"Berani sekali dia mengabaikan undanganku? Ksatria peliharaan itu benar benar sudah kehilangan akal sehatnya!"
Sebuah vas porselen kuno bermotif bunga lili hancur berkeping keping menghantam dinding marmer Istana Soleil. Putri Mahkota Camille berdiri dengan dada naik turun, napasnya memburu penuh amarah. Wajah malaikatnya yang biasanya terlihat sangat suci dan rapuh kini memerah padam, urat urat halus menonjol di pelipisnya.
Di sudut ruangan, Marquis de Chanteclair berdiri gemetar. Pria paruh baya itu meremas topi berbulunya dengan cemas, tidak berani menatap langsung ke arah keponakannya yang sedang murka.
"Duke Vaudémont beralasan beliau sedang melakukan patroli keamanan wilayah, Yang Mulia," cicit sang Marquis dengan suara bergetar. "Beliau menolak mentah mentah teh bunga lili yang Anda siapkan."
"Patroli keamanan omong kosong!" jerit Camille, mengabaikan serpihan tajam porselen di dekat kakinya. "Mata mataku melaporkan bahwa dia pergi ke Alun Alun Kemenangan hanya untuk menemui wanita jalang Montmirail itu! Dia berdiri di depan gerobak kayu kampungan itu dan berbicara dengan Geneviève!"
Camille mencengkeram tepi meja riasnya hingga kuku jarinya memutih. Rasa frustrasi yang luar biasa pekat menekan dadanya. Rencananya selama tiga tahun terakhir terancam hancur berantakan.
"Paman, apakah kau tidak mengerti bagaimana cara kerja relik leluhur kita?" desis Camille dengan mata biru yang memancarkan kilat kegilaan. "Sihir Putih ini bekerja seperti kutub magnet yang berlawanan. Selama Geneviève terus mengejar Lucien dengan cinta yang buta dan obsesif, sihir di otak Lucien akan secara otomatis memproduksi rasa jijik dan benci yang sama besarnya. Aku menggunakan obsesi Geneviève sebagai bahan bakar untuk mengendalikan Lucien!"
Sang Marquis menelan ludah. "Lalu... apa yang salah sekarang, Yang Mulia?"
"Yang salah adalah wanita jalang itu tiba tiba berhenti peduli!" teriak Camille, suaranya melengking memantul di dinding ruangan. "Geneviève mengubah penampilannya, d…
Sumpah Yang Terlupakan Dari Sang Penjahat Wanita
Kepanikan Sang Putri Mahkota
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 133 Episodes
Comments