Bab 099: Lindungi Keluarga
Arya menekan nomor Kirana.
Nada sambung terdengar tiga kali.
Setiap detik terasa seperti batu jatuh ke dadanya.
"Mas?" suara Kirana muncul. Pelan, agak mengantuk.
Arya menutup mata sebentar, memaksa napasnya rata.
"Sayang, dengarkan aku baik-baik."
Kirana langsung diam.
"Bangunkan pengasuh. Bawa Zahra dan Raka. Ambil tas darurat yang sudah disiapkan Pak Budi. Pergi ke rumah Mama dan Papa sekarang."
"Sekarang?"
"Sekarang. Jangan lewat rute biasa. Sopir yang menjemput namanya Pak Taufik. Mobilnya Innova hitam, nomor belakang tujuh satu. Ia akan bilang kata sandi: pantai pagi."
Di ujung sana terdengar suara selimut tersingkap.
Kirana tidak banyak bertanya.
Itu membuat dada Arya makin sakit.
Istrinya sudah terlalu sering belajar membaca bahaya dari nada suaranya.
"Anak-anak?"
"Bangunkan pelan. Jangan buat mereka panik. Kalau ada mobil aneh di depan rumah, jangan keluar lewat pintu utama. Pak Budi sudah kirim orang ke pintu belakang kompleks."
"Mas, kamu di Jakarta."
"Aku tahu."
"Kamu jangan hilang dari telepon."
"Aku tetap di sini sampai kamu masuk mobil."
Pak Budi sudah bergerak di sampingnya. Ia menelepon tim Surabaya, memberi instruksi pendek, cepat, dan keras. Kepala keamanan di layar laptop membagi rute ke tiga kendaraan bayangan.
Di rumah Citraland Timur, Kirana menyalakan lampu kamar anak.
Zahra mengucek mata.
"Mama?"
"Kita pergi ke rumah Nenek."
"Sekarang?"
"Iya. Papa minta kita ketemu Nenek."
Raka mulai menangis kecil ketika digendong pengasuh. Kirana menepuk punggungnya sambil menahan gemetar di jarinya.
Arya mendengar semua itu dari telepon.
Setiap suara kecil anaknya seperti menariknya pulang dari Jakarta dengan paksa.
"Sayang, kamu masih di sana?" tanya Kirana.
"Iya."
"Aku sudah ambil buku kontrol, vitamin, pakaian anak, dokumen."
"Bagus. Tas lain biarkan."
"Ada orang di luar pagar."
Seluruh tubuh Arya menegang.
"Ciri?"
"Dua orang. Pakai jaket biasa. Salah satunya bicara dengan satpam."
Pak Budi mengangkat tangan memberi tanda.
"I…
Sistem Ayah Level Dewa
Episode 99
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 220 Episodes
Comments