Sepatu bot berbahan kulit lentur milik Odette mendarat di atas lantai marmer balkon sayap barat Istana Soleil sama sekali tanpa menimbulkan suara. Ia berjongkok sejenak di balik bayangan pilar batu raksasa yang mengukir lambang matahari. Beberapa detik kemudian, sesosok bayangan hitam lain menyusul dari atas atap. Gaspard mendarat di samping Odette dengan kelincahan yang mengerikan, presisi, dan mematikan layaknya seekor macan kumbang yang sedang berburu di tengah malam.
Udara beku musim dingin menusuk tulang, namun keringat tipis tetap membasahi dahi Odette. Ia berdiri perlahan, menepuk nepuk debu halus yang menempel di gaun pelayannya dengan wajah luar biasa kesal.
"Nona ku yang anggun sedang duduk di dalam sel tahanan berjamur pada saat ini, dan kita justru harus merayap di atas genteng menghindari debu istana?" bisik Odette tajam. Matanya menatap garang pada Gaspard yang sedang mengawasi ujung lorong. "Ini benar benar tidak bisa diterima. Gaun Nona Geneviève pasti akan kotor jika ia duduk terlalu lama di sana."
"Mereka berdua adalah umpan kita malam ini, Odette," balas Gaspard dengan nada suara yang sangat datar dan tajam. Mata sang Ksatria Bayangan terus menyapu setiap sudut lorong yang sepi dari balik bayangan pilar. "Keberadaan Tuanku dan Nona Geneviève di sel bawah tanah sengaja dirancang untuk menarik seluruh fokus penjaga dan Putri Mahkota ke arah sayap timur. Kepanikan istana menyambut penyerahan diri mereka telah memberi kita jendela waktu berharga selama dua puluh menit untuk menyusup ke kamar Tabib Kepala tanpa terdeteksi."
Odette mendengus pelan, merapikan celemek putihnya. Ia tahu persis rencana mematikan yang sedang dijalankan oleh kedua majikan mereka. Sementara Geneviève dan Lucien menahan fokus Camille di ruang bawah tanah, tugas mereka berdua adalah mencari bukti absolut yang bisa memutarbalikkan narasi kebohongan sang Ratu Pemangku Takhta.
"Cari bukti racunnya, ambil dokumennya, dan kita keluar dari sini. Aku mengerti," bisik Odette sambil meng…
Sumpah Yang Terlupakan Dari Sang Penjahat Wanita
Menyusup ke Kamar Tabib
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 135 Episodes
Comments