Kiba terus berlari menyusuri pinggir pantai, sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan Rin masih mengejarnya.
“Kembalikan ikat rambutku!”
“Ayo ambil!”
Rin mempercepat langkahnya. “Kiba!”
Kiba malah mengangkat tangannya tinggi-tinggi, menjauhkan ikat rambut itu dari jangkauan Rin.
Rin mencoba meraihnya, namun tidak sampai. Ia melompat cepat. “Dapat!”
“Belum!” Kiba mengangkat tangannya semakin tinggi.
Rin kembali melompat, tetapi tetap tidak berhasil. “Turunkan tanganmu!”
“Tidak mau!”
Rin mendengus kesal. “Kau curang!”
“Namanya juga strategi.”
Rin hendak melompat lagi ketika Kiba tiba-tiba bergerak mendekat.
“Hei—”
Belum sempat Rin menghindar, Kiba merangkulnya erat dari belakang. “Ketangkap!”
“Kiba! Lepaskan!” Rin tertawa sambil berusaha melepaskan diri.
Namun Kiba justru mengangkat tubuhnya sedikit dari belakang. “Eh! Kiba!”
“Berat juga ternyata!”
“Siapa yang kau bilang berat?!” seru Rin tertawa sambil memukul lengan pria itu pelan.
Kiba akhirnya menurunkannya, tetapi karena berdiri terlalu dekat dengan bibir pantai, kaki mereka kehilangan keseimbangan.
“Woi—!”
*Byur!*
Keduanya jatuh terjerembap di atas pasir basah yang tersapu ombak. Beberapa detik mereka hanya diam membisu.
Rin mengangkat kepala lebih dulu. Rambutnya sedikit berantakan dan ujung pakaiannya basah terkena percikan air. Kiba yang berada di sebelahnya justru tertawa lepas.
“Hahaha... lihat wajahmu!”
Rin menatapnya tak percaya. “Ini gara-gara kau!”
“Tapi lucu.”
“Tidak lucu!” Rin mengambil segenggam pasir basah lalu melemparkannya ke arah Kiba.
“Hei!” Kiba tertawa sambil menghindar cepat.
Setelah puas saling menyalahkan, mereka akhirnya duduk berdampingan di pinggir pantai. Keduanya menekuk lutut, membiarkan kaki mereka dibelai air laut yang sesekali menyapu bersama ombak kecil.
Rin menghela napas panjang. “Capek.”
“Aku juga.”
Kiba mengeluarkan ponsel dari saku celananya. “Main game?”
Rin langsung menoleh antusias. “Main!”
Kiba membuka aplikasi permainan yang biasa mereka mainkan bersama. Tak butuh…
Aku Belum Siap Pulang
jalan jalan kepantai berakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 104 Episodes
Comments