Bab 053: Kamar Kegilaan
Foto pertama yang dikirim Ipda Fajar membuat Arya Pratama diam hampir satu menit.
Itu dinding kamar kontrakan Anton Saefullah.
Seluruh permukaannya tertutup foto Kirana.
Foto lama dari media sosial.
Foto di kampus.
Foto di Tunjungan Plaza.
Foto di depan minimarket.
Foto di taman Grand Surya Residence.
Foto dari jendela apartemen.
Beberapa foto diberi lingkaran merah di wajah Kirana. Beberapa ditandai dengan tulisan tangan kecil. Di sudut kanan bawah dinding, ada foto Arya yang dicoret kasar memakai spidol hitam.
Arya berdiri di ruang kerjanya. Mega Permata berada di luar ruangan, menahan siapa pun yang hendak masuk. Pak Budi Santoso tersambung di telepon dengan Pengacara Ahmad.
Ipda Fajar berbicara dari lokasi.
"Pak Arya, kami tidak mengirim semua foto karena terlalu banyak. Ada satu buku catatan. Isinya jadwal pengamatan selama beberapa bulan."
"Bacakan bagian yang penting untuk hukum."
Ipda Fajar menarik napas.
"Dia mencatat jam Bu Kirana keluar, pakaian, siapa yang menemani, kendaraan, lokasi klinik, toko, sampai posisi parkir mobil Bapak."
Arya menutup mata sebentar.
"Ada ancaman langsung?"
"Ada beberapa tulisan yang mengkhawatirkan. Salah satunya..."
Polisi itu berhenti.
"Bacakan."
"Kalau dia terus bersama pria itu, dia akan terus terluka. Pria itu harus hilang. Setelah itu dia akan mengerti siapa yang benar-benar menjaga."
Ruangan terasa dingin.
Pak Budi yang mendengar dari speaker langsung mengepalkan tangan.
Pengacara Ahmad berkata tegas, "Itu cukup untuk peningkatan status ancaman."
Ipda Fajar menjawab, "Kami sedang proses. Kami juga menemukan pisau kecil, beberapa kartu SIM, dan seragam pengantar makanan."
"Kamera?"
"Ada. Memory card sedang diamankan."
Arya membuka folder Anton di laptop.
Ia menambahkan subfolder baru.
Kontrakan Ngagel.
"Pak Fajar, saya ingin semua bukti diproses resmi. Saya tidak ingin pelaku lolos karena prosedur longgar."
"Kami paham."
"Dan saya minta perlindungan sekitar Grand Surya ditingkatkan."
"Kami koordina…
Sistem Ayah Level Dewa
Episode 53
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 220 Episodes
Comments