Ujung kuku bercat emas milik Putri Mahkota Camille berjarak tidak lebih dari dua sentimeter dari gagang kayu berkarat lemari penyimpanan. Di dalam ruang kayu tua yang gelap dan sangat sempit itu, seluruh pasokan udara di paru-paru Odette seolah terhenti. Suasana hangat beruap dari rumah kaca berubah seketika menjadi lorong es yang mencekam, seakan-akan malaikat pencabut nyawa telah berdiri tepat di samping mereka.
Gaspard tahu betul konsekuensi dari detik yang sedang berjalan. Satu gerak refleks dari Camille untuk memutar gagang pintu ini, maka rahasia penyusupan mereka akan terkuak lebar. Jika itu terjadi, pedang bayangannya harus terhunus dan menebas leher sang Putri Mahkota detik itu juga—sebuah tindakan ekstrim yang tidak hanya akan menggagalkan rencana Geneviève, tetapi juga memicu perang saudara prematur antara klan Vaudémont dan Dinasti Aurelius.
Ksatria bayangan itu tidak boleh membiarkan takdir berdarah itu terjadi malam ini.
Dengan kecepatan berpikir khas komandan elit, Gaspard menggunakan jari-jari tangan kirinya yang menempel pada dinding dalam lemari. Di dekat engsel pintu yang lapuk, jemarinya yang terbalut sarung tangan kulit merasakan sebuah kepala paku besi tua yang sedikit mencuat dari kayu. Tanpa menimbulkan getaran atau decit sekecil apa pun, Gaspard mengapit kepala paku itu menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya, lalu mencabut paku berkarat sepanjang lima sentimeter itu dengan kekuatan cengkeraman murni yang menakutkan.
Melalui celah pintu lemari yang hanya selebar helaian rambut, mata tajam Gaspard memindai kegelapan Rumah Kaca Utama. Ia membidik sebuah pot tanah liat raksasa berisi tanaman merambat eksotis yang tergantung di sudut buta, tepat dua puluh meter di seberang lorong tempat Camille berdiri.
Gaspard memutar pergelangan tangannya dan menjentikkan paku besi itu dengan teknik pelemparan belati rahasia.
Trang! PRANG!
Paku besi itu melesat membelah udara lembap tanpa suara, lalu menghantam tepat di tengah pot tanah liat tersebut.…
Sumpah Yang Terlupakan Dari Sang Penjahat Wanita
Pengakuan di Balik Lemari
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 141 Episodes
Comments