Kantor pengacara Hendra berada di lantai tertinggi sebuah gedung pencakar langit, dindingnya dipenuhi kaca yang menampilkan pemandangan kota dari ketinggian—desain yang jelas dirancang untuk mengintimidasi siapa pun yang datang berkunjung.
Adrian, Alena, dan Pak Yusuf duduk berhadapan dengan seorang pengacara senior bernama Bapak Rudianto, wajahnya profesional tapi matanya menyimpan sesuatu yang sulit ditebak.
"Terima kasih sudah bersedia hadir," Rudianto membuka pembicaraan, suaranya formal. "Klien saya ingin menawarkan penyelesaian damai, sebelum kasus ini berlanjut ke ranah yang lebih rumit buat kedua belah pihak."
"Kami dengar dulu apa isi tawarannya," Adrian menjawab hati-hati, tidak menunjukkan reaksi berlebihan.
Rudianto membuka map di depannya, mengeluarkan beberapa lembar dokumen yang langsung ia sodorkan ke tengah meja. "Sebelum itu, saya rasa Anda perlu lihat ini dulu."
Adrian mengambil dokumen itu, matanya menyapu cepat isinya—dan seketika, wajahnya berubah pucat. Alena, yang membaca dari sampingnya, merasakan dadanya ikut mencelos.
Dokumen itu berisi salinan laporan lama, tanggal lebih dari tiga puluh tahun silam, tentang tender proyek kawasan industri Cikarang—proyek yang sama yang pernah diceritakan Wisnu sebagai titik balik kejayaan Grup Mahardika.
"Ini nunjukin," Rudianto melanjutkan, suaranya tenang tapi penuh perhitungan, "ada indikasi kuat, kemenangan ayah Anda di tender itu diperoleh lewat suap ke salah satu pejabat panitia lelang. Klien kami udah simpan bukti ini selama puluhan tahun, menunggu waktu yang tepat."
"Ini bisa aja dokumen palsu," Pak Yusuf langsung menyela, mencoba mempertahankan posisi mereka.
"Bisa dicek keasliannya," Rudianto menjawab santai, "kami yakin itu akan terbukti otentik. Dan kalau ini keluar ke publik, bukan cuma reputasi ayah Anda yang hancur, Adrian. Tapi seluruh fondasi bisnis Grup Mahardika bisa dipertanyakan ulang, termasuk legalitas beberapa aset besar yang dibangun dari hasil proyek itu."
Ancaman itu menggantung…
Dipaksa Menikahi Pewaris Lumpuh Ternyata Penguasa Grup Terkaya
INFORMASI DARI PENGACARA ITU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments