"Dia sebut soal dokumen pengiriman fiktif," suara di telepon itu, wanita yang ditahan sejak insiden kafe, terdengar lelah dan sedikit menyesal. "Katanya, ada bukti kalau perusahaan Bapak Herman dulu pernah bikin laporan pengiriman palsu ke Pak Halim, buat naikin nilai tagihan. Hendra udah simpen itu juga, jaga-jaga kalau dokumen tender Cikarang aja nggak cukup."
Alena merasakan darahnya seolah membeku mendengar nama ayahnya disebut. "Itu nggak mungkin. Ayahku nggak pernah—"
"Aku cuma sampein apa yang aku denger," wanita itu memotong, suaranya datar. "Aku nggak tau detail lengkapnya. Tapi Hendra kelihatan yakin banget itu bakal jadi senjata ampuh, kalau strategi pertama gagal."
Setelah panggilan itu berakhir, Alena duduk mematung, wajahnya pucat pasi. Adrian mendekat, menggenggam tangannya yang dingin.
"Kamu yakin Ayah bersih dari itu?" tanya Adrian hati-hati, mencoba tidak terdengar menuduh.
"Aku nggak tau," Alena mengaku jujur, suaranya bergetar. "Ayah emang sempet kerja sama Pak Halim, tapi soal dokumen fiktif itu, aku nggak pernah denger sama sekali."
"Kita harus tanya langsung," Adrian menyarankan, meski tahu betapa beratnya percakapan itu bagi Alena.
"Aku takut, Adrian," Alena mengaku, suaranya bergetar. "Aku takut ternyata Ayah emang terlibat sesuatu yang lebih buruk dari yang aku tau selama ini."
"Apa pun jawabannya nanti," Adrian menggenggam tangannya erat, "kita hadepin bareng-bareng. Kamu nggak sendirian di sini."
Alena mengangguk pelan, mencoba menguatkan diri sebelum menghadapi percakapan yang mungkin akan mengubah pandangannya tentang ayahnya sendiri.
Herman datang dengan wajah bingung begitu dipanggil mendadak ke rumah Mahardika, tidak menyangka topik pembicaraan akan seberat itu begitu ia duduk di ruang keluarga.
"Dokumen pengiriman fiktif?" Herman mengulang, alisnya berkerut dalam, mencoba mengingat. "Na, Ayah... Ayah nggak inget detailnya. Tapi mungkin, ini soal insiden lama, waktu bisnis Ayah masih jalan."
"Insiden apa, Yah?" Alena mendesak, suaran…
Dipaksa Menikahi Pewaris Lumpuh Ternyata Penguasa Grup Terkaya
RAHASIA KEDUA ITU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments