Bab 032: Perang Rekrutmen
Aula kampus ITS penuh sebelum acara dimulai.
Banner PT Surya Teknologi berdiri di depan panggung. Logo biru putihnya tampak sederhana, namun deretan mahasiswa yang antre di pintu membuat panitia kampus beberapa kali harus menambah kursi.
Dimas berdiri di belakang panggung sambil melihat layar ponsel.
"Bro, video rekrutmen kita sudah 600 ribu views."
Rizky yang sedang memasang kabel presentasi hanya menjawab singkat.
"Bagus."
"Kamu kurang ekspresif. Ini 600 ribu, jauh di atas angka 600."
Rizky menoleh pelan.
"Aku tahu angka."
Dimas memegang dada.
"Jawabanmu melukai departemen kreatif."
Bayu datang membawa kotak air mineral.
"Departemen kreatif bantu angkat ini dulu."
Dimas langsung mundur setengah langkah.
"Aku menjaga energi panggung."
"Angkat."
"Siap."
Arya melihat mereka dari samping panggung dan tersenyum. Ketiganya masih seperti anak kos yang dulu berebut lauk, hanya sekarang masing-masing memegang bagian penting dari perusahaan.
Panitia menghampiri.
"Pak Arya, lima menit lagi."
"Baik."
Arya merapikan jas. Ia mengambil napas, lalu teringat Kirana tadi pagi.
Kirana berdiri di pintu apartemen, memegang gelas susu hamil, dan berkata, "Mas, jangan lupa sarapan. Kalau gugup, ingat saja dua bayi di rumah sedang bangga."
Ia sempat menjawab, "Mereka masih di perut."
Kirana mengangkat alis. "Tetap bisa bangga."
Kalimat itu menemaninya sampai sekarang.
Panel sistem muncul.
【Aura Pesona Lv.3 aktif】
【Konteks: Presentasi publik dan rekrutmen talenta】
【Efek: Kepercayaan audiens +25% | Kejelasan pesan +20%】
Lampu panggung menyala.
Nama Arya dipanggil.
Tepuk tangan memenuhi aula.
Ia berjalan ke tengah panggung. Di hadapannya, ratusan wajah muda menatap penuh rasa ingin tahu. Ada mahasiswa teknik informatika, sistem informasi, manajemen, teknik industri, bahkan beberapa dosen duduk di baris depan.
Slide pertama muncul.
Foto lama motor bekas Arya.
Ruangan langsung berbisik.
"Ini motor saya," kata Arya. "Dulu, saya pakai motor ini untuk kuliah, kerja samp…
Sistem Ayah Level Dewa
Episode 32
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 220 Episodes
Comments