~INSIDEN DI DEALER~

Kembali ke masa sekarang setelah Alex menghajar mereka. Kini Alex tengah berjalan santai menuju sangat pemimpin yaitu Cobra yang kondisi nya sangat memprihatinkan.

Namun tak lama kemudian ia berhenti karena sebuah notifikasi dari sistem yang lebih menarik perhatiannya.

[Quest Dadakan

Tundukkan/Lumpuhkan 4 orang yang berasal dari 'GENK SABIT KEMATIAN' di depan tuan.

Progress (4/4) Selesai (√)

Reward:

>Random Box**]

[Hadiah telah dimasukkan ke dalam inventory tuan]

Seketika senyum aneh muncul di wajah Alex setelah membaca isi pesan tersebut yang juga masih terlihat oleh Cobra. Cobra yang melihat senyuman itu malah merasakan bila nyawanya dalam keadaan terancam meskipun apa yang dipikirkan nya adalah salah.

Kemudian Alex mendatangi Cobra yang dalam keadaan merinding ketakutan setelah melihat kemampuan Alex yang sangat hebat dalam bela diri.

"Siapa yang memerintahkan dirimu untuk membunuhku" tanya Alex setengah membentak.

Namun tidak ada tanggapan yang diterima Alex dari orang di depannya. Karena terlanjur kesal Alex pun mendekati Cobra dan mengambil tangan kiri Cobra yang kemudian dipatahkan oleh Alex dengan sekali pukul.

"Argghh.... Sa-sakit tolong ampuni aku" teriak Cobra yang tengah kesakitan sembari memohon ampun.

Namun permohonan ampun dari Cobra sama sekali tidak digubris oleh Alex yang kini bergeser menuju lengan kanan Cobra.

Tetapi sebelum Alex sempat mematahkan sebelah tangan milik Cobra lagi sebuah suara yang ditunggu Alex pun menghentikan aksi gila Alex yang bisa dikatakan sangat kejam.

"B-baik baik, a-akan aku beritahu tapi tolong jangan patahkan lengan kananku juga" ucap Cobra mencoba mendapat belas kasihan

"Baiklah ucapkan semua yang kau ketahui dan jangan berbohong karena aku bisa mengetahuinya. Bila kau masih berbohong maka bersiaplah nyawamu yang akan melayang" ucap Alex santai tetapi dengan nada mengancam.

"B-baik baik aku tidak akan berbohong" ucap Cobra sembari mengangguk dengan cepat.

"B-baiklah sebelumnya perkenalkan namaku adalah Cobra dan aku adalah anggota sekaligus tangan kanan kepercayaan pemimpin kami dari 'GENK SABIT KEMATIAN' yang dipimpin oleh seseorang bernama Snake. Dan setahuku kami mendapat misi untuk menghabisi atau membuatmu cacat dari dua orang pemuda kaya dan salah satunya adalah adik kenalanku yaitu Reza." jelas Cobra dengan panjang lebar

"Apakah omonganmu bisa kupercaya? " selidik Alex

"A-aku sudah mengatakan apa yang ku ketahui dengan jujur, jadi apakah aku bisa pergi?" tanyanya

"Hmmm, Sepertinya kau mengatakan yang sebenarnya. Baiklah cepat kau pergi dari sini dan bawa anggota anggota mu sekalian sebelum aku berubah pikiran dan katakan pada pemimpinmu agar jangan pernah mengganggu ku lagi" tegas Alex

"B-baiklah aku mengerti" ucap Cobra yang ketakutan langsung bergegas pergi bersama anggota nya.

"Hmmm sepertinya menarik, Baiklah malam ini aku akan berkunjung ke markas mereka dan membuat sedikit kejutan" gumam Alex sambil memikirkan sesuatu yang menyenangkan.

Namun tiba tiba ada sebuah tangan seseorang yang menyentuh pundaknya sembari bertanya.

