Bab 096: Ancaman Terselubung
Pagi berikutnya, Arya tiba di ruang keamanan sebelum rapat pertama dimulai.
Pak Budi sudah menunggu di depan layar besar. Di layar itu ada jadwal perjalanan Jakarta, daftar hotel, rute kendaraan, nama sopir, serta catatan penerbangan lama yang sengaja dibiarkan terlihat normal.
"Mega sudah mengirim balasan?" tanya Arya.
"Sudah, Pak. Ia menulis sesuai naskah dari Mas Rizky. Isinya memastikan Bapak tetap berangkat dengan penerbangan komersial hari Selasa, kursi bisnis, bersama dua staf."
"Respons mereka?"
Pak Budi menunjuk satu kotak pesan.
"Mereka minta konfirmasi ulang mendekati hari keberangkatan. Nada pesannya lebih mendesak."
Arya membaca pesan itu dua kali.
Kalimatnya pendek. Sopan. Hampir dingin.
Namun nalurinya menegang.
Orang yang bertanya jadwal pesawat dengan cara seperti itu punya tujuan yang jauh dari urusan bisnis.
"Ubah semua," kata Arya.
Pak Budi mengangguk.
"Saya sudah hubungi firma keamanan profesional di Jakarta. Mereka biasa menangani eksekutif, diplomat, dan saksi kasus besar. Tim kecil akan melakukan risk assessment. Rute darat, akses hotel, pintu masuk gedung, bahkan jalur evakuasi."
"Bagus. Penerbangan?"
"Kita pakai charter kecil dari Juanda ke Halim. Jadwalnya dipindah pagi sekali. Manifest dibuat terbatas. Yang tahu baru saya, Bapak, satu kepala keamanan, dan operator charter."
Arya menatap daftar nama.
"Mega tetap pikir aku naik penerbangan lama?"
"Iya. Ia perlu tetap tampak seperti sumber mereka."
"Jangan biarkan dia melihat perubahan plan lewat sistem."
"Sudah saya putus aksesnya. Secara tampilan, jadwal lama masih aktif."
Arya berdiri diam.
Permainan ini makin kotor.
Selama ini GlobalCorp menyerang dari meja rapat, kontrak, saham, dan regulasi. Semua itu menyakitkan, namun masih berada dalam arena yang bisa dibaca.
Pertanyaan tentang penerbangan membawa bau lain.
Bau bahaya fisik.
Ponsel Arya bergetar.
Nama Kirana muncul.
"Mas, kamu sudah berangkat ke kantor?"
"Sudah. Kamu siap ke klinik?"
"Iya. Dokter Widya m…
Sistem Ayah Level Dewa
Episode 96
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 220 Episodes
Comments