Beberapa hari setelah Makoto pergi, rumah kembali terasa tenang. Tidak ada lagi suara langkah kaki yang membuat Rin merasa tidak nyaman, tidak ada orang asing yang memakai pakaiannya, tidak ada pertengkaran, dan tidak ada alasan bagi Rin untuk terus memikirkan kejadian malam itu. Hari-harinya kembali seperti biasa: pagi hari Takumi berangkat bekerja, sementara Rin tinggal di rumah.
Awalnya PS5 kembali menjadi hiburannya. Ia bisa duduk berjam-jam di depan televisi, memainkan game yang sudah sangat ia kenal. Namun setelah beberapa hari, permainan yang biasanya membuatnya lupa waktu justru mulai terasa membosankan. Rin menjatuhkan tubuhnya ke sofa setelah gagal melewati lintasan yang sama untuk entah keberapa kalinya.
“Ah... aku bosan.”
Ia meletakkan stik di samping paha, menatap layar televisi yang masih menampilkan permainan berhenti sejenak, lalu mengambil ponselnya. Tidak ada pesan. Ia menghela napas, lalu bangkit dan berjalan menuju dapur tempat suara pisau beradu dengan talenan terdengar karena Takumi sedang memasak.
Rin berhenti di ambang pintu. Takumi mengenakan kaus lengan pendek berwarna gelap dengan apron di bagian depan, rambutnya sedikit berantakan karena baru pulang beberapa waktu lalu, dan tangannya sibuk memotong sayuran sementara panci di atas kompor mengeluarkan uap tipis. Rin tidak langsung masuk, hanya berdiri dan memperhatikan sampai Takumi yang merasa sedang diperhatikan akhirnya menoleh.
“Kau kenapa berdiri di situ?”
“Gak apa-apa.”
“Kalau gitu, kenapa dari tadi melihatku?”
Rin menggaruk pipinya. “Aku bosan main PS5, Takumi.”
Takumi kembali memotong sayuran. “Lalu?”
Rin masuk lalu duduk di atas meja kabinet karena belum ada peralatan masak yang harus dicuci. Takumi meliriknya sekilas. “Tunggulah sebentar lagi, makannya matang.”
“Belum lapar...”
“Kalau begitu jangan mengeluh lapar setelah masakannya selesai.”
Rin mengerutkan hidung.
“Aku tidak mengeluh, Takumi.”
“Semalam siapa yang berdiri di depan kulkas sambil bilang, ‘Tidak ada makanan yang bisa…
Aku Belum Siap Pulang
Perhatian Rin Mulai terlarih
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 104 Episodes
Comments