"N-nak a-apakah kita akan tetap pergi ke tujuan?" tanya orang tersebut yang ternyata adalah sang driver ojek online nya yang sedari tadi hanya menonton kejadian mengerikan tadi dengan gemetar ketakutan.

"Ehh iya Pak maaf saya hampir lupa dengan tujuan saya. Baik Pak mari kita lanjutkan perjalanan kita" ucap Alex sembari tersenyum untuk meyakinkan.

Sontak saja perubahan sifat dari Alex ini membuat sang driver kebingungan karena merasa bahwa Alex memiliki kepribadian ganda.

"B-baik" ucap sang driver tegang.

Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Dealer untuk membeli kendaraan.

Tak lama kemudian mereka pun sampai ke sebuah dealer yang menjual motor dan mobil dari berbagai jenis, model dan merek. Alex pun meminta sang driver untuk menunggu dan ikut bersamanya ke dalam karena nanti ia juga meminta untuk diantar pulang oleh sang driver.

Saat masuk ke dalam dealer, tidak seperti keadaan biasa yang ketika pelanggan datang akan dihampiri oleh salesman, kini para salesman hanya melihat sesaat lalu melanjutkan kembali pekerjaan masing, mungkin karena melihat dari pakaian yang digunakan mereka yang biasa biasa saja.

Sampai dimana ada seorang sales wanita yang mendatangi mereka. Mungkin umurnya berkisar 20 tahunan dan Alex menebak jika ia adalah pegawai baru.

"Ada yang bisa saya bantu tuan tuan?" tanyanya dengan nada sopan disertai senyuman.

"Ya aku mencari mobil dan motor sport keluaran terbaru apakah ada?" tanya Alex

Sang sales dan sang driver awalnya kaget lantaran mereka melihat dari segi pakaian yang dikenakan Alex adalah pakaian sekolah biasa yang menandakan Alex hanyalah seorang pelajar tidak mungkin memiliki uang cukup untuk membeli sebuah mobil, namun sang sales tetap mencoba tenang dan mengantarkan Alex dan sang driver ke tempat ke kendaraan tersebut berada.

Kini tampak didepan mereka sebuah mobil mewah yang dari desainnya sangat menawan

Mobil Sport Lamborghini Veneno

Kemudian Alex mulai memutari mobil tersebut sembari mengecek keadaan mobil tersebut. Namun baru saja menyentuh sedikit body mobil tersebut terdengar suara yang tidak senang melihat hal itu.

"Heyy kau gelandangan lepaskan tangan kotormu dari mobil mewah ini karena kau bahkan tidak mampu untuk membayar perawatan mobil ini" ucap orang tersebut yang seorang sales wanita di tempat itu dengan marah marah gak jelas.

"Hey Oliv. Kenapa kau membawa gelandangan ini kesini dan membiarkan ia menyentuh mobil mewah ini yang bahkan ia tidak mampu membayar biaya pembersihan mobil mewah ini" marah sang sales tersebut kepada Oliv yang hanya dapat diam tanpa membalas satu pun perkataan seniornya itu.

Alex yang melihat itu pun semakin geram dengan kelakuan sales tersebut yang sudah lewat batas.

"Hey kau atas dasar apa kau menyebut aku gelandangan dan kenapa kau memarahi dia yang tidak bersalah. Baiklah mari kita buat taruhan bila aku bisa membeli mobil ini kau harus mencium kakinya (menunjuk Oliv) dan kau harus keluar dari pekerjaan ini dan bila kalah maka aku akan mencium kakimu itu. Bagaimana?" tantang Alex sambil menyunggingkan bibirnya.

"Baiklah, siapa takut tidak mungkin gelandangan sepertimu mampu membeli mobil ini" Ucap sang sales dengan penuh keyakinan.

"Tolong panggilkan manager disini agar ia menjadi pengadil dalam taruhan kali ini" ucap Alex.

Kemudian salah satu salesman pun memanggil sang manager dan tak lama datang seorang wanita yang merupakan manager ditempat itu. Kemudian Alex pun menjelaskan inti permasalahan ini dan juga taruhan hingga selesai.

