diperhatian Alex sontak melihat kearah orang didepannya kini.
"Ya itu benar saya lah yang berminat untuk membeli gedung ini, tapi sebelum itu bisakah kita masuk terlebih dahulu" ucap Alex yang sedikit menyindir.
"Ehh maafkan saya tuan. Baik ayo masuk dulu kita bicarakan di dalam" ucap orang tersebut dengan sedikit merasa malu.
Kemudian ketiganya pun memasuki di dalam gedung tersebut yang masih ada beberapa kegiatan pekerja. Mereka berdua pun dibawa menuju lantai 25 gedung tersebut dimana merupakan tempat untuk pemilik perusahaan berada.
Kemudian keduanya pun di silahkan untuk duduk oleh sang pemilik gedung
"Sebelumnya saya meminta maaf karena lupa memperkenalkan diri, perkenalkan nama saya adalah Yogi Nugroho anak pemilik gedung ini sekaligus pemilik Nugroho Corporation." ucapnya memperkenalkan diri.
Alex yang mendengar itu pun sudah tidak kaget tentang fakta orang didepannya yang merupakan anak pengusaha terkaya ketiga di kota ini lantaran ia telah melihat data tentang Yogi dengan skill scan nya.
"Oh itu tidak masalah Tuan Yogi, perkenalkan juga nama saya adalah Alex dan ini bawahan saya Snake" balas Alex dengan sedikit senyum
"Kalau begitu salam kenal tuan Alex, baik saya akan langsung saja ke intinya apakah tuan serius ingin membeli gedung ini" ucap Yogi dengan nada penuh harap.
"Tuan bisakah panggil saya dengan tuan muda saja karena itu lebih cocok untuk saya dan tentu saja saya sangat serius ingin membeli gedung ini ditambah saat saya melihat gedung ini sungguh bagus, tetapi saya ingin bertanya terlebih dahulu apakah boleh tuan?" tanya Alex dengan sopan.
"Pertanyaan apa itu? bila saya bisa jawab maka saya akan menjawabnya" ucapnya penuh keyakinan.
"Baiklah kalau begitu saya ingin bertanya kenapa gedung ini dijual ditambah lagi sepertinya anda begitu tergesa-gesa untuk menjualnya, pastinya ada alasan khusus di balik ini benar bukan? apakah bisa tuan beritahu tapi bila tuan merasa keberatan saya tidak masalah" tanya Alex lantaran ia merasa sedikit ganjal saja dengan penjualan gedung tersebut lantaran seperti sangat tergesa-gesa.
Yogi yang mendengar pertanyaan Alex pun langsung merubah raut wajahnya menjadi sedih dan sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan Alex tersebut hingga akhirnya ia pun menghela nafas berat.
"Baiklah akan saya jawab pertanyaan tuan muda barusan" ucapnya dengan pasrah
"Belum lama ini saya dan ayah harus merasakan pil pahit lantaran ibu saya meninggal akibat penyakit yang di deritanya selama ini. Ibu terkena penyakit kanker otak dan kami telah melakukan segala jenis pengobatan namun takdir berkata lain, ibu meninggal lantaran tidak kuat menahan rasa sakit dari penyakit yang ia derita.....
Selama proses pengobatan ayah dan aku mengeluarkan biaya yang sangat banyak untuk mengobati ibu bahkan sampai meminjam dari Bank dan saudara saudara ayah yang lain. Namun pada akhirnya ibu juga meninggal dan kami masih harus menanggung hutang yang sangat banyak dan lagi perusahaan kami mengalami penurunan harga saham akhir akhir ini dan banyak investor yang menarik sahamnya. Ayah yang tidak kuat pun juga ikut jatuh sakit lantaran harus menanggung beban berat ini. Kini saya harus menanggung biaya pengobatan ayah dan membayar hutang untuk biaya pengobatan ibu. Jadi saya memutuskan untuk menjual gedung ini untuk melunasi hutang dan membayar biaya pengobatan ayah." ucap Yogi panjang lebar sembari menahan air mata nya agar tidak jatuh dan terlihat sekali wajah sedihnya.
