Bab 105: Mendarat Tanpa Hidrolik
Juanda muncul di radar sebagai tujuan yang makin dekat.
Di kokpit, suara radio tidak pernah berhenti.
Surabaya Approach memanggil unit darat. Unit darat memanggil pemadam. Pemadam meminta posisi pesawat. Di sela semua itu, satu suara baru masuk ke frekuensi.
"GA-372, ini Kapten Satrio, instruktur Boeing 737. Saya akan mendampingi lewat radio."
Arya menjawab singkat.
"Diterima, Kapten Satrio."
"Status hydraulic?"
Adi membaca data.
"System one pressure low, quantity dropping. System two masih normal. Flap response limited. Brake effectiveness kemungkinan turun."
Kapten Satrio terdiam sebentar.
"Siapa yang membaca?"
"Kopilot Adi Nugraha."
"Siapa yang pegang kontrol?"
Arya menekan tombol.
"Arya Pratama."
Radio sunyi lagi.
Nama itu sudah berputar di ruang kendali darat.
"Pak Arya, saya butuh Anda melapor posisi, speed, konfigurasi, dan rencana."
Arya menatap instrument.
"Altitude descending melalui flight level two eight zero. Aircraft controllable. Weather behind us. Hydraulic one failed. Hydraulic two available. Kami akan pakai alternate gear extension jika normal lock tidak memberi tiga hijau. Flap partial. Approach speed akan lebih tinggi dari normal. Landing distance ketat, namun runway masih masuk jika touchdown di zona awal dan braking dibantu reverse thrust."
Kapten Satrio bernapas terdengar lewat radio.
"Anda yakin pernah berkata belum punya lisensi?"
Adi melirik Arya.
Arya tidak menjawab pertanyaan itu.
"Kami butuh vector final."
Kapten Satrio segera berubah profesional.
"Baik. Juanda runway cleared. Wind dari kanan, masih berubah setelah badai. Anda perlu menjaga centerline sejak final. Dengan flap partial, jangan datang terlalu tinggi."
"Copy."
Panel sistem muncul.
[Approach phase preparation.]
[Hydraulic limitation analysis complete.]
[Recommended landing profile generated.]
[Warning: muscle damage accumulating.]
Arya merasakan kedua lengannya berat.
Rasa sakit ditekan sistem, namun tubuhnya tetap membayar harga. Ia bisa mera…
Sistem Ayah Level Dewa
Episode 105
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 220 Episodes
Comments