"Baiklah sekarang aku mengerti inti permasalahan ini. Jadi nak apakah kamu sudah memiliki uang untuk membayar mobil ini? Mobil ini seharga 2 Miliyar Rupiah loh" tanya sang manager

Tentu saja ada. Alex pun mengambil sebuah kartu berwarna hitam di sakunya yang merupakan black card. Sontak saja hal tersebut membuat banyak orang heboh karena kartu tersebut sangat langka dan pasti pemiliknya bukanlah orang biasa.

Lain halnya dengan sang sales yang menerima tantangan tadi kini ia terlihat sangat pucat. Awalnya ia berpikir itu hanyalah kartu palsu yang dimilikinya namun semua keyakinannya runtuh takkala transaksi yang dilakukan menggunakan kartu tersebut berhasil.

"Heh kau lihat sendiri kan siapa yang gelandangan, baik sekarang kau lakukan seperti yang di pertaruhkan diawal dan langsung pergi dari tempat ini karena kau telah kalah telak" Ucap Alex dengan senyuman sini menatap sang resepsionis.

"T-tuan tolong maafkan hamba yang telah salah melihat. Bisakah aku diberi sedikit kelonggaran" ucapnya sembari memohon namun perkataan nya tidak digubris sedikit pun oleh Alex dan dengan pasrah ia pun melakukan apa yang seharusnya ia lakukan dan pergi meninggalkan tempat itu.

Setelah kepergian sang sales kini keadaan telah kondusif seperti semula.

"Manager saya hendak membeli dua mobil biasa dan satu motor sport lagi. Tolong disiapkan" ucap Alex

"Baik tuan mohon ditunggu" ucap sang manager.

Alex pun membayar kendaraan yang ia beli tersebut namun yang ia ambil hanyalah motor sport nya saya sedangkan untuk dua mobil biasanya ia berikan kepada sang driver dan sang sales yang melayani ia dengan baik tadi sebagai bonus. Awalnya keduanya menolak hal tersebut namun akhirnya mereka menerima pemberian tersebut setelah mendapat paksaan dari Alex.

Kini Alex pun telah sampai di kediamannya dengan diantar sang driver yang sedari tadi setia menunggunya. {Kalo kalian nanya kenapa Alex tidak bawa motor atau mobilnya aja itu karena mobilnya masih ia letakkan di dealer dan akan diambil setelah ia membeli rumah dan lagi ia belum mau memberitahu ibunya terlebih dahulu untuk sekarang}

Setibanya ia di dalam rumah ia pun langsung masuk ke kamarnya untuk beristirahat sejenak.

____________________________________________________________________________________________

****SORRY YA UPDATE NYA LEBIH LAMBAT DARI BIASANYA SOALNYA AUTHOR KECAPEAN HABIS KEGIATAN SEHARIAN JADI BARU SEMPAT UP SEKARANG

JGN LUPA YA

(√) KOMEN, SARAN DAN KRITIK AGAR AUTHOR LEBIH BAIK KEDEPANNYA

(√) VOTE JUGA YA BILA TIDAK KEBERATAN**

(√) **LIKE JUGA YA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT NULISNYA

OKE THANKS UDAH BACA DAN SAMPAI JUMPA DI NEXT CHAPTER**

Terpopuler

Comments

JJ opa

JJ opa

hajar...biar orang janga liat kulit aja🤣🤣🤣

2024-12-04

0

Lesokee.

Lesokee.

lah Veneno 2 miliar? wah itu mah udah dibeli Ama orang kaya kelas menengah

2023-01-04

0

😘BIMA Kangen...💋#✇⃟ᴮᴿ💌

😘BIMA Kangen...💋#✇⃟ᴮᴿ💌

maaf thor jangan minta maaf terus, kan author punya kehidupan RL juga, jadi wajar klo telat up.. semangat thor💪💪💪💪😁😁

2022-04-05

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 54 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!