"Sylph apakah benar yang ia katakan itu semua?" tanya Alex dalan pikiran nya pada Sylph
[Benar tuan saya tidak merasakan adanya kebohongan dari dirinya]
Alex yang mendengar perkataan Yogi dan penjelasan sistemnya hanya menganggukkan kepala tanda mengerti dengan kondisi yang dialami Yogi saat ini.
"Saya turut berduka tuan dan saya juga meminta maaf bila saya telah membuat tuan bersedih" ucap Alex dengan nada bersalah.
"Tidak masalah tuan, baiklah mari kita kembali ke topik utama. Apakah tuan jadi untuk membeli gedung ini?" tanya Yogi dengan nada penuh harap.
"Ya baiklah akan saya beli, ngomong ngomong berapakah harganya?" tanya Alex
"Hmmm 20 Miliyar saja tuan muda" jawab Yogi yang terlihat sangat senang.
Alex yang mendengar harga tersebut awalnya cukup kaget lantaran nominalnya cukup fantastis menurutnya. Tapi setelah dipikir pikir lagi itu sangat sesuai dengan kondisinya yang sangat bagus.
Alex pun langsung membayar nya saat itu juga dengan Black Card miliknya. Awalnya Yogi yang melihat Black Card tersebut cukup kaget namun ia menghilangkan perasaan itu jauh jauh dan mulai mengurus semua berkas berkas penting yang diperlukan. Sekitar satu jam akhirnya semuanya semua nya telah selesai dan semua kepemilikan gedung tersebut telah menjadi miliknya kini.
"Terima kasih tuan muda, senang berbisnis dengan anda" ucap Yogi yang tak bisa menyembuyikan senyum bahagia nya dan menyodorkan tangannya
"Sama sama tuan Yogi senang berbisnis juga dengan anda" balas Alex yang menjabat uluran tangan dari Yogi.
"Baik karena urusan saya telah selesai saya pamit undur diri dulu" ucap Alex berlalu pergi yang diikuti Snake yang sedari tadi hanya mendengarkan.
Setelah di dekat mobil Snake pun dengan telaten membukakan pintu untuk bosnya itu.
"Apakah ada tempat yang ingin dikunjungi lagi tuan?" tanya Snake
"Hmmm sepertinya sudah semua sebaiknya kita pulang karena sudah pukul 1 siang hari juga. Oh iya tolong kau beritahu kepada semuanya bila markas kita akan berpindah ke perusahaan ku itu" perintah Alex
"Baik tuan nanti akan saya sampaikan" jawab Snake yang mulai melajukan kendaraan nya menuju rumah sang bos.
______________________________________________
______________________________________________
**SEGINI DULU YA BUAT HARI INI. IDE AUTHOR MACET PADAHAL KALO LAGI GAK NULIS KELUAR IDENYA TAPI PAS NULIS HILANG SEMUA🤣. OKE JANGAN LUPA JUGA DUK AUTHOR TERUS DENGAN
(√) VOTE DAN RATE BINTANG ⭐5 BILA TIDAK KEBERATAN
(√) KOMEN JUGA YA BILA ADA SALAH ATAU TYPO SARAN DAN KRITIK JUGA AUTHOR TERIMA DENGAN LAPANG DADA
(√) LIKE NYA YA JANGAN LUPA BIAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT BUAT NULISNYA
THANKS BUAT YANG UDAH MAMPIR DAN BACA NOVEL AUTHOR YANG PERTAMA INI SAMAPAI JUMPA DI NEXT CHAPTER**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Gavin Bae
cerita sistem yg aneh.kalau mobil dan motor sportnya emang belum mau dipakai lah ngapain repot2 dibeli.?aneh banget.banyak banget kejanggalan2 diceritamu thor.kaya dan kuatnya terlalu terburu buru.kahakndikejar tukang kridit.malas jadi bacanya.
2024-05-06
0
S A K
bosnya pelit g di kasih makan walaupun pergi dr pagi sampai jam 1siang,kan laper wkwkwkw
2022-08-02
2
PandaCoklat
gedung 25 lantai, di jalan utama.....harganya 20M waaaah murah bangeeeet......lo kalo ngayal juga kira2 dong Thor harga rumah aja banyak yg lebih mahal dari gedung ini 🤣
2022-03-29
1